
Wira berjalan gontai menuju kamar nya, besok adalah hari paling membahagiakan. Seharusnya. Namun tidak bagi Wira, pria itu masih belum bisa meyakinkan kedua orang tuanya untuk membatalkan pernikahan nya dengan Resy.
Resy pun sulit untuk di hubungi, seharian ini Wira di buat kelimpungan karena mencari keberadaan wanita itu. Bukan perkara merindukan, Wira hanya ingin bertanya dan bernegosiasi kemungkinan pembatalan pernikahan mereka. Namun sayang, apartemen Resy pun tak ada penghuni nya. Entah kemana wanita itu pergi.
Keluarga Sanders pun tak kalah kelimpungan, mencari sosok calon pengantin wanita yang tiba-tiba menghilang tepat sehari menuju altar suci.
Yang paling di buat stress berat adalah Sela, sosok ibu tiri yang begitu meratui anak sambung nya melebihi anak kandung nya sendiri.
"Papa udah coba hubungi rekan-rekan nya di rumah sakit?" Roky menggeleng lemah, lutut Sela seperti tak bertulang melihat gelengan sang suami.
"Kemana anak itu? di saat seperti ini malah menghilang entah kemana rimba nya." Gerutu Sela teramat kesal.
"Coba hubungi Mishy, entah apa yang di lakukan anak itu sehingga bisa begitu tenang saat kita begitu sibuk mempersiapkan segala hal. Benar-benar tak bisa di andalkan!" ketus Sela memerintah sang suami untuk menghubungi sang keponakan. Roky kembali menggeleng, namun kali ini gelengan penuh aura kemirisan.
"Mishy sedang sibuk di butik untuk melakukan fitting baju seragam keluarga. Maksudku seragam keluarga Pratama. Aku heran, kenapa kau membedakan warna dan motif seragam keluarga. Aku malu pada adik ku, Sela. Rosy sampai gelabakan, saat tau jika kau tidak mencantumkan nama mereka sekeluarga di daftar. Aku malu pada Harland, mereka merogoh kocek sendiri untuk semua biaya seragam keluarga. Itu seharusnya sudah masuk dalam anggaran kita, bukan? kenapa kau begitu nampak membedakan keluarga adikku? apa salah Rosy padamu?"
Sudah cukup, Roky tak tahan lagi. Teringat saat menatap manik berkaca-kaca sang adik, saat dirinya bertanya soal seragam keluarga yang akan di pakai ketika pemberkatan sang anak di gereja. Rosy nampak kebingungan, karena mengira Sela telah menyiapkan semuanya. Adiknya itu bahkan meminta Mishy untuk mengukur ukuran badan mereka semua lalu menyerahkan nya pada sang istri.
Namun nyatanya, Sela tak memberikan daftar tersebut pada butik langganan mereka. Hati Roky serasa tercubit keras, melihat wajah sedih di manik bening sang adik. Namun Rosy malah membela Sela habis-habisan. Dengan mengatakan, bisa saja Sela terlalu sibuk dengan segala persiapan yang begitu banyak. Dan itu bukan lah masalah. Mereka bisa menyusul dan melakukan di butik Mishy.
Tapi lagi-lagi Sela berulah, dia tak ingin seragam keluarga Pratama sama seperti seragam keluarga Sanders. Dengan alasan akan membuat keluarga inti pengantin tenggelam, dalam balutan busana yang sama dengan keluarga Pratama. Sungguh Roky tak habis pikir, Rosy adalah adik kandung nya. Keluarga inti bagaimana lagi yang Sela maksud kan?
__ADS_1
"Aku tak ada waktu untuk membahas nya, pa. Putri ku belum di temukan. Apa kau tak berpikir, bisa saja Mishy yang Melakukan konspirasi ini, membawa Resy kabur atau menghasut putri kita. Kau tau belakang Resy nampak begitu tegang akan menghadapi hari spesial nya. Mishy pasti iri, melihat bagaimana Resy bisa mendapatkan seorang Wira Artakusuma menjadi pendamping hidup nya. Dia pas...."
"Cukup Sela! cukup! aku lelah mendengar kau selalu memojokkan keponakan ku. Sebenarnya apa masalah mu? kenapa kau begitu terlihat tak menyukai Mishy? kesalahan apa yang dia lakukan padamu, hah?!" seru Roky menghentikan ocehan sang istri. Hati nya sakit mendengar Sela selalu saja membandingkan Resy dan Mishy secara terang-terangan. Namun adik juga keponakan nya selalu menanggapi hal tersebut biasa saja. Meski dia tau, hati kedua nya jelas terluka.
"Kau membentak ku hanya karena keponakan mu? apa-apaan kau ini, Mishy selalu saja menempeli Resy sejak kecil. Gadis itu selalu membuat masalah di manapun dia berada. Beruntung Resy ku tak mengikuti jejak bar-bar sepupu nya itu." Sela meninggi kan suara nya tak kalah nyaring dari suara sang suami.
Roky terhenyak, ini kali pertama nya dia melihat emosi Sela yang mengingatkan nya pada seseorang di masa lalu. Tatapan nyalang yang nyaris sama, dengan gesture control yang sama persis. Entah kenapa pikiran nya sampai berkelana sejauh itu.
