
Miguel begitu senang mendapat kan banyak cinta dari keluarga sang ibu. Beberapa bulan lagi, usia nya genap 13 tahun. Miguel sudah mengetahui siapa Mishy, dan siapa ibu kandung nya yang tega ingin melenyap kan. Mishy memberitahu kan semua itu tepat saat sang anak berulang tahun ke 12, beberapa bulan yang lalu.
Miguel tumbuh dalam asuhan dan cinta kasih Mishy. Itu kenapa pola pikir nya hampir 100 persen mengikuti sang ibu. Miguel tumbuh lebih dewasa dari usia nya, itu karena dia tak memiliki sosok ayah sebagai seorang pelindung. Hingga Miguel berjanji akan selalu menjadi tameng bagi sang ibu, karena sudah tugasnya sebagai seorang anak laki-laki.
"Apa kau suka cake buatan oma, sayang?" Miguel tengah menyantap cake brownies buatan sang oma, mengangguk cepat dengan mulut penuh. Rosy tersenyum senang sembari mengusap lembut rambut lebat cucunya.
"Suka, rasa nya persis seperti yang mommy buat kan untuk bekal ku ke sekolah. Aku juga suka rasa vanilla, aku biasa nya membagi nya pada anak-anak di panti. Mereka selalu suka apa yang mommy masak. Mommy memang hebat dan aku sangat menyayangi nya." Ujar Miguel tersenyum lebar pada sang ibu.
Diam-diam Rosy mengusap sudut matanya, bisa di bayangkan bagaimana perjuangan sang anak untuk membesarkan Miguel tanpa mereka ketahui. Pantas saja uang jajan Mishy yang sebelumnya selalu bersisa banyak bahkan sering tak terpakai. Selalu raib tak bersisa di dalam rekening pribadi putri nya. Kini dia tau kemana semua uang itu pergi.
"Malam ini menginap lah di rumah oma, oma masih ingin mengobrol banyak dengan mu." Pinta Rosy menatap sang anak penuh harap dan meminta persetujuan. Mishy hanya bisa mengangguk pasrah, sewajarnya memang begitu. Seorang nenek yang menyayangi cucu nya, pasti akan sulit untuk di pisahkan.
"Oma akan meminta bibi Marta untuk menyiapkan kamar untuk mu sayang." Ucap Rosy dengan wajah berbinar.
"Aku tidur dengan mommy saja, oma. Boleh?" pinta Miguel bernegosiasi. Meski sudah remaja, Miguel masih sering tidur bersama Mishy.
__ADS_1
"Baiklah, kamar mommy mu di atas. Kau akan langsung menemukan nya, kau tau maksud oma 'kan?" Miguel mengangguk paham. Pintu kamar sang ibu selalu ada kode rahasia nya.
Semua mata tertuju pada punggung lebar anak laki-laki tampan yang kini tengah naik ke lantai atas menuju kamar sang ibu.
"Apa kakak boleh menginap di rumah mu?" Rosy sontak menoleh, menatap wajah penuh beban di seberang meja tamu di hadapan nya.
"Tentu saja, kenapa menanyakan pertanyaan bodoh seperti itu." Ketus Rosy dengan nada tak suka.
"Rumah ku juga rumah mu, kak. Kau bebas kapan saja berkunjung kemari, aku akan sangat senang menyambut saudara ku." Tukas Rosy membuat hati Roky serasa tercubit keras. Jika saja Sela bisa bersikap seperti sang adik, tentu hati nya akan sangat bahagia. Namun Sela seolah selalu membangun benteng pembatas pada adik nya itu. Entah lah apa yang wanita itu ingin kan.
Sela benar-benar berubah saat Roky menolak untuk mengambil alih kepemimpinan perusahaan farmasi milik sang adik. Gila saja, siapa dia sampai mau merampas hak milik adiknya. Roky sungguh tidak habis pikir, bagaimana bisa Sela mengemukakan ide nya tanpa rasa malu.
