Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Bukan seorang Sanders_I'm not Sanders!


__ADS_3

"Ma, pa...apa boleh aku mengajak Tatan masuk? aku ingin menunjukkan oleh-oleh yang ku bawa untuk nya." Ujar Mishy meminta izin kedua orang tua nya dengan sangat sopan.


"Kau bisa bertanya pada ayah pria itu langsung sayang. Kalau tuan Roy mengijinkan, maka mama dan papa tidak masalah." Sahut Rosy menatap ke arah Roy yang terus menatap tangan Mishy dan Nathan yang saling bertautan.


"Roy? apa kau keberatan ?" suara Harland membuyarkan lamunan Roy. Lekas pria itu menggeleng kuat.


"Tidak masalah, aku justru khawatir putra ku tak di ijin kan masuk. Terutama berdua saja bersama putri kebanggaan keluarga Pratama." Balas Roy merendah. Dia tau arti Mishy dalam hidup Harland dan Rosy. Gadis itu layaknya porselen, yang di jaga sedemikian rupa.


"Kami tak keberatan, Nathan pria yang baik. Itu bisa terlihat dari bagaimana putra mu memperlakukan putri ku seperti seorang ratu." Ujar Harland melirik tangan kiri Nathan yang kini tengah di jadikan pelindung, di atas kepala putri nya. Memang saat ini sedang gerimis kecil untung saja gazebo mereka mampu melindungi dari hujan sekalipun.


Semua mata tertuju ke arah lirikan mata Harland, sehingga Nathan menjadi kikuk sendiri. Dia reflek melakukan nya. Permintaan hati, dan dia tak dapat menolak nya.


"Masuk lah sayang, tunjuk kan beberapa koleksi buku gambar mu pada Nathan. Minta pendapat nya, mama sedang malas kau ajak berdiskusi beberapa hari ke depan. Papa mu berniat mengajak mama berbulan madu ke puncak selama dua hari." Tukas Rosy mengedipkan sebelah matanya pada sang suami.


"Ah benar, papa merindukan momen-momen masa muda. Barangkali saja ada beberapa sketsa gaun mu yang bisa kalian jadikan referensi untuk gaun pernikahan." Ujar Harland menimpali.


Kalimat Harland tentu membuat seseorang di sana merasa tak suka. Mishy selalu beruntung, memiliki segala nya dan di sayangi oleh semua orang.


Sedangkan Resy harus berjuang keras hanya untuk mendapatkan pengakuan, dan kepercayaan dari para petinggi rumah sakit. Tidak mudah bagi Resy untuk berada di posisi nya saat ini. Butuh banyak usaha hingga akhirnya di pandang sebagai pewaris tahta Sanders yang mutlak.


Beruntung bagi nya terlahir sebagai anak seorang Roky Sanders. Meskipun seorang perempuan, dia memiliki garis keturunan tak terbantahkan. Berbeda dari Mishy dan Mylo. Ke-dua nya terlahir dari anak perempuan keluarga Sanders, yang artinya, ke-dua nya mengikuti garis generasi dari sang ayah. Yaitu Harland Pratama.


Satu hal yang tak bisa di ganggu gugat oleh Resy adalah, perusahaan alat medis milik Rosy. Karena itu mutlak milik Mishy. Rosy juga punya perusahaan lain, yaitu perusahaan farmasi. Wanita itu tak tersaingi, bahkan oleh keluarga Artakusuma sekalipun.


Mylo mengurus perusahaan keluarga Sanders, itu karena perusahaan tersebut milik bersama. Di bangun oleh mendiang kakek mereka dan di wariskan kepada Rosy.


🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹


Mishy terlihat bingung, ketika sampai di kamar nya. Dia akhirnya memutuskan untuk membawa Nathan ke balkon kamar nya saja. Tak ada yang bisa dia berikan pada pria itu sebagai buah tangan.

__ADS_1


Ke-dua nya duduk dalam diam sambil memandang langit malam. Bersisian hanya berjarak sejengkal, namun terasa jauh. Situasi mulai canggung saat mereka hanya berdua.


"Maaf.." cicit Mishy memecahkan keheningan.


Nathan mengernyit heran, lalu menoleh.


"Kenapa kau minta maaf, apa kesalahan mu nona Lily?" Mishy tertawa kecil.


"Maaf telah mengarang bebas tentang hubungan kita. Semua tercetus begitu saja, sungguh aku tak merencanakan nya." Ungkap Mishy tak enak hati. Bisa jadi Nathan sudah memiliki kekasih.


Nathan tergelak, dia pikir Mishy akan mengatakan hal yang lain.


"Tidak masalah, apa yang aku ungkapkan di bawah tadi, tidak semua hasil karangan. Aku benar-benar menyukai mu, aku terpesona oleh suara mu ketika pertama kali ku dengar di bandara." Mishy terpekur tak percaya. Nathan bahkan mengucapkan nya dengan wajah yang sangat serius.


Mishy tertawa renyah, bagaimana ada orang yang menyukai seseorang hanya karena mendengar suaranya saja.


"Kenapa kau tertawa? apa kau tidak percaya pada ucapan ku?" tanya Nathan heran.


