Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Bucin nya Wira


__ADS_3

Sudah seminggu hubungan Jordan dan Resy terjalin karena malam panas waktu itu. Kini kedua nya tengah berkendara pulang.


"Kau ingin mampir ke rest area sayang? atau langsung pulang ke rumah saja..." Resy terlihat berpikir, ada sesuatu yang ingin dia beli hanya saja tak ingin Jordan mengetahui nya.


"Langsung pulang saja, aku sedikit lelah. Lagi pula aku merindukan Mia dan Toby. Apa kau pernah menghubungi mereka selama kita pergi?" Resy menatap Jordan yang sesekali menatap nya lalu fokus pada jalanan.


"Ada sekali, hanya untuk memastikan sesuatu saja. Mereka baik-baik saja, Mia baru saja membeli bibit sayuran. Kau bisa langsung mengurus nya nanti saat kita tiba. Tapi jangan sampai terlalu lelah, aku tak ingin kau sakit. Cukup aku yang membuat mu lelah, jangan yang lain." Seloroh Jordan di ujung kalimat nya.


Resy mencebik sebal, selama satu minggu penuh Jordan selalu membuat nya kelelahan. Pria itu seperti mendapatkan mainan baru. Setiap hari tak ada kata lelah untuk melakukan pertukaran peluh. Wajar saja, usia nya masih muda dan produktif.


"Jangan memanyunkan bibirmu sayang, atau aku akan memakan mu sekarang juga." Ancam Jordan tergelak renyah. Resy benar-benar membuat nya candu, Resy bukan yang pertama untuk nya. Namun tetap saja sensasi nya berbeda. Jika dulu dia melakukan nya karena hasrat semata, melakukan hubungan tersebut tanpa status yang jelas dengan seorang teman wanita nya semasa kuliah. Namun kini dia melakukan nya atas dasar hati yang bergelora.


Tak peduli dia pria ke berapa, bagi nya itu hanya lah masa lalu. Semua orang punya masa lalu, begitu pun dia dan Resy.


"Aku mengantuk, bangunkan aku jika sudah tiba." Ujar Resy mulai memperbaiki posisi sandaran jok agar lebih nyaman.


"Tidur lah, aku masih punya tenaga yang cukup untuk menggendong mu jika kita sampai." Balas Jordan mengerling kan matanya.

__ADS_1


🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹


Wira menatap wanita yang kini tengah tertawa renyah bersama seorang baby sitter di teras samping. Pasti ada cerita baru lagi jika istri nya terlihat begitu bahagia.


"Khmmm..." Mishy sontak menoleh kemudian bergegas menghampiri sang suami yang baru pulang bekerja.


"Baru sampai atau sudah sejak tadi menguping percakapan kami, dad?" tanya Mishy tersenyum geli melihat ekspresi curiga di wajah sang suami.


"Apa yang membuat mu sangat bahagia sayang, berbagi lah pada suami mu ini." Pinta Wira mencium puncak kepala istri nya.


"Aku baru saja mendapatkan hiburan baru dad, dan itu terasa menyenangkan untuk di tertawai." Ujar Mishy terkikik geli.


"Sampai kapan kau akan selalu mengerjai nya sayang? ingat, dia akan menjadi menantu kita. Arti nya, sepanjang hidup kita nanti akan sering berinteraksi dengan nya. Apa kau masih meragukan ketulusan hati calon menantu kita itu, hmmm?" Tanya Wira menatap intens manik istri nya. Meski dia pun tak terlalu menyukai pilihan sang anak, namun menolak pun tak mungkin.


"Aku bukan hanya meragukan nya, namun aku tak menyukai nya. Kau ingat Charlotte dad? aku lebih suka Charlotte yang menjadi menantu kita. Anak-anak sangat dekat dengan nya, itu menandakan Charlotte memiliki hati yang tulus. Lihatlah setiap kali kekasih Migu main kemari, si kembar akan selalu menangis. Gadis itu memberikan efek negatif bagi kedua bayi mungil kita. Di tambah tanda memerah bekas cubitan nya, sungguh aku ingin memotong jari-jari lentik nya itu." Ujar Mishy geram.


