Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Beban dosa


__ADS_3

Setiap ucapan nya, seolah tengah menyampaikan sebuah pengingat padanya, jika keluarga adalah segala nya. Tempat pulang yang seharusnya.


"Baik nona, saya akan memilih paket liburan ke bali saja. Saya akan mengajak serta ibu dan adik saya. Mereka belum pernah pergi berlibur, selain menatap Monas sebagai pemandangan yang menghibur kala berkunjung kemari." Ujar Mila merendah meskipun benar ada nya.


Namun dia ingin lebih dekat dengan sang direktur baru nya, meski ia tau akan sangat sulit mendepa lingkaran yang wanita itu garis kan untuk bisa dia capai.


"Baiklah, seseorang akan menghubungi mu jika semua sudah siap. Pulang dan bersiaplah, hubungi ibu dan adik mu. Akan ada orang yang akan menjemput mereka agar lebih cepat tiba di kota." Mila mengangguk setelah mengucapkan kalimat terimakasih.


Mishy menatap layar laptop nya dengan seringai venom, dia tak sebodoh itu hingga membiarkan Resy mencuri aset klan Sanders. Dia tau, wanita Licik itu pasti tengah menyiapkan amunisi untuk melawan nya. Wanita itu pasti kelabakan, saat aset-aset yang telah dia curi, tak bernilai se sen pun. Mendapati rekening nya kosong melempong setelah usaha keras nya merampok aset Sanders, pasti membuat emosi Resy tersulut.


Hidup di luar tanpa pegangan dalam kurun waktu satu bulan, pasti akan membuat wanita itu kesulitan. Mishy hanya perlu menunggu, di mana Resy akan mendatangi nya dengan segala ambisi yang ada.


Satu tetes darah, di bayar darah. Begitu pun hutang nyawa, Resy harus membayar nya. Tentu saja dengan kematian yang tak mudah. Rasa sakit yang tak akan pernah bisa Resy pungkiri. Jika Nathan nya meninggal nya dalam senyum manis nan hangat sebagai tanda perpisahan tak terucap. Dia akan membuat Resy meninggalkan dunia ini dengan ringisan kesakitan yang luar biasa.


Salah jika menganggap Mishy adalah wanita murah hati, nyatanya selama satu bulan ini, wanita itu tengah mempersiapkan segala hal untuk mengirim sang sepupu tercinta ke dalam panas nya api neraka.


"Kau yang memulai nya kak, aku hanya ingin mengakhiri nya saja. Kita tumbuh dengan didikan dan cinta kasih, sayang nya kau berprilaku seperti seorang iblis. Kau mengirim Nathan ku ke surga tanpa kata perpisahan yang layak, aku akan mengirim mu ke neraka dengan banyak permohonan pengampunan terucap dari mulut mu kelak. Aku lah malaikat maut yang sesungguhnya, kau hanya seonggok daging tak berarti. Kau hanya sampah!"


Mishy bergumam sambil menscroll tampilan data-data rumah sakit dan beberapa aset lain yang telah dia ambil kembali dari sang pencuri.


🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹

__ADS_1


Sedangkan di sebuah club malam, di sudut meja dengan pencahayaan remang-remang. Seorang wanita tengah memuaskan hasrat seorang pria hidung belang. Semua demi bertahan hidup yang layak, demi lembaran rupiah yang bisa dia pergunakan untuk membalas perbuatan licik seseorang pada nya.


"Ouch baby...lebih cepat..aku akan sampai.." si pria botak terus meracau, sedang si wanita sebenar nya tak berhasrat. Namun demi menimbun setiap lembar rupiah, dia harus terlihat kooperatif dalam pekerjaan nya.


Erangan panjang sang pria membuat nya lega, lega karena tak harus terus menggoyang kan bokong nya yang mulai terasa sulit bergerak. Bayi sialan itu tak mau luntur meski sudah di berikan obat berbagai merk.


"Mana bayaran ku?" Meski nafas nya masih terengah-engah, si wanita tak lupa pada ongkos peluh nya. Si pria segera meraih ponsel nya setelah merapikan celana nya di bawah meja.


"Sudah ku transfer, ku tambah untuk membeli keperluan kehamilan mu. Sayang kau tak mau menjadi sugar baby ku, padahal kau hanya perlu melayani ku saja tanpa membuka paha mu pada banyak pria." Ujar sang pria menyayangkan dengan nada merendah kan.