"Lebih baik kita fokus saja mencari keberadaan Resy, dari pada sibuk mencari kambing hitam untuk masalah keluarga inti kita." Roky menekan kata keluarga inti untuk menyindir sang istri. Pria itu beranjak dari sofa menuju tangga lantai atas. Pikiran nya kacau dan Sela sama sekali tak membantu apapun.
🌷🌹🌷🌹🌷🌹🌷
Ponsel Mishy bergetar di atas meja, dengan langkah malas Mishy menghampiri nya. Dia kelelahan, jelas saja, mereka sekeluarga cukup banyak. Nenek, bibi dan paman nya serta anak-anak mereka. Lalu dirinya dan keluarga nya. Dan pakaian itu harus jadi hari ini, mengingat besok pagi adalah acara sakral sang kakak sepupu. Mishy hampir tak tidur selama tiga hari untuk mengerjakan pekerjaan dadakan tersebut. Satu minggu untuk 9 orang, terang saja itu melelahkan baginya.
Sebelum membuka pesan masuk, Mishy melirik benda bulat di dinding ruangan nya. Pukul 3 dini hari. Orang iseng mana yang mengirimkan 5 pesan sekaligus padanya. Nomor yang asing, hampir membuat Mishy tak tertarik untuk membuka nya. Namun rasa penasaran nya terusik saat tanpa sengaja tangannya menscroll tampilan menu pesan. Pesan gambar, dan itu sedikit mengusik nya. Jika tidak penting kenapa harus sebanyak ini pikir nya.
Dengan helaan nafas lelah, Mishy mulai membuka pesan tersebut. Kemudian mengunduh pesan video terlebih dahulu. Setelah pengunduhan selesai, bola mata Mishy hampir saja melompat keluar.
Dua insan tengah bergelut dalam sebuah kamar tanpa busana. Di mana si pria terlihat begitu bersemangat untuk menggagahi si wanita yang terlihat menolak berkali-kali. Atau lebih tepatnya pura-pura menolak untuk membuat dirinya terlihat seperti seorang korban. Mishy mengusap sudut matanya yang sudah menggenang.
Sekali lagi, Resy berhasil merampas milik nya. Mishy tersenyum kecut, melihat bagaimana nasib percintaan harus kandas untuk memenuhi ambisi sang kakak sepupu.
__ADS_1
"Kau menang lagi, Resy. Aku harap kau bangga pada pencapaian mu. Kali ini aku akan memberikan sedikit kejutan padamu juga bibi Sela. Tunggu lah hadiah kecil dariku, aku yakin, hadiahku akan merubah kehidupan kalian ribuan derajat setelah nya." Mishy meletakkan kembali ponsel nya, tanpa berniat membuka semua pesan yang di kirim oleh Resy.
Dia tau posisi Nathan akan sulit untuk mengelak, terlihat jelas Nathan membabi buta menyerang Resy dengan begitu bernafsu. Pria malang itu terus menyebut namanya, jelas jika Nathan tidak hanya di beri obat perang*sang. Tapi juga obat yang memberikan efek halusinasi pada pengguna nya. Resy seorang dokter, akan sangat mudah untuk mendapatkan jenis obat psikotropika golongan 1 tersebut. Dia hanya berharap, jantung Nathan baik-baik saja.
Hati nya sakit, jelas. Dia sudah mulai membuka pintu hati nya meski baru seperempat. Kecewa, pasti. Tapi bukan kecewa pada pria malang itu. Nathan jelas berada dalam kendali obat yang Resy berikan. Jika hanya obat perang*sang, Nathan masih bisa menyalurkan nya dengan cara lain. Namun melawan efek obat yang membuat nya berhalusinasi tinggi? jelas tak akan bisa. Dirinya pun pasti akan terjerumus melakukan hal yang sama seperti yang Nathan lakukan.
Terdengar jelas Nathan terus menyebut namanya berkali-kali. Itu menandakan alam bawah sadar nya hanya menginginkan dirinya, bukan Resy.
Mishy menatap miris pada gaun terakhir yang sedang dalam proses finishing. Itu miliknya yang rencananya akan dia pakai besok pagi.
"Harus aku apakan kau? sayang sekali, terlalu bagus untuk di gudang kan." Mishy mersih sebuah hem berwarna navy, dan kemeja batik berwarna silver. Itu milik putra nya, Miguel. 10 orang anggota keluarga nya, namun dia hanya memasukkan 9 orang di daftar list. Dia tak ingin keluarga syok.
...Kekuatannya...
Piuuhhhh!! Nulis part ini rasanya melelahkan. Cerita Mishy membawa kita semua flashback ke bab awal ~Hadiah Kecil~ Rosy Sanders. Rasanya sungguh menegang kan, hadiah kecil apa yang sedang Mishy persiapkan untuk sepupu jahanam nya, juga sang bibi laknat.
Mishy membuat kita seperti melihat bayangan Rosy Sanders di dalam karakter nya, yang tenang dan selalu menunggu waktu yang tepat untuk bertindak. Wanita dengan jutaan pesona, talenta dan kecerdasan di atas rata-rata.
Ada rahasia besar apa yang Mishy ketahui mengenai sang bibi juga sepupu nya, Resy? Yang jelas, rahasia itulah yang akan menjadi kado utama, untuk pernikahan yang bisa di pastikan batal besok pagi.
Mari meninggalkan jejak cinta kalian, untuk membuka part ~Hadiah Kecil~ Mishy Pratama pada bab berikutnya 🤗🤗ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤©ðŸ¤©
__ADS_1