Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Pasar malam


__ADS_3

Selome terlihat gelisah menunggu kepulangan Mallika. Gadis itu tak kunjung kembali setelah berpamitan dua jam yang lalu.


"Ck! benda berharga apa sih yang gadis itu ambil hingga berjam-jam lamanya?" gerutu Selome kesal sendiri. Sudah lebih satu jam dirinya mondar mandir seperti setrika laundry, karena gelisah menanti kepulangan Mallika.


Sila menatap jengah pada saudara satu kantong ketuban dengan nya itu.


"Mallika akan pulang sendiri kak, kau begitu juga tak akan membuat nya tiba-tiba muncul di hadapan mu kecuali kau menjemput nya." Tegus Sila sedikit gemas dengan kelemotan sang kakak.


Selome terdiam lalu tersenyum lebar, kenapa tak terpikir kan sejak tadi untuk menjemput gadis itu?


"Terimakasih Sila saudari ku terkasih, ide mu sangat cemerlang." Ujar Selome bersemangat kembali. Pria itu masuk untuk mengambil kunci mobil juga jaket nya di dalam kamar.


Sebelum keluar, Selome memastikan terlebih dahulu penampilan nya. Di rasa sudah sempurna, Selome tersenyum manis ke arah cermin.


"Jangan khawatir Selome, kau tampan, kaya dan wanita tak akan pernah bisa menolak pesona mu." Ucap Selome pongah lalu menyisir rambut nya menggunakan jari.


Sementara di tempat lain, Mallika terlihat menikmati malam yang indah bersama Geko. Kedua nya memutuskan ke sebuah taman bermain di pasar malam tak jauh dari tempat mereka makan.


Mallika terlihat begitu bahagia, senyum terus tersungging di bibirnya tanpa henti. Suara tawa renyah sesekali terdengar kala ada sesuatu yang menggelitik hatinya.


"Ini seru sekali, aku tak pernah pergi ke tempat seperti ini sebelumnya." Tutur Mallika dengan nada ceria. Gadis itu sedang melakukan permainan lempar gelang.

__ADS_1


"Kalau begitu aku akan sering-sering mengajak mu ke tempat seperti ini. Kau tak perlu membayar untuk masuk kemari, cukup bayar untuk bisa bermain saja dan itu tak semahal di mall." Terang Geko ikut tersenyum senang. Sudah sejak lama dirinya menyukai Mallika, melihat kepolosan gadis itu membuat nya tertarik untuk mendekati nya.


Rasa penasaran itu akhirnya berubah menjadi perasaan menyukai dengan hati. Di tatapnya wajah cantik Mallika dari samping, senyum Geko kembali mengembang.


"Kau ingin mencoba permainan lain? bagaimana dengan bianglala? apa kau mau mencoba nya?" tawar Geko menunjuk permainan lain yang belum Mallika coba. Mallika terlihat berpikir sejenak, rasa takut lebih mendominasi dari pada rasa penasaran nya.


Mallika takut ketinggian, itu kenapa diri nya tak langsung menjawab.


Mengerti keterdiaman Mallika, Geko menawarkan permainan lain.


"Tak perlu naik ke sana jika kau takut, bagaimana dengan baik kuda itu saja. Hanya berputar di tempat saja bukan menanjak naik." Ujar Geko menawarkan menaiki komedi putar tak jauh dari tempat mereka berada.


Mallika mengangguk cepat, "boleh, yang itu saja." Ucap gadis itu bersemangat. Kedua nya menuju loket pembelian karcis masuk ke sana.


"Tega banget sih, kacang kedelai bohong. Dasar kecap!" Umpat Selome dengan kedongkolan hati yang bercokol menguasai jiwa nya.


Di saat Selome kelimpungan mencari keberadaan Mallika, gadis itu justru tengah asyik menikmati keriuhan suasana pasar malam bersama Geko. Tanpa tau jika karena ulah nya seorang pria kelimpungan mencari nya.


