
Setelah hampir 10 menit dalam posisi tersebut, tubuh Resy bergetar hebat. Hingga akhirnya ambruk di atas tubuh Heru. Nafas nya turun naik akibat pelepasan luar biasa yang dia alami.
Heru pun terdiam, saat Resy tak lagi bergerak. Meski ada denyut yang sama di bawah sana, dia berusaha menahan nya. Dia takut akan kebablasan menumpahkan benih toge nya di dalam rahim sang nona majikan.
"Terimakasih Heru..kau hebat..aku puas..mau lanjut kan? kau masih belum keluar, kan?" Heru hanya mengangguk, Resy mengode ke arah ranjang. Dan otak Heru langsung bekerja cepat. Di angkat nya tubuh polos yang masih menyatu dengan nya bagai terkena lem tikus.
Pergumulan kembali terjadi, kali ini Heru mulai menunjukkan kebolehannya dalam menguasai permainan penuh peluh tersebut. Beberapa kali Resy mengejang saat meraih puncak nya, dan Heru masih bertahan meski sudah sangat ingin melepaskan tembakan super nya.
Namun mengingat belum tentu besok akan mendapatkan menu makan malam seperti ini lagi. Heru lebih memilih memperpanjang tempo permainan walau beberapa kali harus menahan ledakan besar di bawah sana. Mumpung gratis, maka nikmatilah sepuasnya. Itulah yang Heru pikirkan saat ini.
Satu jam lebih permainan, akhirnya Heru menyerah juga. Semburan lava pijar nya bertebaran masuk menuju inti bumi milik Resy. Resy pun kembali mengalami pelepasan yang entah untuk ke berapa kali nya. Tubuh nya lemas tak berdaya, perut nya bahkan sudah terasa sangat sakit akibat guncangan dan hentakan yang di lakukan oleh Heru.
Heru benar-benar murid yang baik, mempraktekkan semua teori yang pernah dia lihat tanpa terkecuali. Resy bahkan sampai menangis, entah karena kesakitan atau keenakan.
"Terimakasih nona, untuk makan malam nya.. ini pengalaman pertama saya, sekarang saya sudah tidak perjaka lagi. Tapi saya tidak akan menuntut nona karena telah merenggut keperjakaan saya. Saya ikhlas lahir batin. Kalau nona mau lagi, saya siap. Tongkat sakti saya juga siap nona, di jamin memuaskan. Tidak rugi saya rajin minum jamu emak di kampung. Biar tongkat sakti saya tidak malu-maluin." Cerocos Heru yang baru saja berguling dari atas tubuh sang nona majikan kesayangan nya mulai sekarang.
Resy terdiam tak menanggapi, deru nafasnya nya pun masih turun naik. Heru berbaring miring kemudian menjawil ujung dada Resy dengan berani.
"Heru! jangan keterlaluan, jika sampai suami saya tau kau meniduri istri nya. Maka nasibmu akan berakhir di penjara, saya akan mengatakan jika kau memperkosa ku. Suami ku pasti akan langsung percaya, kau sudah membuat lecet milik ku. Dasar maniak..!" desis Resy marah. Namun dia pun menikmati nya, rasa sakit dan nyeri itu baru terasa setelah dirinya puas merengkuh nikmat nya.
Heru lekas duduk kemudian memungut pakaian nya yang berserakan di lantai. Pria kampung seperti nya paling takut jika sesuatu menyangkut jeruji besi. Niat nya hanya ingin mencari rejeki, namun jika di berikan rejeki tambahan pun dia tak menolak. Toh dia tak meminta apa lagi memaksa. Namun mengingat dia hanya orang kecil, dia jelas tak akan menang. Lebih baik mencari aman, untuk kebaikan dirinya dan sang paman tentu nya.
Setelah kepergian Heru dari kamar nya, Resy meraba bagian bawahnya yang terasa membengkak luar biasa. Bagaimana tidak, benda berurat panjang itu sesuka hati menumbuk nya seperti menumbuk padi. Hingga lecet dan mengelupas.
"Semua ini gara-gara Nathan sialan! akan ku balas kesakitan ku ini nanti, kita lihat saja seberapa kuat kau terus menghindari ku." Resy bergumam kesal. Lalu beranjak menuju kamar mandi, namun baru langkah pertama saja, tubuh nya langsung merosot ke lantai. Bagian inti nya membengkak sempurna, sehingga sangat sakit dan sulit untuk berjalan.
__ADS_1
Resy menangis meraung-raung di dalam kamar nya, memukul dada nya yang terasa sesak. karena Nathan dia rela mengotori tubuhnya untuk di jamah seorang security rumah nya sendiri. Sungguh memalukan.
πΉπ·πΉπ·πΉπ·πΉ
Meninggalkan Resy dalam penderitaan dan rasa sakit nya. Beralih ke Roky yang terus tersenyum menatap layar ponselnya. Pria setengah abad itu benar-benar di landa pubertas tingkat tinggi.
Sebelum pergi, Roky menyempatkan meminta nomor ponsel Andin. Dengan alasan agar mudah untuk menghubungi nya besok ketika akan mengajak makan siang. Nyatanya, baru beberapa menit mobil Andin dan ibu nya meninggal halaman rumah sang adik. Roky sudah mengirimkan beberapa pesan teks beruntun.
