
Mishy mengangkat tubuh mungil Mima yang sudah mencapai berat 2,3kg. Mishy sungguh merawat keponakan nya dengan sangat baik. Memberikan perawatan maksimal untuk bayi mungil itu.
"Berat badan nya sudah cukup untuk di bawa berkenalan dengan dunia luar, juga bertemu dengan kakak nya, Miguel. Aku tau kau tak akan peduli, jadi aku memutuskan untuk menjadikan putri ku saja. Nama nya, Minima Pradipta. Mengingat jika aku sudah masuk dalam klan mendiang suamiku tersayang. Kau pasti iri bukan? Mima begitu beruntung karena bisa menyandang nama dari pria yang kau cintai hingga membuat mu hilang akal." Ucap Mishy penuh ledekan. Meski sakit mengingat bagian itu, dia tetap berusaha terlihat kuat di hadapan musuh nya.
"Kelak saat aku berhasil bebas dari tempat terkutuk ini, kau orang pertama yang akan aku lenyap kan. Lalu aku akan memanfaatkan Miguel dengan segala cerita dusta untuk menghasutnya. Lalu melenyapkan anak yang akan kau lahir kan itu, juga bayi yang pembawa sial di dekapan mu. Akan aku potong tubuh kalian hingga beberapa bagian, lalu ku tenggelam kan ke dasar danau sebagai makanan para hewan air di sana."
Ucap Resy dengan kejam lalu tertawa kencang, seseorang di balik pintu mengepalkan kedua tangan nya erat. Mendengar kalimat tak manusiawi dari wanita, yang sudah membuat nya terlahir meski akhir nya tak di ingin kan.
Langkah nya memutar meninggalkan tempat itu. Benar, tempat itu tempat terkutuk, karena menampung wanita hina dengan moral rendah seperti Resy.
"Untung saja pendengaran mu belum peka sayang, sehingga kau tak perlu mendengar suara anjing melolong. Apa kau pernah mendengar pepatah mengatakan, anjing mengendus lebih baik dari pada melihat? Itu pepatah lama, kau cukup beruntung karena penglihatan dan pendengaran mu belum cukup kuat dan peka. Jadi kau tek perlu mendengar juga melihat kenyataan, jika ibu mu adalah sejenis hewan yang menggonggong tersebut." Ucap Mishy pada bayi merah yang tak akan memahami makna kalimat penuh sindiran nya.
Resy mengeram marah karena merasa terhina oleh ucapan Mishy. Mishy menyamai nya dengan hewan tak bermoral tersebut, sungguh membuat nya merasa tak berharga.
"Dan lihat, anak anjing yang kau dekap itu. Apa kau masih berminat untuk menjadikan nya putri mu, hah?" Seru Resy dengan seringai mengejek .
"Dia bayi anjing kecil yang menggemaskan, akan aku latih menjadi anjing penurut dan mengerti arti kasih. Sehingga kelak dia tak akan membalas dengan menggigit ku, setelah ku berikan kasih sayang tak terhingga." Telak! Resy kalah telak. Wanita itu tertampar sakit oleh kenyataan, dulu diri nya seperti anak anjing kecil. Masuk ke dalam lingkaran klan Sanders dan mendapatkan segala nya. Kasih sayang dan perhatian tak terhingga, namun dia membalas nya dengan mengoyak habis orang-orang yang telah memberi nya makanan terbaik yang mengenyangkan.
Melihat Resy terdiam, Mishy meninggalkan ruangan tersebut lalu kembali mengunci nya. Dia harap Resy mau belajar setelah ini, banyak pelajaran yang tanpa Resy sadari telah Mishy berikan untuk menyadarkan nya. Sayang sekali wanita yang di liputi banyak ambisi tersebut, melewatkan nya begitu saja.
__ADS_1
Seseorang tak akan benar-benar belajar, jika dia tak berniat untuk merubah dirinya sendiri. Tak akan ada hikmah dari sebuah kejadian, jika dia tak mau membuka mata hati nya untuk melihat kebaikan hati orang lain. Begitu pula Resy, ambisi, dan sikap egois nya telah menguras habis sisi nurani nya hingga ke dasar paling dalam.
Apa yang orang lain lihat mungkin buruk, karena tega mengurung seorang wanita hamil dan memberi nya hukuman. Tak ada yang tau, setelah melakukan nya, Mishy menangis dalam keheningan di dalam kesendirian nya. Hati nya pun sakit karena harus melakukan hal buruk itu, namun untuk menyadarkan seorang Resy, butuh cara yang paling ekstrim agar wanita itu terbangun dari mimpi buruk nya sendiri.
