Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Anak vs Ayah


__ADS_3

Seorang pria berjalan dengan gaya angkuh yang terlihat sangat di buat-buat. Namun tetap saja pesona nya membuat kaum hawa bagai melihat pangeran berkuda putih sedang lewat.


Selome, pria yang sebenarnya sangat ramah dan murah hati itu mau tak mau bersikap tegas. Karena sekelumit cerita miring tentang nya di kantor, membuat jiwa pria nya sedikit terusik. Di katakan jika dirinya sedikit membelok arah. Tentu saja berita itu mengganggu ketentraman jiwa kelakian sejati nya.


"Tuan Selo sekarang berbeda ya, lebih tegas dan juga sedikit galak. Kemarin laporan dari divisi keuangan di coret habis oleh beliau. Hanya karena salah meletakkan tanda baca nya saja. Gila tidak sih!" Celetuk seorang karyawati bergosip ria bersama rekan nya.


"Ya terang di coret lah. Lah wong yang salah penempatan tanda baca di jumlah nominal pengeluaran anggaran tahunan perusahaan. Gimana sih!" sahut sang rekan membela tindakan Selome yang menurut nya sudah benar. Meski sedikit kejam sih.


"Ya tapi tidak di coret semua juga kali. Masa ya berkas puluhan eksemplar di coret semua. Apa tuan Selo tidak tau, jika membuat laporan butuh kerja keras yang menguras energi dan pikiran." Timpal wanita satu nya tak mau kalah.


Akhirnya perdebatan tak perlu pun terjadi.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


"Kirimkan aku laporan terakhir, tiga bulan terakhir saja. Aihh kepala ku pusing jadi nya gara-gara masalah laporan." Keluh Selome mendudukkan dirinya di kursi kebesaran nya. Pria di pusing oleh permintaan laporan dari sang ayah, belum lagi tugas kuliah yang menumpuk.


"Lagi pula laporan kemarin kenapa mesti di coret semua sih! 'kan yang salah cuma satu halaman." Gerutu sang sekretaris dengan wajah tak bersahabat. Selome mendelik tak suka, kala mendengar dirinya di salahkan begitu saja. Meski benar' dia salah dalam hal itu, dia hanya mencoba menjadi CEO yang dingin seperti kebanyakan cerita-cerita. Namun malah kebablasan. Dirinya pun geli sendiri mengingat kelakuan labil nya.


"Apa kau punya rekomendasi calon sekretaris baru untuk ku, Vera Tan?" tanya Selome datar. Vera terkesiap lalu berbalik dan melempar kan senyum terbaiknya.


"Kebetulan pihak HRD sedikit sibuk, jadian tidak ada interview pegawai baru. Lagi pula aku selalu ada untuk anda, dan masih sanggup bekerja pada anda walau kadang suka bersikap menyebalkan." Ujar Vera tersenyum simpul. Senyum yang dia harapkan dapat meluluhkan hati sang atasan.


Selome berdecih seolah jijik melihat ekspresi sang sekretaris.


"Buatkan aku susu gula aren seperti biasa nya. Kental dan manis, juga keripik keju kesukaan ku." Titah Selome tanpa menatap sang sekretaris. Pria itu benar-benar di buat kelimpungan, mengerjakan banyak hal saat pengalaman nya masih di bawah rata-rata. Untung Selome memiliki asisten dan sekretaris yang cukup mumpuni. Meski sering beradu mulut, namun hubungan antara mereka tetap terjalin solid walau tak akur dalam hal lain.


"Keripik keju nya mau berapa kilo tuan? biar saya stok yang banyak, hawa-hawa nya anda akan lembur lagi malam ini." Sahut Vera menatap sang atasan dengan tatapan wajah sepolos balita.

__ADS_1


"Satu kwintal!" sahut Selome ketus. Vera tersenyum laknat kala berhasil memancing amarah sang tuan.