Nathan diam-diam memperhatikan Mishy dari samping. Terpaan cahaya bulan yang mulai meredup, kecantikan wanita itu malah semakin memancar. Dia terpesona. Sungguh, hatinya tengah berdebar kencang saat ini. Apakah hati nya sudah berpaling? secepat inikah? bolehkah dia berterimakasih pada sang semesta, karena telah mempertemukan nya dengan wanita cantik ini.


Resy yang selama ini bertahta di hati nya, kini lenyap seketika. Hanya karena senyum manis dan suara indah seorang Mishy Pratama.


Dia bukanlah seorang Sanders seperti sang ibu dan juga sepupu nya. Namun ada hal yang tak di miliki oleh kedua wanita itu. Hal yang luar biasa, yang hanya Mishy yang bisa melakukan nya.?


🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹


Keheningan di dalam mobil Wira tercipta begitu saja. Entah siapa yang memulai aksi diam-diaman itu, namun kedua nya tak ada yang berminat untuk memulai sebuah obrolan.


Mereka seolah larut dalam pikiran masing-masing. Seperti ada yang mengganjal tapi entah apa.

__ADS_1


Hingga mobil Wira telah tiba di halaman rumah mewah keluarga Sanders. Barulah pria itu angkat suara.


"Sayang? kita sudah sampai.." tegur Wira pada kekasih nya yang sedang melamun.


"Oh, maaf. Aku sedikit mengantuk.." elak Resy tersenyum kaku, kemudian keluar dari mobil Wira setelah mengucapkan selamat malam. Tak ada ciuman hangat untuk menutup malam pertemuan mereka seperti biasanya. Wira yang biasanya posesif dan selalu mengingat hal sekecil itu. Seolah membiarkan nya begitu saja.


Pria itu bahkan hanya menatap datar punggung sang kekasih tanpa mengucapkan apapun. Setelah memastikan Resy masuk ke dalam rumah, Wira kembali melajukan mobilnya.


"Kenapa aku terus memikirkan gadis lain di saat aku sedang bersama kekasih ku. Astaga! apa Resy jadi pendiam karena menyadari sesuatu. Apa dia melihat ku terus melirik ke arah gadis menyebalkan itu? Arrggghh! gadis sialan!" Maki Wira kesal. Pria itu rupanya salah sangka akan sikap diam sang kekasih. Sungguh Wira yang malang.


🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹


"Tapi aku mau tidur di sini ma, pa..kak Mylo saja tidak keberatan, ya kan kak?" Mylo kembali mengangguk mantap. Sungguh dia tak keberatan, dia akan senang jika Yoza menginap di rumah nya. Mylo akan memiliki guling hidup yang empuk.


"Biarkan saja paman, lagi pula Yoza sejak kecil sudah biasa tidur bersamaku. Dia masih balitaku yang lucu, jadi tidak masalah." Hampir saja Yoza melayangkan protes karena di panggil balita. Namun urung karena mendengar kalimat akhir dari bibir Mylo.


"Boleh ya, pa... please.." Drew akhirnya mengalah, percuma saja jika sang tuan muda pun tak menolak usahanya sama sekali.


"Baiklah, tuan muda, jika Yoza memenuhi tempat tidur anda. Tendang saja dia ke lantai, Yoza tidak akan sadar jika dirinya terjatuh. Lemak-lemak nya akan berkonspirasi untuk menahan rasa sakit di tubuh nya" ucap Drew mengingat kan, dia tak enak hati, putri nya di perlakukan seperti bagian keluarga sang majikan. Padahal hanyalah anak seorang sopir meski di mandat sebagai orang kepercayaan keluarga Sanders. Namun pengabdian nya lebih pada Rosy sekeluarga.


"Tidak masalah paman, aku akan memeluk nya sepanjang malam agar dia tak berputar seperti gasing." Kelakar Mylo kemudian menggamit lengan besar Yoza menuju elevator. Dia tak mau Yoza kelelahan jika menaiki tangga menuju kamar nya di lantai tiga. Dan itu membuat Drew menggeleng lemah. Di rumah nya, Yoza akan mereka paksa turun naik tangga saat pagi dan malam hari sebelum gadis lebar itu tidur. Di rumah majikannya, putri nya seperti putri raja. Entah dia harus merasa beruntung atau miris, anak nya jadi semakin lebar setiap hari nya.


"Maaf kan putri ku tuan, nyonya." Ucap Drew tak enak hati.


"Biar kan saja Drew. Kau tau Mylo sangat menyayangi Yoza sejak kecil. Lagipula Yoza baru kembali setelah dua tahun pergi. Mylo pasti sangat merindukan adik kecilnya. Kau tau kami juga sangat menyayangi anak-anakmu, jadi jangan selalu sungkan untuk apapun. Biarkan anak-anak dekat dengan cara mereka." Balas Rosy bijak. Di usia nya yang tak lagi muda, dia tak ingin menciptakan permusuhan pada siapapun.


Cukup keluarga nya bahagia, sehat dan tak kekurangan makanan. Itu adalah kebahagiaan yang sempurna untuk nya. Terlebih suami yang selalu memperlakukan nya selayaknya seorang ratu.


🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹

__ADS_1


**Part lanjutan, part berikutnya kita kembali pada aktivitas susu bubuk coklat dan oli mesin ya😅🤩


makasih dukungan nya, luv yuu kalian semua 🥰😚🥰🤍🤍**


__ADS_2