πΉπ·πΉπ·πΉπ·πΉ
Meninggalkan Mishy dalam usaha nya untuk mengembalikan nurani sang sepupu, Odion kini tengah berjuang mati-matian untuk mendapatkan kembali hati wanita yang dia lukai harga diri nya.
Kejadian 6 bulan yang lalu, telah membuahkan benih unggul di rahim Maya. Odion sudah berusaha dengan berbagai upaya, agar Maya mau dia nikahi. Sayang nya, pendirian wanita itu Sekokoh karang. Sulit untuk di lunak kan.
Seperti hari ini, Odion layak nya seorang penguntit seperti yang sudah-sudah. Berdiri di balik tirai di mana di sisi lain tirai itu, Maya tengah melakukan pemeriksaan Ultrasonografi.
"Rutin..entahlah.. kadang aku melupakan nya sewaktu-waktu jika terlalu lelah bekerja. Apa kondisinya buruk, dokter?" ujar Maya sedikit ragu, wanita itu benar-benar mencemaskan bayi nya. Walau dia membenci ayah dari janin nya, namun kasih sayang nya sangat besar pada bayi tak berdosa itu.
"Akan buruk jika anda tidak memperhatikan kesehatan tubuh anda, karena kesehatan tubuh anda berpengaruh besar pada pertumbuhan nya. Apa tidak sebaiknya anda berhenti bekerja, maaf jika aku lancang. Hanya saja, kondisi ini tak bisa di biarkan terus menerus. Lihat bobot nya, tak mencapai berat yang seharusnya. Perbanyak lah beristirahat, anda seharusnya melakukan bed rest total selama beberapa hari. Untuk menghindari kelahiran prematur, jika anda tetap memaksa kan diri." Nasihat sang dokter prihatin.
Odion menekan dada nya yang sesak, Maya bekerja keras di restoran demi mengumpulkan uang untuk biaya rumah sakit juga biaya hidup nya. Wanita itu menolak segala macam bantuan nya selama ini. Sang dokter bukan tak tau akan kehadiran Odion, mereka bekerja sama agar Maya tak mengetahui kehadiran ayah dari bayi nya.
Maya termenung di pembaringan nya, menatap nanar layar besar yang memperlihatkan bayi mungil tengah meringkuk menghisap jempol nya. Sungguh menggemaskan. Air mata nya menetes tak tertahan. Dia tak ingin kehilangan bayi nya, satu lagi penyemangat dalam hidup nya yang kesepian. Sang adik tak kunjung bangun, itu membuat nya semakin rapuh.
__ADS_1
Usapan lembut di pipi nya membuat Maya terkesiap, betapa terkejut nya Maya saat melihat siapa yang tengah menggenggam erat jemari nya. Odion terlihat menangis sambil menenggelamkan wajah nya di sisi perut Maya yang masih terbuka.
"Maaf kan papa sayang, bertahan lah di dalam sana. Papa tak ingin kehilangan mu, papa menyayangi mu juga ibu mu, sangat." Lirih Odion berbisik pelan di sisi perut Maya. Bayi tersebut menggeliat seolah tau jika ayah nya ada di sana. Berputar posisi hingga dokter kembali memutuskan untuk melakukan USG. Karena posisi janin yang miring, sangat sudah untuk menentukan jenis kelamin nya.
"Selamat nyonya, tuan..bayi anda perempuan. Lihat ini," sang dokter menjelaskan secara rinci tentang segala hal yang berkaitan dengan jenis kelamin sang anak.
"Dia tersenyum, lihatlah..dia pasti merasakan kehadiran ayah nya. Perkembangan psikologis janin bisa di lakukan dengan sering mengajak nya mengobrol. Itu bagus untuk menstimulasi perkembangan otak nya. Anda harus sering-sering melakukan nya tuan, mungkin dengan terapi sederhana itu, perkembangan pertumbuhan nya pun ikut berpengaruh pesat." Nasihat sang dokter menjelaskan teori medis nya.
Maya terdiam, wanita itu masih tak percaya Odion ada di sana bersama nya. Namun dia tak mampu menyangkal, ada rasa hangat menjalar dalam hati nya, kala Odion berbisik pada anak mereka. Usapan lembut telapak tangan Odion di permukaan perut nya sungguh menenangkan.
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
...----------------...
...Jangan lupa tinggalkan jejak dan dukungan kalian ya guys, hari ini othor bakal crazy lagi, crazy up maksud nyaππ€...
...Agak siangan dikit yaa, karena mau mengurus berbagai macam Persiapan pemeriksaan si mungil othor ππ₯°...
...Doa kan semoga semua hasil nya baik, supaya othor bisa lebih tenang dan semangat dalam berkarya πππ€π€...
__ADS_1
...Luv yuu kalian semua pembaca yang hebat dan setiaπ€π₯°π€π₯°...