Dan sekarang ke-dua nya tengah berbalas pesan singkat. Meski beberapa kali Andin memberikan kode jika dirinya sudah mengantuk namun sepertinya Roky pura-pura tak mengerti. Ternyata menjadi polos dan pura-pura bodoh sewaktu-waktu itu perlu. Contoh nya sekarang. Dengan pura-pura bodoh, dia masih bisa terus bertukar pesan dengan sang pujaan.
"Aku merindukan mu, ah tidak! terlalu lebay... Bagaimana dengan, selamat malam, mimpi yang indah dan jangan lupa bermimpi tentang ku. Ah tidak tidak, terlalu alay." beberapa kali Roky mengetik kemudian menghapus pesan nya.
"Selamat malam bidadari, selamat beristirahat dan bermimpi indah. Ah, cukup. Begini saja lebih baik." Akhir nya Roky Berhasil mengetik pesan terakhir sebagai ucapan selamat malam untuk Andin.
Sementara Andin tersenyum-senyum sendiri sejak tadi, dia tau jika Roky beberapa mengetik pesan yang kemungkinan di hapus oleh pria itu. Dilihat dari panjang kalimat yang di kirim oleh Roky, bisa di pastikan jika Roky pasti sedang mencari kata-kata yang tepat sebagai penutup obrolan malam mereka.
Roky meminta Andin memanggilnya dengan sebutan mas, karena tak ingin di sangka sedang berjalan dengan baby gula nya, jika di tempat umum Andin keceplosan memanggil nya paman.
πΉπ·πΉπ·πΉπ·πΉ
Wira menatap potret wanita di layar ponsel nya, wanita yang belum berhasil dia raih hati nya. Kecewa, sedih dan entah apa lagi. Pria itu kembali meneguk minuman haram di depan nya.
"Aku akan benar-benar melepaskan mu jika ku lihat kau sudah berbahagia dengan pilihan mu, Sy. Meski hatiku tak akan pernah rela, namun aku akan berusaha untuk mengikhlaskan." Gumam Wira di sela keputusan asaan nya.
Bergender menatap iba pada Wira, yang dia sangka telah mengalami penyakit patah hati.
__ADS_1
"Hai...apa boleh aku duduk di sini menemani mu?" Wira menoleh sekilas, kemudian tersenyum penuh arti.
πΉπ·πΉπ·πΉπ·πΉ
Resy memutuskan untuk tidak kemana-mana, semalam dia demam akibat percintaan nya dengan Heru yang menggebu-gebu.
Milik nya sudah sedikit membaik meski masih meninggalkan rasa nyeri. Paling tidak sudah bisa berjalan walau tertatih-tatih. Mengingat itu, Resy teringat saat dia melahirkan putra nya, yang saat itu bahkan dia tidak tau laki-laki atau perempuan. Karena sesaat setelah di lahir kan, Resy langsung memotong tali pusar sang anak dengan kater lalu membungkus anaknya dalam jaket.
Lalu di guling kan ke dalam danau. Dia ingat masih sanggup berjalan normal meski terasa perih. Berbeda dengan saat di tiduri oleh security rumah nya, seperti baru saja melahirkan bayi kembar tiga. Benar-benar benda laknat mengerikan. Entah ramuan apa yang membuat benda itu begitu besar dan panjang.
Resy bergidik ngeri namun masih terbayang kenikmatan nya. Terlintas ide gila di kepala nya menjadikan Heru sebagai selimut malam nya kala kesepian melanda. Senyum nya merekah sempurna. Resy benar-benar menjelma menjadi Sindy versi kedua.
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
...Oke guys, udah crazy up 6 bab nonstop. Semua tergantung proses review π€π. Tolong upeti nya yaa, kalau tidak memberatkan kisanak dan nyisanak sekalian.πΉπΉπΉπΉ...
...Mohon maaf jika Typo bertebaran, othor lagi buat orderan kue 4 loyang dan lumpia goreng 15 mika sambil nyambi ngetik-ngetik manja. Layar ponsel pun sudah belepotan dan beraroma amis telurππ...
...****************...
Sedikit curhat ya guys π
Bagi yang merasa tidak berkenan dengan alur novel ini, mohon tinggalkan saja. Karena percuma di favorit, kemudian di unfav lagi. Dan begitu berulang-ulang. Itu mempengaruhi rating sebuah karya reader baik hati dan ber attitude baik. Entah apa maksudnya, othor juga tak tau. Jadi lebih baik beralih pada novel dengan kualitas yang lebih mumpuni, saya penulis receh dan pemula.
Tidak masalah dengan beragam jenis komentar, asal jangan menjadikan novel ini sebagai ajang permainan. Tidak suka, melipir lah ke novel lain. Sistem informasi noveltoon sangat akurat untuk melihat nilai statistik dari pertumbuhan novel seorang penulis.
__ADS_1
Jadi saran saya, lebih baik baca saja tanpa favorit itu lebih baik. Tidak suka pun, cukup tinggalkan saja, okeπ€π€ππ