Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Kekesalan Mallika


__ADS_3

Selain Mallika yang menampilkan raut wajah tak sedap di pandang, ada Selome yang juga tengah menampakkan ekspresi yang sama. Kedua nya sama-sama kesal untuk dua situasi yang berbeda.


Jika Mallika kesal karena janji kencan nya dengan Geko gagal total. Lain hal nya dengan Selome. Pria itu tengah menahan kesal akibat pekerjaan kantor nya kini semakin bertambah berat.


Satya sang ayah laknat telah seenak jidat memberikan sederet agenda yang wajib dan harus di laksanakan oleh sang anak. Meski sudah di tolak tegas oleh Selome, Satya tetaplah Satya. Pria dengan ribuan ide licik di otak nya.


Selome tak berkutik saat di ancam akan di depak dari perusahaan dan semua kartu sakti nya, akan kembali ke pemilik semula. Yaitu sang ibu tercinta. Segala jenis pengelolaan keuangan di pegang penuh oleh Silvery. Satya pun tak berani ikut campur di dalam nya. Semua kartu sengaja menggunakan nama sang nyonya besar, mengingat Satya adalah tipe suami yang bucin tingkat tinggi.


"Ini pasti ide kakak, bibi tak akan meminta ku menginap jika bukan kakak yang memprovokasi nya. Kakak sungguh menyebalkan, aku benci kakak. Keluar dari kamar ku sekarang juga!" seru Mallika dengan nada tinggi. Gadis itu merasa tak enak hati menolak permintaan sang bibi, meski harus membatalkan janji nya secara sepihak dengan Geko.


Untung pria itu cukup pengertian dan tak marah sama sekali. Namun kedalaman hati manusia tak ada yang dapat mengukur nya. Begitu pun dengan kedalaman hati Geko.


Pria itu pun sama kesal nya, susah payah Pria itu menyiapkan kejutan untuk menyatakan perasaan nya pada Mallika. Gangguan tiba-tiba datang di saat yang tak tepat. Siapa yang tak kesal.


Namun pria itu memiliki hati yang lapang, di saat kekecewaan melanda. Senyum tulus nya masih terpatri di wajah tampan nya.


Geko juga yang mengantar Mallika ke kediaman Selome


"Bukan aku, enak saja! mom yang merindukan mu kenapa kau jadi menyalahkan ku." Bantah Selome tak terima. Padahal jelas itu adalah ide nya. Namun untuk mengakui nya, Selome tak akan sudi.


"Terserah! sekarang keluar sana, aku mau tidur." Ketus gadis itu masih di rundung kekesalan tak tersembunyi kan. Mengusir Selome adalah bentuk pelampiasan dari kemarahan hati nya yang tertahan.


"Ck! hanya karena tak jadi berkencan saja kau sampai harus marah-marah seperti ini. Apa hebat nya sih, si Geko Geko itu? apa dia juga punya robot mekanik seperti yang aku tonton? Geko? apa-apaan nama seperti itu. Dasar tukang jiplak!" Pria itu lalu meninggalkan kamar Mallika karena merasa tak di inginkan.

__ADS_1


"Bagaimana dengan Mallika? apa mood nya sudah membaik? tak biasa nya Mallika sampai memperlihatkan kekesalan nya seperti ini. Apa dia memang sudah move on dari mu sayang? kalau begitu mom merasa sangat bersalah karena telah merusak rencana kencan nya." Ucap Silvery tak enak hati.


Mallika bahkan hanya berbicara pada nya seperlu nya saja, tak seperti biasa nya. Gadis itu biasa sangat heboh kini menjadi begitu pendiam. Sungguh silvery merasa sangat cemas.


"Ck mom!" seru Selome tak terima.