"Ini apa sih? enak banget tau. Kok makanan seenak ini tidak ada di jual di outlet makanan di mall-mall? enak banget loh ini." Komentar Mallika mengagumi rasa nikmat jajanan ala pasar malam. Apa pun jenis nya akan Mallika coba tanpa ragu.


Geko tersenyum Senna, tak masalah mengeluarkan budget lumayan demi menyenangkan gadis pujaan nya. Meski sampai kini masih belum berani dia ungkapkan secara gamblang. Hanya berupa perhatian kecil yang coba dia wakilkan, namun seperti nya gadis itu belum mampu mencerna sejauh itu.

__ADS_1


"Tambah saja lagi, kau mau mencoba pentol bakar? cireng ayam atau ikan? beli saja mumpung kita di sini, di mall kau tak akan menemukan seperti ini." Ucap Geko menawarkan berbagai jenis makanan yang belum pernah Mallika coba sebelum nya.


"Aku tak membawa uang yang banyak, aku takut kita akan di suruh mencuci gerobak nya jika tak bisa membayar." Bisik Mallika meringis menahan malu. Dia bahkan tak tau berapa harga makanan yang diri nya makan. Mengingat harga jajanan di mall-mall, membuat Mallika khawatir uang nya tak akan cukup untuk membayar nya nanti meski dia masih ingin mencoba banyak makanan.


"Uangku masih cukup, harga nya juga tak mahal. Yang kau makan itu seporsi hanya 10 rb rupiah saja. Dan yang tadi 15 rb, yang itu 8 rb, es cup itu hanya 5 rb. Jadi 100 rb siap-siap perut mu akan melembung seperti balon." Ujar Geko terkekeh kecil. Sangat lucu ketika melihat ekspresi kaget di wajah Mallika. Gadis itu seolah tak percaya dengan apa yang dia dengar, lalu merogoh dompet nya dari dalam tas.


"Apa ini cukup untuk menikmati semua makanan di sini?" tunjuk Mallika mengeluarkan uang pecahan 100 rb rupiah dalam jumlah yang fantastis. Geko melebar kan mata nya saat melihat segepok uang yang Mallika keluar kan dari dalam tas nya.


Dengan buru-buru Geko memasukkan kembali uang tersebut ke dalam tas secara asal.


"Kenapa? kurang ya? tak apa, ayo kita mencari mesin ATM. Ku rasa saldoku masih cukup untuk kita bersenang-senang malam ini." Ujar Mallika dengan polos. Geko menghela nafas panjang, Mallika benar-benar tuan putri bagi kedua orang tua nya. Meski bukan dari golongan para sultan, namun kehadiran nya yang sangat di nantikan. Membuat Mallika begitu di sayangi dan di manjakan oleh kedua orang tua nya.


Wajar saja, apa lagi mengingat jika Mallika adalah anak tunggal.


"Uangmu bisa membuat kita di incar para jambret atau perampok, Mallika." Ujar Geko gemas.


"Kenapa bisa? kita kan sedang di keramaian. Perampok mana berani, ada-ada saja kau ini. Jadi uangku cukup tidak? aku masih ingin makan makanan lain lagi setelah ini." Ujar Mallika antusias.


"Kau bisa membeli separuh isi pasar malam ini dengan uang ku itu Mallika. Malam ini aku akan mentraktir mu, jangan pernah mengeluarkan uangmu lagi di tempat umum kecuali kau akan membayar tagihan. Lagi pula dengan uang 100 rb saja kau sudah bisa makan sepuas nya. Ini bukan restoran atau mall. Ayo kita coba makan sempol ayam di sana, kau pasti menyukai nya." Ajak Geko menarik pelan pergelangan Mallika.


Mallika hanya mengikuti arahan Geko, dia takut akan membuat pria itu marah lalu meninggalkan nya di sana.

__ADS_1


Kedua nya menikmati malam penuh suka cita, sedangkan Selome melalui malam dengan hati di rundung kegalauan setingkat dewa.


Mencari Mallika seperti mencari jarum di tumpukan jerami.


__ADS_2