Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Mencurahkan isi hati


__ADS_3

Tiga orang pria tengah duduk menikmati makan siang di restoran yang di beri nama RoseLove. Tadi nya hanya ada dua pria saja, namun mereka kedatangan satu lagi tamu tak di undang.


"Kenapa kau menyembunyikan hal sebesar ini dari ku, Har? Rasa nya aku seperti seorang ayah yang tak berguna di dunia ini. Bagaimana bisa putri ku sendiri harus bekerja keras hanya demi bisa menggenggam uang saku di tangan nya. Ya Tuhaaann...dosa ku rupa nya masih belum usai untuk ku tebus." Ratap Roky menekan kening nya di permukaan meja dengan keadaan menyedihkan.


Harland dan Evan menatap iba sang sahabat tanpa tau apa yang tengah pria itu alami sekarang. Terutama Harland, yang baru saja di sebut menyembunyikan sebuah rahasia dari ipar nya itu.


"Coba ceritakan dengan jelas, kau terlihat menyedihkan. Orang-orang akan salah mengira melihat mu seperti ini." Omel Harland kesal. Memang nya apa yang dia sembunyikan? Dirinya bahkan selalu sibuk mencari referensi serum awet muda di online shop. Mana ada waktu untuk bermain-main seperti yang di tuduh kan oleh kakak ipar laknat nya.


"Gisel. Gisel menjadi waitress di Twins Restoran milik mu, dan kau tak pernah mengatakan apapun pada ku. Satu tahun, Harland! Satu tahun! Astaga!" Harland mematung, Gisel bekerja di restoran nya selama satu tahun dan dia tak mengetahui apapun. Otak nya mulai di ajak bekerja keras sekarang.


Tak lama Harland menepuk kening nya sendiri, pria itu tersenyum konyol. Membuat Evan dan Roky menatap horor.


"Kau sehat?" Tanya Evan menyelidik.


"Tentu saja aku sehat, selain masalah kerutan sialan ini tentu nya. Selebihnya aku sangat perkasa dan masih terlihat tampan." Ujar Harland pongah. Evan dan Roky memutar bola mata jengah. Selalu saja berujung pada pujian untuk diri sendiri. Benar-benar kaum pria haus pujian.


"Tidak bisa kah sekali saja kau tidak selalu memuji diri mu sendiri seperti itu.." ucap Evan menatap malas sang sahabat. Harland tergelak melihat bagaimana reaksi Evan yang selalu kesal pada nya.


"Kau tau sabitu ku, hidup harus di nikmati senikmat nikmat nya. Termasuk keperkasaan dan ketampanan. Itu merupakan bagian hakiki dari seorang pria sejati. Jangan sampai rumah tangga mu di hantam badai hanya karena masalah dari kedua hal tersebut. Sama saja menggorok harga diri mu hingga tak bersisa. Istri ku semakin cantik setiap hari nya, dan aku harus ekstra menjaga dua hal itu agar tak kehilangan fungsi dan memudar. Rosy ku yang berharga selalu terlihat mempesona di setiap kesempatan. Dan banyak mata jelalatan para buaya menatap lapar pada nya. Jadi aku harus menjaga nya dengan cara membuat pesona ku selalu bersinar terang di mata istri ku yang cantik."


Papar Harland dengan mimik serius dan mata yang berbinar penuh cinta. Pria bucin sejati itu selalu ketakutan jika sang istri akan berpaling dari nya.

__ADS_1


Sedangkan Roky terdiam menyimak apa yang di katakan oleh Harland. Dia mulai berpikir, apa pesona nya memudar sehingga sang istri bisa mengkhianati sampai menghasilkan dua benih dari pria lain dengan sadar. Roky menggeleng pelan dan itu terlihat oleh kedua pria di hadapannya.


"Kau baik-baik saja?" Roky mengangguk kemudian menggeleng pelan.


"Sekarang cerita kan padaku, apa masalah mu? Dan kenapa kau mengatakan jika Gisel bekerja di restoran ku yang lain. Aku saja pemilik nya tak mengetahui apapun. Aku sedikit berpikir bisa jadi istri cerdas ku mengetahui sesuatu, namun tak baik berprasangka bukan? Terutama jika pada istri sendiri, dan terlebih lagi jika kau sangat mencintai nya. Jadi aku memilih untuk tak berpikir ke arah sana. Akan ku tanya kan langsung saja nanti ketika aku pulang. Kalian tau jika aku tipe suami-suami suka berada di ketek istri. Jadi tunggu saja kabar dari ku nanti, jangan coba-coba menghubungi ku untuk menanyakan nya."


Roky kembali menghela nafas pasrah, sangat susah menekan Harland. Pria itu selalu bangga di sebut suami-suami takut istri, budak cinta dan sejenis nya.


"Aku hanya ingin tau ada rahasia apa lagi yang Gisel rahasia kan dari ku. Selain dirinya yang tak pernah di perlakukan baik oleh Sela selama ini." Harland dan Evan melotot mendengar penuturan Roky.