"Hei! bisa tidak jangan menaikkan nada suara mu itu pada istri ku? dasar anak maling kepiting! apa kau tak takut jadi anak durhaka karena bersikap buruk pada ibu mu. Terlebih jika wanita itu adalah istri ku. Apa kau paham?" seru Satya dari sofa nya. Pria itu tengah sibuk menonton tentang perkembangan dunia bisnis era sekarang ini.


"Mom hanya merasa tak enak pada Mallika, Selo sayang. Kita seolah tengah menekan nya. Mallika jelas tak akan berani menolak permintaan mom, dan itu jelas akan membuat nya tertekan." Ujar Silvery lembut. Menjelaskan segala sesuatu mengenai hal ini di rasa perlu menurut Silvery. Agar sang anak tak lagi mengusulkan ide yang membuat Mallika terpaksa melakukan nya.


"Sudah lah mom, yang penting Mallika sudah aman di rumah kita. Tak perlu memikirkan hal lain lagi, Mallika akan segera membaik beberapa saat lagi." Ujar selome menenangkan ibu nya dengan yakin.


Silvery mengangguk paham, meski tak yakin mood Mallika akan membaik lebih cepat


Entah ayah seperti apa Satya, meski dia sangat menyayangi anak-anak nya. Namun tak dapat di pungkiri, jika kecemburuan Satya sama rata. Baik wanita maupun Pria. Dia tak suka perhatian sang istri teralih kan dari nya barang sejenak. Meski itu untuk anak-anak nya.


Bagi Satya anak ketika sudah dewasa, akan sedikit sulit dia genggam. Namun pasangan hidup akan selama hayat selalu menemani nya. Begitu lah pikiran pendek Satya


"Ck dad! aku hanya meminta pendapat saja, kenapa kau semakin hari semakin pelit saja. Daddy benar-benar harus mengikuti kelas bimbingan konseling seperti nya. Penyakit daddy sudah sangat akut." Sewot selome kesal lalu bergegas pergi menuju kamar nya yang nyaman.


Tak berselang lama, Mallika keluar dan pamit sebentar untuk mengambil sesuatu dari rumah nya yang lupa dia bawa.


Silvery mau tak mau mengijinkan Mallika pergi dengan di antar oleh sopir keluarga nya.

__ADS_1


"Akhir nya bisa bebas dari kandang macan." Gumam Mallika tersenyum puas. Mallika sengaja menyulut api peperangan agar pria itu jera menyusul kan ide yang dapat merugikan pihak lain.


"Maaf aku telat. Ini tempat yang kau katakan kemarin?" tanya Mallika yang baru saja duduk di kursi persis di hadapan Geko. Ya Ayank berbohong, nyata nya dia kini tengah menikmati makan malam dengan menu nasi goreng juga sate Madura kesukaan nya.


Meski batal menonton bioskop, berkencan di warung pedagang kaki lima pun jadi alternatif lain. Lebih menyenangkan selain mendapatkan pemandangan yang super tak terbatas. Perut pun kenyang.


Geko mentraktir Mallika sepuas gadis itu makan.


"Aku tak percaya kau rela keluar dan berbohong hanya untuk bertemu dan memenuhi janjimu padaku." Cetus Geko di sela makan nya. Dia sangat senang, jelas. Mallika adalah gadis yang dia sukai hingga membuat nya terdampar dengan bekerja sebagai karyawan biasa di perusahaan milik Selome.


Lalu memilih tinggal di perumahan yang sama dengan gadis pujaan nya itu.


"Aku tak enak hati pada mu. Maka nya aku kemari. Maaf telah merusak rencana nonton kita. Aku tak bisa menolak bibi." Ucap gadis itu dengan ekspresi bersalah.


Geko tersenyum simpul.


"Tak apa, aku mengerti." Mallika tersenyum senang mendengar nya lalu keduanya melanjutkan makan sambil berbincang banyak hal. Sedangkan sang sopir di sogok dengan bebas memilih makanan apapun di sana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Maaf jika alur nya agak sedikit ngalur ngidul..


Lope lope buat kalian semua🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2