Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Skenario Sesi 3


__ADS_3

Setelah puas menatap intens pada sang istri, Roky mulai angkat suara.


"Apa ada yang kau sembunyikan dari Sela? Kenapa kau nampak sangat keberatan aku terlibat langsung dalam mengurus anak-anak?" Tanya Roky akhirnya.


"A_apa? Yang benar saja. Aku hanya tak ingin kau membuang waktu mu untuk mengurusi hal-hal yang masih bisa ku tangani. Kenapa kau malah terkesan menuduh ku yang tidak-tidak." Sela terisak di ujung kalimat nya.


Roky tersentuh? Oh tentu saja... jawaban tidak! Pria itu malah hampir meledak kan tawa nya jika tidak ingat akan misi nya. Dia ingin mempermainkan mental Sela sama seperti yang Sela lakukan terhadap putri nya. Wanita itu harus merasakan hidup dalam gangguan psikologis secara terang-terangan dari nya meski dengan cara tersembunyi.


Roky beralih duduk di samping sang istri pelakon nya. Di raih nya bahu Sela lalu mendekap nya seolah memberikan kekuatan.


"Maaf kan aku, aku hanya ingin terlibat bersama mu dalam mengurus anak-anak. Aku terlalu acuh pada tanggung jawab ku sebagai seorang ayah selama ini. Kini aku ingin merubah pola kerja ku. Aku berencana untuk mengambil pensiun saja. Urusan pekerjaan aku serahkan pada Nathan, bukanlah dia menantu kita? Aku ingin menghabiskan banyak waktu dengan mu dan anak-anak kita." Ujar Roky lembut dengan nada penuh penyesalan karena telah berpikir buruk pada istri nya.


Apa kalian tau, pria itu bahkan ingin muntah darah saat mengucapkan kalimat penuh dusta tersebut.


Sementara Sela tengah berperang batin. Jika Roky tak lagi bekerja di perusahaan alat medis milik Rosy, maka otomatis pemasukan nya akan berkurang. Dan dia tidak ingin di pandang rendah oleh teman-teman sosialita nya. Namun menentang keinginan Roky di saat-saat seperti ini, sama hal nya dengan membongkar aib sendiri. Akan terlihat seberapa matre nya dia sebagai seorang istri.


Roky tertawa puas dalam hati, istri nya pasti tengah mengalami pergejolakan batin sekarang. Dan itu yang dia inginkan, sejati nya Roky tak benar-benar berhenti. Dia hanya ingin membuat wanita itu hidup dalam beban stress karena gaya hidup mewah ya akan sedikit memudar.

__ADS_1


"Kalau kau berhenti, bagaimana dengan biaya pendidikan anak-anak kita. Maksudku Jihan dan Indri masih memerlukan banyak biaya hingga selesai berkuliah nanti." Sahut Sela hati-hati.


Lagi? Roky tersenyum miring, Sela hanya ingat kedua anak haram nya saja tanpa memikirkan nasib yang sama terhadap putri nya Gisel.


"Lalu bagaimana dengan Gisel? Bukan kah dia juga masih panjang masa depan nya hingga ke bangku kuliah. Kenapa kau hanya mencemaskan kedua anakmu yang lain dan melupakan yang lain." Skak! Sela mengutuk lidah nya.


"Maksudku ketiga anak kita, Gisel juga kedua adik nya. Hanya saja Gisel sudah bisa mandiri, sedang kan adik-adik nya masih terlalu muda untuk berpikir jauh jika kau menjadi seorang pengangguran. Kau tau bukan, Jihan sedang ikut kelas modeling dan itu biayanya sangat mahal. Jihan pasti tidak akan mau menghentikan kelas nya, menjadi model adalah impian nya." Terang Sela dengan perasaan ketar ketir.