"Kau bila benar kalau berbicara, mana mungkin Sela yang selalu bersikap lembut bisa berbuat kejam pada anak nya sendiri." Sergah Evan menatap serius pada sang sahabat. Meski tak sebucin Harland, namun Evan pun sekelas dengan jenis pria bucin itu. Selalu tak suka mendengar para suami membicarakan hal buruk tentang istri-istri mereka.


"Gisel bekerja di restoran Harland karena dia ingin memiliki uang saku sendiri tanpa harus membebani Mishy dan bibi nya. Sela tak pernah memberikan Gisel sangu sejak anak itu TK. Itu lah alasan nya Gisel selalu membawa bekal ke sekolah. Itu pun hanya telur ceplok atau sosis goreng yang dia sembunyikan di kamar bibi. Sesekali membawa daging atau lauk lain yang sengaja bibi pisah kan sebelum di hidang kan. Anakku itu sangat malang, Har, Van..." Roky tergugu meratapi nasib sang anak.


Evan dan Harland ternganga mendengar fakta menarik yang serasa mencekik leher kedua nya. Apa-apaan ini, kenapa Sela bisa sekejam itu pada anak kandung nya sendiri.


"Aku benar-benar tak tau menahu soal Gisel yang bekerja di restoran ku, Ro. Dan yang lebih mencengangkan adalah, cerita mu...bukan aku tak percaya pada mu. Hanya saja ini terdengar begitu... mengejutkan..kau tau maksud ku...Sela yang ku kenal begitu baik dan tulus, bisa melakukan hal tak terduga seperti ini. Apa Gisel masih bekerja hingga sekarang?"


Roky menggeleng pelan.


"Sudah tidak lagi, hanya saja dia menghabis kan waktu nya di rumah Andin bersama mama nya Andin sepulang sekolah. Dia takut Sela memarahi nya jika pulang cepat. Anak itu trauma karena sejak kecil sering di hukum di gudang dan tak di beri makan. Belum lagi kata-kata kotor yang tak seharusnya di ucap kan oleh seorang ibu pada anak nya. Sungguh aku suami paling naif karena begitu mudah di bodohi oleh istri ku sendiri selama bertahun-tahun."

__ADS_1


Harland menatap iba pada ipar sekaligus sahabat nya, begitu pun Evan. Mereka tak tahu harus berkomentar apa, karena belum mengetahui fakta tersebut secara rinci.


"Apa yang Gisel katakan pada mu hingga membuat mu terlihat begitu frustasi. Aku yakin bukan hanya soal sangu dan hukuman yang Sela lakukan bukan?" Tanya Harland menyelidik.


"Jihan dan Indri bukan putri kandung ku, Har..." Pecah sudah tangis pria tampan itu, tak peduli pada tatapan aneh para pengunjung restoran. Mereka memang tidak mengambil ruang VIP, karena spot terbaik adalah meja tersebut.


Harland bertukar tempat duduk dengan Evan yang duduk lebih dekat dengan Roky.


"Cerita kan secara rinci, bagaimana bisa kau menyimpulkan hal sebesar ini tanpa ada bukti. Maksud ku jika pun benar, kau harus mengantongi bukti yang kuat agar tak terkesan kau mencari-cari kesalahan istri mu. Aku tau soal hubungan mu dengan Andin, dan aku lihat sudah semakin serius. Apa Gisel juga mengetahui nya? Kau mengatakan jika Gisel sering menghabiskan waktu nya di rumah Andin, arti nya Gisel sudah mengetahui nya."


"Gisel sudah mengetahui nya, itu karena sejak pertemuan pertama kami di restoran mu waktu itu. Aku pikir Gisel berlari dan menangis karena mengetahui aku menduakan ibu nya. Nyata nya Gisel ketakutan, takut aku memukul dan menghukum nya seperti yang sering Sela lakukan pada nya." Lagi-lagi Harland di buat tercengang. Sela berlaku kejam pada darah daging nya sendiri? Apa yang wanita itu pikir kan?


"Gisel pernah mendengar Sela protes pada Bram, jika Bram harus adil pada Jihan dan Indri. Karena kedua mya sama-sama anak kandung Bram juga, bukan hanya Indra dan Jelita. Aku hampir tak percaya, sampai aku diam-diam melakukan tes DNA pada kedua nya seminggu yang lalu di rumah sakit lain. Dan ya, begitu lah hasil nya..." Roky menyerah kan sebuah lipatan kertas yang sudah seperti gulungan sampah. Lecek tak berbentuk.


Harland membaca nya dengan seksama, sudut hati nya menatap miris tulisan hasil tes DNA tersebut. Di katakan Jihan dan Indri bukan lah anak biologis dari Roky Sanders. Harland menutup mulut nya, lalu menatap iba pada Roky.


...****************...


Maaf ya readers ku yang baik hati, bayik 2 tahunku demam jadi sedikit terkendala dalam menulis naskah πŸ™πŸ™


Mohon doa nya supaya si bungsu lekas sembuh, dan bunda nya segera bisa berkreasi lagi di dunia kehaluan hakiki iniπŸ™πŸ™πŸ˜šπŸ˜šπŸ˜š

__ADS_1


__ADS_2