Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Restu


__ADS_3

"Apa tidak salah? Seperti nya papa deh yang ngejar-ngejar bibi Andin. Ya tidak? Hayoo...ngaku deh pa.." tak henti-hentinya Gisel meledek sang ayah.


"Ya yaa.. papa yang mengejar nya, papa.." jawab Roky menyerah. Benar memang, dia lah yang terus memepet wanita itu dari berbagai sudut dan kesempatan.


"Akhir nya ngaku juga, Gisel senang bisa lihat papa tertawa bebas seperti ini. Di rumah papa tak pernah terlihat semerdeka ini ketika bercanda. Apa bibi mencintai papa ku? Aku tidak akan marah, aku akan mendukung apa pun yang membuat papa bahagia." Oh, Andin sungguh terharu mendengar nya.


Wanita itu mengulurkan kedua tangan nya untuk merengkuh tubuh gadis telah memberikan nya restu tersebut.


"Terimakasih sayang, bibi memang mencintai pria tua ini. Sayang sekali kenapa harus papa mu, tapi mau bagaimana lagi. Hanya dia yang mau dengan wanita lapuk ini." Kekeh Andin yang di ikuti oleh Gisel.


Pemandangan yang sungguh mengharukan, membuat hati Roky menghangat dengan desiran yang mengalir di seluruh urat nadi nya. Dia berharap segera berpisah dari Sela dan memulai kehidupan baru bersama Andin dan Gisel. Resy? Bagi nya Resy sudah cukup dewasa untuk menentukan masa depan nya sendiri. Lagi pula anak itu lebih patuh pada Sela ketimbang dirinya. Di bersyukur Gisel tak tumbuh dalam pergaulan yang salah seperti kakak nya.


Dan bersyukur pula, Gisel tak tumbuh dalam asuhan sang calon mantan istri.


🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹


"Heru hentikan!" Hardik Resy yang baru saja tiba di dalam kamar nya. Pria itu memang memiliki akses bebas keluar masuk kamar sang nona majikan tersebut. Itu semua atas ijin dari sang pemilik kamar itu sendiri .


Heru meraup wajahnya frustasi, dia sedang sangat ingin melakukan pelepasan sekarang. Namun resy malah menolak nya.


Pria itu memeluk Resy dari arah belakang, memberikan kecupan ringan di bahu terbuka Resy. Di sesap nya dan meninggalkan jejak seperti biasa nya.


"Aku yang akan bekerja sayang, kau hanya perlu membuka kedua kakimu seperti biasa. Aku merindukan rumah ku, sudah tiga hari aku tak mengunjungi nya. Aku terserang mual muntah tak jelas belakangan ini jika tak mencium aroma tubuh mu. Apa kau tidak sedang hamil? Kita melakukan nya rutin dan suami mu tak berada di sini sudah satu bulan ini. Aku khawatir kau sedang hamil anakku sekarang, itu lah aku mengalami hal ini." Resy mendelik lalu berjalan menuju kamar mandi.

__ADS_1


Kini dia yakin jika anak itu benar-benar anak si Heru. Pria penghangat ranjang nya. Dia ingin berendam untuk menenangkan pikiran nya yang kacau balau. Teringat perkataan sang bibi yang mengatakan semoga anak nya mirip sang ayah kandung, sungguh mengganggu nya.


Heru berdiri di sisi bathtub dalam keadaan tak berbusana. Melihat Resy memejamkan kedua matanya membuat hasrat nya naik hingga ke ubun-ubun.


Resy tersentak kaget saat merasakan remasan pelan di dada nya. Dia tau siapa pelaku nya. Resy tetap memejamkan kedua matanya menikmati sentuhan tersebut. Dia sudah sangat lelah terhadap segala rencana hidup nya yang tak satu pun berjalan sesuai harapan. Kecuali hubungan terlarang nya dengan Heru.


Heru semakin berani, dari arah belakang Heru mendorong pelan tubuh Resy lalu ikut duduk di dalam bathtub. Resy merasakan sesuatu yang keras menyentuh bokong nya.


Heru terus melakukan aktivitas nya untuk membangkitkan gairah Resy. Dan ya, Resy menikmati nya. Melenguh pelan dan semakin membuat Heru bersemangat. Sekali hentakan, benda pusaka nya langsung amblas sempurna. Resy memekik saat benda tumpul itu menerobos masuk tanpa aba-aba.


"Bergerak sayang..." Titah Heru dengan suara serak, sambil memutar lidah nya di punggung Resy. Akhir Resy mulai bekerja. Maju mundur indah, dan naik turun cantik.


Setengah jam permainan penuh sensasi dingin menyeruak pori-pori akhirnya berakhir. Heru mengerang panjang saat melepas tembakan super nya yang sudah menumpuk selama tiga hari ini. Dia sudah tak pernah lagi berkencan dengan nona citra, semenjak rutin di berikan suguhan gratis dari sang nona majikan nya yang cantik.


"Terimakasih sayang, enak sekali...jadi mau tambah lagi.." ucap Heru tak ada akhlak. Resy terkapar lelah dalam dekapan Heru. Pria yang bilang akan bekerja itu malah membuat nya yang bekerja keras selama setengah jam. Sungguh Resy kesal bukan main namun juga menikmati nya. Pelepasan nya mampu mengurai sedikit beban pikiran nya yang berkecamuk.


"Stop Heru! aku lelah.." seru Resy kembali menghardik. Heru membilas tubuh mereka lalu membalut dengan handuk. Seperti biasa Heru akan menggendong Resy dari kamar mandi seusai mereka bercinta.


