Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Bonus Chapter


__ADS_3

Setiba di kota tujuan, hal yang paling wajib dam harus di lakukan oleh Satya adalah berlama-lama melakukan zoom meeting dengan sang istri. David memilih kamar persis di seberang kamar sang tuan bos bucin nya. Dengan begitu akan mudah bagi nya untuk memantau sang atasan dari kubang keramat di daun pintu tersebut.


"Buka sedikit lagi sayang... ya lebih ke atas. Astaga! kenapa dia jadi semakin indah saat aku jauh begini? apa kau sengaja merawat nya lebih ekstra saat aku tidak di rumah sayang? apa aku harus pulang sekarang ya..." gerutu Satya bergumam tak jelas. Pria terlihat gelisah saat melihat paha mulus sang istri. Juga pulau dan lembah istri tercinta nya, yang menurut Satya semakin indah kal diri nya jauh dari rumah.


Padahal masih sama seperti saat sebelum pria itu pergi. Namun kegelisahan nya lah yang membuat pria bucin tersebut galau akut setelah melihat nya.


"Jangan macam-macam dad, kau baru saja tiba. Bukankah nanti malam kau ada pertemuan dengan klien? istirahat lah dulu, siapkan stamina mu agar terlihat lebih fresh saat bertemu dengan klien. Aku ingin keluar sebentar, Sin ingin membeli kebaya. Bisa nya dia melupakan bagian terpenting itu." Omel Silvery di seberang sana.


"kau mau apa sayang? keluar saat aku jauh begini? ya ampun! apa kau tak punya perasaan sayang, aku di sini merindukan mu dan kau pergi cuci mata di luar sana melihat daun muda. Kau benar-benar tidak bisa di biarkan jauh dari ku kalau begini cara nya. Aku akan menghubungi Sintus untuk menemani Siti membeli keperluan nya. Kau di rumah saja, pantau suami mu ini dari video 24 jam. Aku bisa sesak nafas kalau tak melihat mu meski hanya di layar." Ujar Satya nyerocos panjang lebar.


Silvery melongo mendengar serentetan kalimat menyebalkan suami nya yang sudah keluar jalur. Cuci mata melihat daun muda? di rumah nya juga banyak daun muda. Daun-daun bunga dan sayuran kuncup di belakang rumah nya. Sungguh Silvery tak habis pikir. Memangnya dia kurang kerjaan, hingga harus memantau suami nya 24 jam. Bukannya dia tak paham daun muda yang di maksud oleh sang suami. Dia hanya malas memperpanjang perdebatan tak penting.


"Sin mau nya bersama ku dad, hanya sebentar. Kami ke butik kita juga, dan di sana semua karyawan nya wanita." Ujar Silvery berusaha bernegosiasi.


"Big no! jangan membantah sayang, atau kau memilih aku pulang sekarang juga? tentu kan pilihan mu." Sahut Satya tersenyum penuh kemenangan. Dia tau istri nya pasti tak akan membiarkan nya meninggal kan pekerjaan yang belum tuntas hanya karena masalah sepele seperti ini.


"Kau benar-benar menyebalkan dad!" Sungut Silvery kesal. Sedangkan Satya tertawa renyah, dia menang lagi dalam perdebatan mereka.


"Sebentar, aku akan menghubungi Sintus dulu tetap di tempat mu sayang." Ujar Satya penuh peringatan.


Silvery hanya bisa menghela nafas panjang, suami nya benar-benar menyebalkan. Namun kasih sayang pria itu yang membuat nya tak pernah meragukan sang suami, meski tau jika banyak bibit-bibit hama bertebaran untuk menggeser posisi nya.


"Oke! pastikan kau menjaga putri ku dengan baik, dan jangan terlalu sering melirik kaca spion tengah. Atau mata mu akan aku colok menggunakan obeng kembang." Ujar Satya di sambungan telepon seluler nya. Silvery lagi-lagi hanya bisa menggelengkan kepalanya, melihat bagaimana posesif nya sang suami pada anak-anak nya mereka.

__ADS_1


Tok tok tok


Suara ketukan pintu membuat Silvery lekas menurunkan ujung daster nya, dan itu membuat Satya mengernyit waspada.


"Siapa sayang? kau tidak mengundang gigolo bukan? jika kau melakukan nya akan aku ledakan kedua telur nya, aku cincang-cincang batangan nya yang tak seberapa itu!" ancam Satya kini berdiri tegak di depan laptop nya. Pria itu terlihat sangat gelisah.


"Astaga! suami ku benar-benar sudah tak tertolong lagi, ya Tuhan! ini ujian apa musibah sih!" gerutu Silvery bergumam kecil. Wanita itu berjalan menuju pintu semakin membuat Satya was-was.


Klek


Terlihat wajah penuh senyum manis Selome di depan pintu, pria itu memeluk selimut kesayangan nya.


"Aku akan menemani mommy tidur agar tak kesepian." Ujar Selome langsung nyelonong masuk sebelum sempat Silvery menjawab apapun.


Silvery menggaruk tengkuknya kebingungan sendiri.


"Selomita!" tekan Satya mengeras kan rahangnya.


"Keluar dari kamar istri ku, kau sudah besar apa kau tidak malu hah!" sungguh Selome ingin melompat-lompat kegirangan setelah berhasil membuat ayah nya bagai terbakar api.


"Seharusnya daddy senang, wanita kesayangan daddy ini tak kesepian. Dan ya, aku akan mengganti kan daddy untuk memeluk mom nanti malam. Sekarang aku mau merapikan tempat tidur ku, semalam aku ngompol, tet toet tet toet..." Selome menyanyikan lagu kanak-kanak dengan lirik yang sedikit melenceng dari jalur.


Asap di kepala Satya sudah mengepul bagai gedung kebakaran hebat.

__ADS_1


"Kau..!"


Tok tok tok


Satya melirik daun pintu depan tatapan menghunus tajam. Pelampiasan datang tepat waktu.


klek


David merasakan hawa negatif kala kepala nya baru menyembul masuk.


"David Bekam, apa kepentingan mu sampai harus mengacaukan sore ku? aku harap sangat penting hingga kau nekat mengantarkan nyawamu kepada ku secara suka rela." Ujar Satya membrondong David dengan kalimat mengerikan.


David menarik nafas dalam-dalam, dia harus lebih sabar. Berharap kesabaran nya akan berdampak positif pada aliran dana di rekening nya.


"Begini tuan, perwakilan perusahaan Renggo Group ingin memajukan jadwal pertemuan. Di jadikan setengah jam dari sekarang. Demikian informasi yang dapat saya sampaikan, selebih dan kurang nya, saya mohon maaf." Ucap David diplomatis.


Satya mendengus kesal, dia bahkan belum mandi.


"Baiklah, keluar dari kamar ku. Aku tak mau di sangka beradu pedang dengan mu. Iyuuihhhh! nehi nehi kah yaauw!" cerocos Satya mendelik kesal.


Sang asisten merasakan bulu kuduk nya meremang kala mendengar kalimat ngaur sang atasan.


Setelah David pergi, Satya kembali fokus pada seonggok manusia yang kini tengah mengisi sisi ranjang nya. Sungguh hati nya tak rela, tak peduli jika itu adalah putra nya sendiri.

__ADS_1


"Sayang? mom?!" panggil Satya saat tak mendapati jawaban sang istri di seberang sana.


"Aku sedang mengganti baju tidur dad. Bersiaplan, aku tak akan kemana-mana selama kau tak di rumah. Jangan khawatir lagi, okey?. Satya terlihat mengangguk meski hati nya masih di liputi kegalauan hakiki.


__ADS_2