Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Dua ekor anjing


__ADS_3

Melihat ketegangan di wajah Vira membuat Noora tak tega, entah lah hati nya begitu mudah merasa kan iba.


"Duduklah Vira, atau aku akan memecatmu hanya karena kau tidak patuh kepadaku." Ujar Noora terdengar tegas dan mulai serius, Vira segera duduk di seberang meja kaca tepat di hadapan Noora.


"Kau tau Noora, aku kesepian. Jadi aku berpikir untuk mengusik mu juga agar menemani ku di sini, meratapi malam pengantin ku yang sedikit kacau." Lirih Noora tertawa hambar.


Vira bergeming, entah bagaimana harus menanggapi kalimat sang atasan.


"Kau lihat kelopak mawar merah itu, sungguh membuat ku terganggu. Bisakah kau membuang nya untuk ku? Aku hanya ingin tidur nyenyak malam ini, tapi taburan kelopak bunga itu membuat ku tak memiliki tempat lagi di atas nya. Padahal ranjang ini adalah milik ku, aku adalah pemilik hotel ini. Entah kenapa aku merasa seperti seorang tamu di hotel milik ku sendiri." Ucap Noora terkekeh kecil. Vira menatap Noora sejenak, kemudian beralih menatap kelopak bunga yang terlihat begitu indah di mata nya.


Sangat di sayangkan jika harus di buang, namun kalimat permohonan Noora lebih kepada sebuah kalimat perintah untuk nya.


"Kenapa anda ingin membuang nya nona? Maksud ku, bisa jadi tuan Lexan yang menyiapkan kejutan ini untuk anda. Mengingat betapa sering nya tuan Lexan memperlakukan anda dengan cara yang romantis. Maaf jika saya lancang, namun jika tetap ingin di buang. Saya akan meminta pihak hotel untuk membersihkan nya." Tukas Vira setelah mengemukakan pendapat nya.


Noora menatap Vira dengan tatapan berbeda.

__ADS_1


"Aku menghubungi mu, Vira. Aku meminta tolong kepada mu, kenapa kau malah meminta orang lain yang mengerjakan nya? Apa kau lelah bekerja di bawah perintah ku? Kalau begitu, tidak perlu lagi turun bekerja mulai besok. Ah tidak, pagi nanti. Ini sudah pukul 2 dini hari." Vira terkesiap, tak pernah Noora mengancam siapapun menggunakan kekuasaan nya. Kali ini Noora terlihat begitu berbeda.


"Maaf nona, jika sikap ku menyinggung perasaan anda. Aku akan mengerjakan nya sendiri." Vira bergegas menuju ranjang, menatap sejenak sebelum rangkaian kelopak bunga itu dia hancur kan dan berakhir di kantung sampah.


Dengan telaten, Vira membersihkan semua nya dari atas ranjang king size tersebut. Memasukkan semua kelopak mawar itu ke dalam kantung sampah. Termasuk juga yang di rangkai di lantai menyerupai sebuah lajur menuju ranjang. Setelah semua bersih, Vira mulai menghubungi bagian office boy untuk membuang nya.


Namun lagi-lagi Noora mencegah nya secara halus. Hingga mau tak mau Vira terpaksa membuang nya sendiri ke lantai dasar. Setelah kembali dari lantai bawah, wanita itu terheran saat elevator nya berhenti di lantai 7. Padahal hanya diri nya saja yang berada di dalam sana. Seketika bulu kuduk nya berdiri karena di buru oleh rasa takut yang mulai mendera.


Berkali-kali menekan tombol panel menuju lantai di mana kamar Noora berada, namun tak ada respon apapun. Hingga akhir pintu lift terbuka. Dengan ragu, Vira keluar dari sana. Lorong sepi itu semakin membuat nya ketakutan, hening yang menambah suasana semakin mencekam, mulai membuat jiwa penakut nya meronta-ronta ingin segera bertemu dengan seseorang.