"Baiklah, kira-kira satu kwintal toples nya ada tidak ya..." gumam wanita itu ikut berpikir keras, seolah benar jika dirinya ingin memesan dalam jumlah tersebut. Selome melempar ballpoint nya ke arah Vera yang di sambut tawa renyah wanita itu. Untung saja Vera cukup gesit, jika tidak dia akan menjadi nyai kunti dengan pena yang menancap di ubun-ubun nya.


"Isshhh si bos mah, doyan amat lempar-lemparan barang. Kaya perempuan saja. Ya sudah, saya mau keluar dulu mumpung jiwa dan rohku masih melekat pada raga tak berdaya ku ini." Ujar Vera berjalan keluar. Meninggalkan Selome dalam kedongkolan hati nya.


"Dasar sekretaris biadab, apa dia tidak tau betapa sulit nya menjadi diri ku?" Gerutu pria itu lalu kembali memeriksa berkas laporan dari bagian audit.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Satya terlihat mampir ke sebuah toko kue, sang istri memesan beberapa boks kue untuk beberapa orang kerabat jauh, yang berkunjung ke rumah mereka. Dan karena itu pula membuat Satya menyelesaikan pekerjaan nya secepat roket. Pria itu bekerja bagai super Sonic agar semua pekerjaan bisa segera selesai sebelum jam makan siang tiba.


Bayangan banyak nya kerabat bergender laki-laki, membuat isi kepala Satya kacau balau. Pria posesif tersebut sangat tidak berkonsentrasi dalam bekerja, jika saja sang asisten tak memiliki stok kesabaran super dewa dalam menghadapi sang atasan.


"Mas Satya? ya ampun, kita seperti nya jodoh banget ya. Abis meeting kemarin sudah dua kali ketemu tanpa sengaja. Beli kue nya banyak banget, ada acara apa? aku juga lagi pesan cake buat Arisan keluarga. Biasalah, orang tua selalu seperti itu." Cerocos wanita dengan pakaian yang waw! namun di mata Satya, pemandangan indah itu merusak moral para pegawai pria di toko tersebut.


"Ah, nona Mona. Aku juga tak sengaja bertemu dengan pedagang cilok keliling lebih dari 3 kali hari ini. Apa kami juga berjodoh ya? mungkin aku bisa berkonsultasi pada istri ku. Wanita itu masih terlihat muda dan cantik jika di poles dengan makeup mahal. Sayang sekali jika harus berdagang cilok keliling di tengah terik dan hujan. Barangkali istri ku bermurah hati untuk menjadikan istri kedua ku. Wanita muda manis itu sudah mencuri perhatian ku belakangan ini." Sahut Satya dengan lancar.


Seolah terpancar kesungguhan dari kalimat ngaur yang dia ucapkan. Riak wajah Mona terlihat masam, niat hati ingin memberikan kode alam agar Satya mengerti. Malah mendapat kan serangan balik yang tak terduga.


"Anda sangat lihai bercanda mas Satya." Ujar Mona berusaha menentramkan hati nya yang mulai memanas. Obsesi ingin memiliki Satya begitu menggebu dalam jiwa nya, melihat ketampanan hakiki pria itu yang tak memudar di makan sang waktu. Membuat jiwa lakor dalam diri nya meronta-ronta ingin menguasai pria tampan itu di atas ranjang nya.


Namun sampai kapan pun, tak akan ada bibit pelakor yang mampu menggoyahkan hati batu pria bucin akut tersebut. Yang bahkan terhadap anak nya sendiri saja, Satya sangat pencemburu. Satya lebih takut di selingkuhi daripada menyelingkuhi. Bayangan sang istri berbagai kemesraan bersama pria lain membuat Satya tak pernah tenang saat bekerja di kantor, atau di manapun pria itu berada.


"Ini mas, total nya 729rb. Mau debit seperti biasa atau tunai?" tanya sang pegawai toko tersenyum ramah. Dia sudah sangat mengenal pria itu, pria yang pernah menjemput sang istri dengan cara ekstrim ketika mendapat kan laporan dari orang suruhan nya. Yang mengatakan jika sang istri tengah bercengkrama dengan seorang pria asing, melihat video langsung yang di kirim sang anak buah. Jiwa pencemburu Satya langsung keluar beserta anak cucu nya.


