Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Hukuman selesai


__ADS_3

Tiga bulan serasa tiga tahun lama nya bagi Harland yang sudah tak mampu lagi membendung rindu. Harland baru saja keluar dari gedung kantor Roxy Sanders Group. Kini langkah nya tertuju ke arah taksi online yang sudah menunggu nya di depan pos jaga.


"Mas Harland udah mau pulang?" tanya sekuriti itu ramah, dia mengenal Harland dengan baik dari semenjak pria itu menjabat sebagai CEO di kantor tersebut.


"Ya pak, mau jemput keponakan.." jawab Harland tersenyum ramah.


"Oke mas, hati-hati. Salam buat neng Resy ya..."


"Siap kang Bejo..!" seru Harland dari dalam taksi yang jendela nya sengaja dia buka. Kegiatannya selama dua bulan ini selain bekerja, dia juga sering menjemput Resy di penitipan anak yang masih berada dalam lingkungan sekolah nya. Sang pengasuh tidak lagi bekerja dengan Andre karena di jodohkan oleh orang tua nya dengan anak juragan di kampung nya. Wanita itu tak bisa menolak terutama kata cinta tak kunjung keluar dari bibir Andre.


Jadi lah dia dan Andre secara bergantian menjaga Resy kecil yang malang. Sementara ibu nya entah di mana. Semenjak rumah Andre di jual ,dan sekarang hanya menempati rumah sederhana minimalis bersama putri nya. Sindy sudah tak pernah lagi terlihat.


Andre rupa nya di tipu oleh rekan bisnis nya. Sekembali nya dari kota S satu minggu kemudian, mobil yang ya beli tak kunjung tiba. Setelah di telusuri, mobil-mobil tersebut telah di beli oleh orang lain dan rekan bisnis nya itu menghilang bagai angin. Andre harus menelan pil pahit. Mau tak mau Andre harus menjual rumah nya untuk modal hidup dan usaha baru nya, belum lagi biaya sekolah sang anak yang cukup mahal.


Andre ingin putri nya mendapatkan pendidikan yang baik. Untuk itu separuh harga rumah tersebut dia pakai untuk melunasi uang sekolah Resy selama dua tahun penuh. Sisa nya dia belikan rumah sederhana dengan dua kamar tidur kecil. Lalu sebagian uang nya dia pakai untuk membuka warung makan, yang kini di kelola bersama Harland setelah pria itu pulang bekerja.


Sebenar nya bisa saja Resy tak perlu di titip kan, namun anak kecil itu mengikuti kelas tambahan hingga pukul 3 sore. Harland meminta agar Andre tak perlu bolak balik karena jarak yang lumayan jauh dari warung makan tersebut. Dia pulang bekerja pukul 5 sore, Resy akan di titip hanya dua jam saja, lagi pula gadis kecil itu bisa sambil bermain bersama anak-anak lain sembari menunggu Harland menjemput nya.

__ADS_1


Di warung sang ayah Resy akan bosan, karena walaupun kecil warung makan ayah nya sangat ramai pengunjung. Andre tak sempat sekedar duduk menemani nya bermain. Pria itu hanya punya satu karyawan saja bagian masak, dan Andre sebagai pelayan bagi pembeli. Dia tak ahli memasak, hingga seorang teman dari panti nya dulu meminta pekerjaan pada nya di saat dirinya tengah terpuruk. Dan terbersit lah ide untuk membuka usaha tersebut.


"Paman..!" seru Resy girang. Orang yang dia tunggu-tunggu sudah datang menjemput nya.


"Maaf, paman sedikit terlambat. Apa kau sudah sejak tadi duduk di luar sini?" Harland mengusap rambut tebal keponakan nya dengan sayang.