Bukan nya dia tak tau jika Clara sering mencubit kedua bayi kembar nya. Namun diam nya adalah sebuah rencana yang tersusun dalam diam. Akan dia singkirkan parasit itu dengan cara nya sendiri, sejauh mana Clara akan bertahan bersama putranya di tengah kejahilan nya yang semakin menggebu.

__ADS_1


"Jangan terlalu keras pada nya sayang, cukup buat dia menyingkir dan tak kembali lagi." Ke-dua nya kemudian tergelak laknat. Sungguh calon mertua idaman yang luar biasa.


"Ayo masuk, temani aku mandi.. kau tau aku kesulitan menggosok punggung ku sendiri.." ujar Wira berbisik mesra di telinga sang istri. Mishy tersenyum penuh makna, dia tau kemana akan berakhir kegiatan menggosok punggung tersebut.


"Wati, aku titip si kembar.. panggil kan Minah kalau kau kewalahan menjaga keduanya sekaligus." Ujar Mishy menoleh pada sang baby sitter yang terlihat tengah mengajak Magala bermain mainan kerincingan.


"Saya bisa sendiri nyonya, lagi pula mereka belum bisa berlari sehingga saya kewalahan." tutur wanita muda itu tersenyum manis. Mishy sangat menyukai kinerja Wati, wanita cantik itu membuat nya terpesona saat pertama kali bertemu di pasar. Wati bekerja sebagai penjaga lapak sayur milik tetangga nya.


Pernah dompet Mishy tertinggal di sana, selama satu minggu dan setelah dia kembali. Semua isi nya masih utuh dan tak terlihat ada bekas bongkaran di dalam nya. Kejujuran Wati membuat Mishy merekrut nya bekerja di mansion mewah nya.


Sejak kehamilan nya memasuki 8 bulan hingga sekarang, Wati tak pernah bertingkah. Wanita muda itu selalu menjaga pandangan nya jika ada sang tuan di sekitar nya. Usia nya baru 18 tahun, dan hanya lulusan sekolah menengah pertama.


"Kenapa kau sangat perhatian pada Wati sayang, kau membuat aku merasa tersisihkan. Apa perlu aku memecat nya saja?" Mishy membeliak tak suka.


"Awas saja jika kau berani melakukan nya dad, jatah nikmat mu akan aku pangkas menjadi 1 kali satu minggu." Ancam Mishy berhasil membuat Wira berdecak kesal. Wati selalu bisa membuat istri nya tertawa, dan dia sedikit terganggu dengan itu. Dia merasa cemburu jika ada orang lain yang membuat istri nya terlihat lebih bahagia di banding kan diri nya.


"Kau selalu tertawa renyah saat bersama Wati, lama kelamaan aku jahit mulut Wati agar tak bercerita konyol yang membuat mu selalu tergelak renyah." Gerutu Wira tak senang. Mishy terkekeh kecil melihat kecemburuan sang suami yang tak tau tempat dan pada siapa. Ketika sedang berkumpul keluarga, ada dua makhluk paling menyebalkan adalah Wira dan Mylo. Dua makhluk yang selalu menempeli istri masing-masing seperti cicak.

__ADS_1


Setelah elevator berhenti, ke-dua nya bergegas menuju kamar. Kamar mereka berada di lantai 3 dan hanya ada 4 kamar di sana. Kamar utama yang mereka tempati, lalu ruang kerja Wira, kamar Mima dan kamar Mercy. Si kembar tetap tidur bersama mereka, Mishy tak ingin berjauhan dengan kedua bayi nya. Sedangkan penghuni lain menempati kamar di lantai dua, lantai satu hanya ada dua kamar untuk di tempati oleh tamu yang menginap.


__ADS_2