Wanita itu berjalan cepat menuju ke arah tangga darurat, satu-satu nya harapan untuk segera kabur dari sana. Namun bertepatan akan masuk ke sebuah lorong menuju ke arah tangga, mata Vira melotot sempurna. Saat melihat pemandangan yang serasa mencekik kerongkongan nya.


Wanita muda itu adalah adik nya, adik yang sangat dia sayangi sejak kecil. Kini tengah merangkul mesra leher sang tuan dengan liar.


Sesaat akan menghampiri sang adik untuk memberi nya pelajaran, getar ponsel nya membuat nya teralihkan.

__ADS_1


Sebuah pesan dari nona muda nya terasa menampar wajah berkali-kali. Vira menelisik arah CCTV, dia yakin sang nona kini tengah melihat ke arah nya. Air mata wanita itu mengalir deras, inilah alasan kenapa Noora memilih nya untuk datang dan melakukan pekerjaan tak biasa tersebut. Agar Noora tak perlu mengotori mulut nya sendiri, untuk menyampaikan pengkhianat sang adik juga suami nya.


Dengan langkah gontai, Vira kembali menuju elevator. Dia yakin sang nona pasti sudah mengaktifkan kembali sistem operasi lift tersebut.


Setiba di depan kamar sang nona, Vira menarik nafas dalam-dalam. Wanita itu hampir tak mampu mengeluarkan nya lagi, dada sesak melihat kenyataan yang menampar nya telak tepat di wajah nya.


Klek


Noora terlihat masih duduk di tempat nya tadi, wanita itu tak beranjak kemana pun. Menatap laptop nya dengan begitu seksama.


Vira berjalan perlahan kemudian menjatuhkan tubuh nya tepat di hadapan kaki sang nona. Air mata wanita itu mengalir bagai air. Noora sejenak menatap nya kemudian kembali fokus pada layar laptop nya.


"Bagaimana rasa nya, Vira? Saat mengetahui seseorang yang sangat kau sayangi, menggores pisau tepat di hati mu. Rasa nya sangat sakit, bukan?" Vira bergeming, tak ada kata yang terucap. Karena tak ada pembelaan yang pantas untuk sang adik tercinta.


"Aku sangat mencintai suamiku, aku juga sangat menyayangi adik mu. Gadis kecil yang begitu manis menurut ku, aku jatuh hati pada kepolosan nya. Tak ku sangka, kepolosan nya adalah sebuah tipu muslihat. Aku tertipu terlalu dalam, oleh dua makhluk yang pernah begitu aku kasihi. Apa kau tau bagaimana rasa nya menjadi diri ku saat ini? Memungut dua ekor anjing dari kubangan lumpur, memoles nya sedemikian rupa agar terlihat indah. Memberikan makanan yang sehat dan tempat tinggal yang layak dan nyaman. Setelah tampak berkilau dalam kemewahan yang aku berikan dengan segenap ketulusan. Setelah puas mengenyangkan diri dengan kerakusan, kini malah berbalik menggigit ku tanpa perasaan." Ucap Noora dengan ekspresi wajah yang terlihat begitu tenang.

__ADS_1


Sedangkan Vira semakin terisak di tempat nya, wanita itu tak mampu berkata-kata. Menunduk dalam dengan air mata sebagai ungkapan sesal mendalam, atas apa yang telah sang adik lakukan terhadap nona muda nya.


"Pulang lah, Savira. Maaf telah mengganggu waktu istirahat mu, bekerjalah seperti biasa nya. Dan ya, apa yang kau lihat hari ini akan menjadi rahasia kita berdua saja. Aku ingin menaruh sedikit harapan pada mu, di saat hati ku sudah mulai tak bisa mempercayai siapapun lagi. Aku harap kau tak mengecewakan ku seperti yang adik mu lakukan padaku." Noora menutup laptop nya kemudian mengarahkan Vira agar segera pergi dari sana.


__ADS_2