"Baru saja, miss Regina ada urusan keluarga jadi tadi tak bisa menunggu ku lebih lama." Jelas saja dia berbohong, semenjak tau diri nya tak lagi tinggal di perumahan mewah. Sikap guru nya pun berubah. Setiap hari sebelum jam yang seharusnya, Resy akan di suruh menunggu di luar gerbang sekolah. Gadis itu tak banyak tingkah, hanya bisa menuruti nya saja. Dia tau tatapan jengah para guru dan teman-teman nya. Karena setiap hari dia hanya di antar menggunakan sepeda motor butut milik sang ayah. Tak ada lagi mobil seperti biasa nya, karena ikut di jual oleh Andre untuk mencukupi kebutuhan mereka. Terutama uang sekolah Resy yang mencapai puluhan juta pertahun.


Harland menatap datar ke gerbang sekolah, dapat dia lihat guru keponakan nya bersembunyi di balik pohon bunga di halaman sekolah tersebut. Bibir nya membentuk seringai venom. Ada saat nya orang-orang tak berhati tersebut mendapat karma nya


"Ya sudah ayo, kita pulang ke rumah dulu ya...abis ganti baju dan mandi kita ke warung, sekalian bawakan papa baju ganti." Begitu lah keseharian kedua nya. Hari ini Harland lebih banyak tersenyum. Dia tak sabar menunggu kejutan dari Rosy dan anak-anak nya. Entah kenapa dia sangat berharap wanita itu mendatangi nya dan mengatakan jika hukuman nya sudah selesai.


"Lagu bahagia ya mas nya" kekeh sopir tersebut mencoba beramah-tamah.


"Ya pak, kangen anak-anak dan istri." Jawab Harland tanpa ragu. Benar, Rosy akan menjadi istri nya kembali apa salah nya berucap lebih dulu. Bukan kah kata-kata adalah doa.


"LDR ya mas nya?" lanjut si sopir mulai kepo.

__ADS_1


"Ya pak, istri saya bekerja di kota S. Dia wanita hebat, seorang desainer ternama. Dulu nya seorang dokter bedah terbaik di kota ini. Saya beruntung memiliki nya.." pamer Harland terlihat begitu bersemangat menceritakan tentang sang mantan pada sopir tersebut.


"Wah! mas nya beruntung, jarang ada seorang istri yang bisa menerima kondisi suami nya yang di berada di bawah nya." Ujar si sopir ceplas-ceplos. Seragam yang di pakai Harland menjelaskan pekerjaan pria itu tanpa perlu di tanya.


"Ya pak, saya sangat beruntung. Istri saya sangat setia dan baik hati." Sahut Harland membenarkan.


"Maaf mas, saya jadi kepo dan lancang" ujar sang sopir tak enak hati.


"Tidak apa-apa pak. Bapak benar kok, saya tidak merasa tersinggung sama sekali." Senyum tulus Harland membuat sopir tersebut tersenyum lega.


Setiba di rumah kontrakan nya, Harland kebingungan. Mendapati pintu rumah nya tidak terkunci. Seingat nya dia menguncinya sebelum berangkat bekerja tadi pagi. Atau karena terburu-buru dia lupa, bisa jadi.


"Mandi lah, abis itu kita ke warung. Paman mau siap-siap dulu." Harland masuk ke kamar sempit nya, untuk mengistirahat kan tubuh lelah nya di kasur lipat yang tiga bulan ini setia menemani malam sepi nya. Hari ini rasa nya lebih lelah dari biasa nya, karena dia harus membersihkan dua lantai seorang diri. Belum lagi membantu team nya di lantai bawah. Sungguh meleleh kan. Saat mata nya hampir tertutup, sekelebat bayangan tertangkap indera penglihatan nya.


Deg


Jantung Harland berpacu kencang, ada perasaan tak biasa mengusik ketenangan hati nya.

__ADS_1


"Rosy.." Lirihnya bergumam pelan.


βˆ†Jangan lupa taburi jejak-jejak cinta kalian ya guys πŸ™πŸ₯°πŸ˜š Apalah daya tulisan receh ini tanpa dukungan dari pembaca hebat seperti kalian πŸ€—πŸ€—πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_2