"Aku butuh sensasi lain, satu pria tak cukup untuk ku." Balas si wanita menohok harga diri sang lelaki.


"Jadi maksud mu kau tak puas bermain dengan ku, begitu?" Si pria terlihat emosi dan tersinggung. Jelas, sebagai seorang pria yang mendengar kalimat langsung tanpa filter seperti itu jelas akan melukai harga diri nya hingga ke dasar.


"Aku hanya mengatakan fakta saja, aku suka di jamah oleh laki-laki berbeda. Aku hanya memburu sensasi yang akan membuat ku puas. Bukan soal ukuran keperkasaan. Jangan gampang baper, kita hanya pasangan saling memuaskan. Aku di bayar, maka aku bekerja sesuai bayaran." Si wanita menghempas kan tangan gemuk si pria dengan kasar, lalu menarik naik celana da*l*am nya yang di lorot kan hingga betis.


"Terimakasih untuk bayaran nya, aku pergi." Si wanita pergi menuju toilet untuk membersihkan milik nya yang terasa tak nyaman, karena hanya di bersihkan menggunakan tisu.


Seorang pria menyeringai kala melihat wanita yang beberapa bulan lalu pernah berbagi peluh dengan nya. Dia seperti mendapatkan angin segar. Di ikuti nya langkah kaki si wanita menuju toilet.


Grep

__ADS_1


Si pria menarik si wanita masuk ke dalam toilet wanita tanpa peduli pada para gadis yang berteriak histeris di dalam nya. Bukan kah itu tempat laknat, tak ada wanita baik-baik datang ke sana dengan menggunakan pakaian minim kurang bahan. Logika nya berkata seperti itu.


"Lepas kan aku, brengsek!" Teriak di wanita marah, merasa dirinya telah di perlakukan bak seorang wanita murahan. Meski hakikat nya seperti itu lah ada nya.


"Bukan kah pria brengsek ini yang beberapa bulan lalu membuat mu mende*sah pasrah dalam hasrat?" Seringai licik tercetak jelas di wajah tampan nya.


"Coba ku tebak, kau pasti baru saja menjual lahan basah mu pada pria botak di meja ujung tadi, kan? Aku mau ambil jatah tutup mulut ku, atau video mu akan beredar luas malam ini juga." Resy, wanita hanya bisa pasrah saat Alfred mulai menggagahi nya dengan kasar.


Lubang pembuangan nya pun tak luput dari serangan, Resy keluar dari club malam dengan langkah tertatih menuju taksi online yang dia pesan. Dua area penting nya sama-sama berjuang keras menahan rasa sakit yang amat sangat.


Sedangkan Alfred tersenyum puas, malam ini dia tak perlu merogoh kocek untuk menyewa seorang ja*l*ang. Satu ja*l*angbsaja sudah cukup memuaskan bagi nya.


🌷🌹🌷🌹🌷🌹🌷


Mishy tersenyum simpul, saat melihat siapa yang hendak berjumpa dengan nya. Tamu tak di undang yang dengan suka rela masuk ke sarang serigala. Pintu yang di buka kasar oleh Resy terbuka semakin lebar.


"Wah! Wah!...lihat lah siapa yang berkunjung...aku sungguh tak menyangka, apa kabar mu kak? Perut mu terlihat semakin membesar. Apa bayi mu sehat? Aku harap kau kau mau merawat nya kali ini, karena aku tak yakin bisa merawat aib mu sekali lagi. Aku pun sedang dalam kondisi yang tidak cukup bebas bergerak lincah untuk menanggung beban dosamu." Ucap Mishy tersenyum jahat.


Resy mengetatkan rahang nya menahan marah dan rasa malu di saat bersamaan. Mishy benar-benar menghina nya hingga tak bersisa.


"Aku tidak berniat menawarkan anak ku pada mu, lagi pula siapa yang meminta mu merawat anak ku. Kau hadir bagai pahlawan kesiangan, kau sadar diri mu tak sepopuler diri ku. Hingga selalu mendapat sisa ampas dari ku. Kau sungguh menyedihkan!" Resy merasa puas karena berpikir telah berhasil membalas perkataan Mishy. Nyatanya kalimat nya hanyalah angin lalu belaka.

__ADS_1


Mishy tertawa renyah mendengar kalimat konyol yang di ucapkan oleh Resy. Wanita menyedihkan yang ada di titik paling hancur dalam hidup nya. Bertahan hidup mewah dengan menjadikan tubuh nya sebagai aset pencari nafkah.


__ADS_2