"Aku ingin duduk di sana..." tunjuk Resy ke arah meja rias nya saat merasakan langkah Heru membawa nya ke arah ranjang. Pria kampung itu memiliki naf*s*u yang luar biasa. Resy sering kewalahan menghadapi nya


"Baiklah..." Heru akhirnya mengalah, mendudukkan Resy di kursi di depan meja rias. Lalu dia sendiri duduk di sisi ranjang sambil bersandar. Pria itu seperti sedang memikirkan sesuatu. Selama satu bulan ini Heru rajin melakukan perawatan, mengingat diri nya kini menjadi simpanan sang nona majikan. Dia harus tampil maksimal. Dan uang nya dari Resy untuk menyumpal mulut Heru agar hubungan mereka berjalan aman.


Walau Heru tak melakukan nya untuk uang, namun dia tak menolak. Perawatan butuh uang yang tak sedikit, untuk sementara dia akan terus menerimanya sekaligus menabung sebagian.

__ADS_1


Setelah puas menatap langit-langit kamar Resy, Heru kembali melempar pandangan pada Resy yang sibuk mengoles berbagai macam jenis krim perawatan kulit pada wajah nya. Pria itu turun dari ranjang kemudian menghampiri Resy. Dengan berani memeluk Resy dari belakang.


Resy memang tak keberatan, dengan begitu dia merasa di perhatikan.


"Aku ingin lagi sebelum aku mengambil cuti pulang kampung besok pagi. Aku akan lama tak menyentuh mu..." suara parau Heru menguar di telinga Resy. Tak lupa gigitan kecil di berikan Heru untuk membangkitkan gairah wanita itu. Entah sejak kapan, handuk penutup dada nya melotot turun. Kini kedua tangan lebar itu tengah meremat lembut dada Resy yang terlihat semakin berisi. Wajar saja, dia sedang hamil sekarang.


Belum lagi Heru yang begitu rajin memijat nya.


Heru mulai menyesap leher hingga akhirnya turun ke pundak polos Resy. Wanita itu terlihat memejamkan kedua matanya di balik kaca. Senyum Heru mengembang penuh kemenangan. Dia memang seorang maniak sejak pertama kali di suguhkan lahan basah milik sang nona majikan. Heru mulai merasakan kecanduan, hingga satu minggu kemudian pria itu sudah tak tahan lagi menahan nya.


Saat rumah sedang sepi, Heru menyelinap masuk dan beruntung nya kamar Resy tak di kunci. Resy yang hanya tidur menggunakan baju tidur satin tali spaghetti berwarna putih, semakin membuat hasrat Heru menggebu-gebu.


Pria itu bermain-main di area lembab Resy meski wanita itu tengah tertidur. Memberikan sentuhan hingga Resy terusik dan sadar jika dirinya tengah di jamah oleh sang security. Namun dirinya yang memang tengah kesepian memilih untuk membiarkan nya. Heru bekerja semakin berani saat mendengar lenguhan demi lenguhan dari sang nona. Resy bahkan menekan kepala Heru semakin dalam di antara kedua kakinya.


Kembali ke saat ini, di mana Heru semakin gencar melakukan pemanasan pada tubuh Resy.


"Berdiri sayang... angkat kaki mu..." titah Heru yang di turuti oleh Resy tanpa protes. Dengan satu kaki yang sudah terangkat di atas kursi membuat Heru lebih leluasa untuk melakukan pene*trasi. Sekali hentakan, keperkasaan pria itu amblas sempurna. Resy memejamkan kedua matanya, milik nya terasa sesak dan perih, karena dia belum sepenuhnya merasakan sensasi dari apa yang Heru lakukan.


Sementara Heru mulai bergerak pelan sambil meremat kedua benda bulat di depan nya sambil menatap cermin. Dia selalu suka posisi yang memperlihatkan bagaimana perkasanya dia dalam menggagahi sang nona majikan. Melihat mulut Resy yang sedikit terbuka dan mata yang terpejam sempurna, merupakan kepuasan tersendiri bagi nya.


Setelah puas dalam posisi tersebut, Heru melepaskan penyatuan nya. menggendong Resy menuju sofa. Pria itu duduk dengan Resy di atas pangkuan nya. Resy mengambil alih permainan, bergerak lincah untuk mencapai titik tertinggi dalam permainan tersebut. 10 menit berlalu, tubuh Resy mengejang hebat. Lalu terkapar tak berdaya di atas dada Heru.


Melihat Resy yang mulai kelemahan, Heru membawa wanita itu ke atas ranjang. Dan seperti biasa, permainan yang di dominasi oleh Heru akan memakan waktu yang cukup lama. Pernah sekali Resy pingsan saking tak sanggup lagi. Pekerjaan rumah sakit yang padat, belum lagi masalah yang menimpa nya. Di tambah selalu di gagahi tak tau waktu dan tempat oleh Heru. Tubuhnya benar-benar kelelahan.

__ADS_1


"Stop Her .. aku lelah..." mohon Resy yang sudah kewalahan tubuh nya di bolak balik oleh Heru. Namun Heru seolah tuli, pria itu kembali menghujam keras miliknya hingga tak bersisa. Resy memekik sakit saat merasakan benda tumpul tersebut menembus rahim nya. Dia khawatir bayi nya kenapa-napa. Walau tak menginginkan nya, namun bayi itu bisa menjadi senjata nya untuk menjerat Nathan.


Pergulatan penuh dosa kedua anak manusia itu rupa nya di saksikan oleh seseorang di balik pintu kamar yang sedikit terbuka. Seringai penuh rencana terbit di wajah nya.


__ADS_2