Wajah Satya memerah di ruang meeting di hadapan para pemegang saham, pria itu keluar dari ruangan tersebut setelah mengucapkan kata maaf. Lalu menjemput sang istri dengan helikopter, sungguh tak main-main. Padahal jarak nya hanyalah 29 menit kurang lebih menggunakan mobil. Satya tak ingin terjebak macet di jam makan siang yang padat. Lebih memilih menggunakan helikopter untuk menjemput sang istri tercinta.

__ADS_1


Dan itu berhasil membuat Silvery jera meski hanya sekedar menjawab sapaan seseorang, jika orang itu adalah pria. Dan pria malang itu mendapat Bogeman mentah berkali-kali dari pria bucin tersebut tanpa ampun.


Padahal dia hanya berniat menanyai perihal adik sepupu Silvery yang tiba-tiba menghilang tanpa kabar setelah malam panas mereka. Pria malang itu datang dengan niat bertanggung jawab, malah mendapat kan hadiah memar dan bibir pecah-pecah bak terkena sariawan parah.


Cinta Satya sungguh tak tertandingi.


"Debet aja mbak, aku lagi bokek. Ini pun kartu milik istri ku, aku ini hanya pria kere yang kebetulan di pungut dari tempat sampah lalu di daur ulang. Di poles sedemikian rupa hingga bisa seperti sekarang. Jadi kau mengerti kenapa aku sangat mencintai wanita cantik itu 'kan Salma?" ya nama pegawai tersebut adalah Salma. Yang khusus melayani mereka jika kebetulan berbelanja kue ke sana. Hanya Salma yang terlihat netral di mata Satya, tak menatap nya genit dan penuh puja.


Itu kenapa Salma selalu mendapat kan tips tak sedikit dari pria itu.


"Anda pria beruntung jika begitu, tuan Satya. Nyonya Silvery memang tak ada dua nya. Saya saja sebagai wanita sangat mengagumi istri anda." Puji wanita itu tulus dengan senyum terbaik nya. Dan ya, Satya membayar penuh. Satu juta rupiah telah dia bayarkan melebihi total belanjaan nya.


Sedang kan Mona berusaha keras menahan dongkol yang bercokol dalam benaknya. Melihat punggung lebar Satya keluarga dari pintu toko, membuat nya berpikir keras untuk bisa menjerat pria itu apapun cara nya.


"Tuan Satya pria yang sangat setia, pernah sekali nyonya Silvery di jemput menggunakan helikopter karena tuan Satya tak suka melihat istri tercinta mengobrol dengan pria asing. Cinta yang luar biasa, saya sampai iri di buatnya. Sungguh pasangan yang terberkati." Ujar Salma meluncur bagai anak panah yang melesat menembus masuk tepat ke jantung Mona.


Wanita itu mendelik tak suka lalu segera membayar pesanan nya. Meninggalkan Salma dengan hentakan kaki kesal dan marah.


Salma hanya menggelengkan kepalanya melihat bagaimana wanita seperti Mona yang tak akan pernah mengerti arti cinta sejati. Sungguh sangat menyedihkan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mohon dukungan nya ya readers, maaf jika belum sempat mampir. Rak author selalu bertambah dalam setiap minggunya.


Selain saling membantu mendukung karya sesama author, othor gabut ini juga memiliki hobby membaca sebenarnya. Namun kadang realitas di dunia nyata kadang menyita banyak waktu dan tenaga, akhirnya hanya bisa membuka satu dua bab untuk melanjutkan bacaan yang sempat tertunda lama.


Tapi sejauh ini author selalu membaca karya sesama penulis dan memberikan dukungan sebisanya author. Jadi semangat selalu buat para pejuang kehaluan, kita adalah takdir yang di gariskan untuk membuat emosi para pembaca naik turun bagai rollercoaster.

__ADS_1


Luv yuu para readers tercinta ku, jangan lupa jejak kalian untuk bonus part ini yaa🤗🤗🤗🙏🙏🙏🥰🥰🥰🥰


__ADS_2