"Terimakasih dek, terimakasih Harland. Kau berhasil menjadi suami yang mampu mendidik istri dan anak-anakmu dengan benar. Tak seperti ku, nasib buruk selalu membayangi ku seakan enggan untuk pergi." Lirih Roky menekan sesak di dada nya.
"Aku hanya belajar dari pengalaman masa lalu. Aku tau bagaimana sulit nya mendapatkan kata maaf. Jadi aku tak ingin menjadi bodoh untuk kesekian kalinya. Dan kau, kau tidak lah gagal. Keluarga mu hanya sedang di terpa badai. Cobalah untuk membawa anak dan istri mu menepi. Karena terus memaksa berkendara di saat badai belum reda, sama saja membawamu menuju petaka." Tukas Harland bijak. Pengalaman membuat nya belajar banyak hal.
__ADS_1
Roky sangat sentimentil, saat mengetahui fakta yang dia terima. Untuk itu Mishy masih belum mengatakan fakta lain tentang sang bibi yang sesungguhnya. Siapa Sela yang sebenarnya. Kenapa wanita itu selalu terobsesi dengan klan Sanders. Kenapa sang bibi sangat meratui Resy dari pada ketiga anak kandung nya sendiri.
Mishy yang selalu diam, rupa nya telah mencari tau kebenaran tentang sang bibi setelah kejadian yang menimpa Max yang malang. Ibu pria itu meninggal ketika mengetahui sang anak tunggal telah pergi dalam keadaan mengenaskan. Ayah Max mengalami depresi dan berakhir bunuh diri. Bisnis keluarga itu di akuisisi oleh Mishy tanpa satupun orang yang tau, bekerja sama dengan sang mantan orang kepercayaan keluarga Sanders, Robin. Semua menjadi terkendali.
Kini perusahaan IT itu di kelola oleh orang kepercayaan Robin. Karena tidak baik baginya jika berkecimpung langsung di sana. Rosy yang cerdas pasti akan mencari tau, siapa pemilik perusahaan tersebut. Kenapa dia bisa terlibat dalam lingkup perusahaan keluarga Subakti, yang diketahui telah berpindah tangan pada pemilik anonim.
Bukan tanpa alasan Mishy mengakuisisi nya, dia ingin Miguel kelak yang akan mengelola dan melanjutkan perusahaan keluarga kandung ayah nya. Meski di kehidupan nyata, semua orang telah menganggap keluarga Subakti telah putus garis keturunan nya.
Miguel terlahir dengan membawa dua beban sekaligus di pundak nya. Sebagai seorang Sanders, juga sebagai seorang Subakti.
🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹
Sela terlihat gelisah, beberapa kali wanita itu terlihat menghubungi seseorang namun tidak di gubris. Dengan kesal Sela membanting ponsel nya ke atas sofa ruang keluarga.
"Mishy...kau benar-benar mencari perkara dengan ku rupa nya. Jika dulu ibu mu bisa menghancurkan kakak ku hingga sehancur-hancur nya, maka kini giliran ku yang akan membuat mu melebur bagai debu jalanan. Kau bermain-main dengan orang yang salah, Mishy. Akan ku balas perlakuan mu padaku hari ini.." ucap Sela menahan geram yang mendesak dalam dada nya.
__ADS_1
Gemuruh emosi terlihat jelas di wajah wanita itu, pernikahan putri nya batal. Dan kini dia harus menerima Nathan sebagai menantu yang tak pernah dia harap kan. Bukan karena status sosial, namun lebih ke kisah di baliknya. Dan kini, semua rencana yang sudah dia susun dengan matang, kini terancam pupus karena kecerdasan seseorang Mishy.
Sementara di ruangan lain, Resy tengah menyusun beberapa berkas penting milik nya. Senyum seringai terbit di bibir nya. Berbagai rencana jahat telah dia susun sedemikian rupa, untuk menjatuhkan Mishy hingga ke dasar jurang paling curam.