"Mishy mengambil kelas modeling ketika sudah mampu mandiri, dan aku harap kita bisa menerapkan ilmu yang sama pada anak-anak kita. Jika mereka menginginkan sesuatu, mereka harus berusaha lebih keras. Baik belajar agar bisa mendapatkan beasiswa, atau melakukan kegiatan positif lainnya. Aku suka cara adikku mendidik anak-anak nya, tak pernah ku lihat Rosy memanjakan Mishy dan Mylo secara berlebih-lebihan. Aku harap istri ku yang cantik ini juga bisa melakukan hal yang sama, mulai lah dari Jihan. Aku yakin kau bisa lebih baik dari adik ku, bukankah kau istri dan ibu yang hebat, sayang?"


"Kau tau sayang, anak-anak tumbuh mengikuti perkembangan jaman. Akan sangat sulit untuk mengubah pola pikir juga sikap mereka di usia remaja seperti ini. Biarkan saja, toh mereka tidak melakukan hal-hal di luar batas. Mereka harus menikmati hidup bukan? Apa guna nya menjadi keturunan seorang Sanders jika hidup mereka tertekan." Elak Sela berusaha bernegosiasi.


"Kau benar. Aku harap Gisel tak lagi merasakan tekanan setelah ini. Karena dia juga adalah keturunan seorang Sanders murni. Maksudku, benih seorang Sanders sejati."


Deg


Jantung Sela berdegup kencang dan nafas nya mulai terasa memburu. Apa-apaan ini? dirinya serasa di permainan oleh kalimat-kalimat sang suami sejak tadi.

__ADS_1


"Tentu saja, mereka adalah anak-anak mu." Balas Sela dengan suara sedikit bergetar.


"Benar, artinya tidak akan sulit hanya untuk merubah sebuah kebiasaan, bukan? Aku ingin Jihan mulai memikirkan pelajaran nya dari pada berambisi menjadi seorang model. Jika pun masih tak ingin melepaskan nya, berusaha lah untuk mencari beasiswa prestasi untuk itu. Yayasan Rosy menyediakan banyak beasiswa prestasi dalam berbagai bidang akademik termasuk untuk mengikuti kelas modeling."


Sela benar-benar mati daya, Roky seperti sedang mempermainkan mental nya sekarang. Atau hanya perasaan nya saja karena kini psikis nya sedang tertekan habis.


"Akan aku usahakan, selebih nya aku tak bisa memaksa jika Jihan tak ingin beralih mengambil kelas modeling melalui jalur prestasi." Jawab Sela akhirnya. Wanita itu menyerah kalah saat ini, berdebat dengan sang suami di saat kondisi hubungan mereka belum membaik akan menambah daftar masalah baru.


"Harus mau sayang, kita akan bangga jika salah satu dari mereka berdua ada yang masuk melalui jalur prestasi. Bukankah itu akan menguatkan opini banyak orang, jika klan Sanders, pasti lah anak-anak yang cerdas dan hebat. Selama ini Gisel sudah membuktikan nya, kini giliran adik-adik nya. Aku akan sangat bangga jika mereka berdua bisa membawa pulang 1 atau dua penghargaan prestasi akademik ke rumah ini. Dengan begitu aku yakin, jika gen ku lebih mendominasi di dalam aliran darah keduanya."


Oh dewa matahari, boleh kah Sela menghilang saja saat ini. Kata-kata Roky serasa menggores harga dirinya. Jihan dan Indri memang tidak ada bibit kecerdasan klan Sanders, itu karena keduanya adalah benih pria bodoh. Pria yang rela berbagi wanita yang di cintai nya atas nama cinta.


"Aku akan berusaha sayang, aku yakin Jihan dan Indri akan jauh melampaui Gisel dalam hal prestasi. Selama ini hanya tidak terasah dengan baik saja. Kau tau kesibukan Jihan sangat padat, hari ini Jihan sedang melakukan pertunjukan fashion show nya di salah satu mall milik kita. Kau pasti akan bangga padanya." Tukas Sela memamerkan sang anak.


Mall kita? itu bahkan milik sang adik tanpa ada sangkut pautnya dengan dirinya. Roky semakin yakin untuk menyingkirkan wanita itu segera.


🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹

__ADS_1


__ADS_2