
Clara menatap miris gaun pengantin nya dengan perasaan gusar. Bagaimana bisa berat badan nya naik drastis dalam waktu sebulan, dia tak merasa makan dalam porsi besar.
"Maaf nona, ini adalah ukuran yang sudah kami ukur dua bulan yang lalu. Ini catatan nya sesuai." Terang seorang pegawai butik tak terima di Salah kan karena di anggap salah mengukur lingkar tubuh sang klien. Dan ternyata berat badan nya memang naik 5 kilogram. Itu kenapa beberapa baju nya terasa seperti mencekik ketika dia pakai, dan beberapa baju untuk pemotretan nya tak muat di tubuh nya.
"Aku tak mau tau, jahit ulang yang sama persis seperti ini model nya. Aku ingin dalam minggu ini harus sudah selesai." Titah Clara menatap tajam pada pegawai butik langganan nya tersebut.
"Maaf nona, untuk sebuah gaun, kami butuh paling tidak dua minggu itu pun sangat mepet sekali. Apalagi hanya dalam waktu beberapa hari, kami tidak bisa berjanji. Itu waktu yang tak rasional, dari pada menjahit ulang dan butuh waktu lama. Bagaimana jika anda melakukan program diet ketat? itu lebih baik dan untuk model seperti anda pasti tak akan sulit, bukan? diet adalah bagian hidup dari seorang model, benar kan?" ujar si pegawai butik yang sudah mulai dongkol meladeni Clara namun tetap memperlihatkan sikap tenang dan profesional nya.
Clara menatap semakin tajam pada si pegawai butik yang begitu lancang mengomentari perihal program diet untuk diri nya.
"Perhatikan ucapan mu, dasar pegawai butik rendahan. Kalian saja yang tak becus, hanya membuat sebuah gaun pengantin saja tak bisa. Butik apa-apaan ini! menyesal aku sudah berlangganan di butik tak bermutu seperti ini!" Seru Clara marah. Dia merasa terhina si pegawai butik secara terang-terangan menyentil berat badan nya.
Dengan sengaja Clara menarik ujung gaun pengantin tersebut hingga robek. Wanita itu tersenyum jahat setelah berhasil merusak gaun yang tak muat di tubuh nya tersebut.
Si pegawai hanya diam saja, menatap datar apa yang baru saja Clara lakukan.
"Lihatlah, aku bisa membuat mu seperti gaun ini setelah aku menjadi nyonya muda Sanders Pratama. Ingat wajah ku dan ingat nama ku, kelak butik ini akan aku beli beserta diri mu dan semua pegawai rendahan di dalam nya. Kalian akan tau siapa yang berkuasa, uangku akan membeli harga diri kalian dan kau orang pertama yang akan ku jadikan pegawai suka rela di butik ini." Ucap Clara penuh percaya diri.
Wanita itu melenggang pergi begitu saja tanpa rasa bersalah.
"Cih! kita lihat saja nona. Siapa yang akan membeli dan siapa yang akan di beli. Kesombongan mu akan membawamu ke dasar neraka paling dalam. Apa kau sudah merekam nya dengan baik Uly?"
"Yupz! tanpa jeda iklan sama sekali..." seloroh Uly terkikik geli.
"Bagus. Nyonya pasti akan sangat senang, sekarang antar gaun ini untuk di perbaiki. Wanita itu benar-benar mengerikan, pantas saja nyonya tak menyukai nya. Jika aku yang menjadi calon mertua nya, akan aku racuni wanita seperti itu lalu membuang mayat nya ke dalam kandang singa. Kenapa tuan muda itu bisa jatuh cinta pada wanita dengan attitude yang begitu buruk. Kasihan sekali nasib nya kelak." Oceh Ria panjang lebar, wanita itu di landa kekesalan luar biasa.
"Sabar mbak, ingat pada notifikasi yang akan berbunyi indah di ponsel kita nanti." Seloroh Uly menggoyang kan ponsel nya ke udara.
Dua wanita itu adalah orang kepercayaan Mishy, dan butik itu adalah salah satu butik nya. Tak semua orang tau berapa jumlah butik yang wanita itu miliki kecuali keluarga inti nya saja. Clara hanya mengetahui satu butik sang calon ibu mertua, dan memilih butik itu karena selalu memberi nya diskon. Selain itu, dia ingin menjaga image nya agar tak terlihat matre, sehingga dia tak pernah menyambangi butik Mishy yang dia ketahui harga nya selangit. Namun siapa sangka, berlari dari kandang singa, malah masuk ke kandang macan.
🌷🌹🌷🌹🌷🌹🌷
__ADS_1
Resy terlihat baru saja keluar dari kamar untuk mengisi teko air minum nya. Sejak usia kehamilan nya menginjak 5 bulan, dia sering merasa haus karena intensitas buang air kecil nya yang rutin. Jordan sudah tertidur pulas setelah pergulatan penuh peluh mereka, pria itu tak ada bosan nya menggarap lahan basah sang istri tercinta.
Saat melewati kamar Charlotte, sayup-sayup Resy mendengar wanita muda itu mengigau.
"Migu...aku mohon.. lepaskan aku.. jangan menyentuh ku lagi..kau hanya menyakiti ku.. tolong Miguel, bunuh saja aku... aku sudah tak kuat lagi..." Deg!
Jantung Resy seperti di tarik keluar dari rongga dada nya. Migu? Miguel? Semoga saja Miguel lain, bukan Miguel putra nya. Perlahan kaki nya melangkah menuju kamar Charlotte, degup jantung nya berdebar kencang. Semoga saja bukan putranya, Mishy sudah mendidik Miguel dengan penuh kasih yang wanita itu miliki. Dia harap anak-anak nya pun turut serupa dengan wanita baik hati itu.
"Migu hentikan... henti kan ini...tolong..." suara Charlotte begitu lirih bahkan dalam alam bawah sadarnya. Jelas gadis itu mengalami perlakuan tak menyenangkan selama dirinya di sekap di pulau itu.
"Charlotte sayang...hei..bangun nak ini mama..." Resy berusaha membangun kan Charlotte yang terlihat berkeringat dingin, padahal pendingin ruangan di kamar nya dalam mode suhu yang sangat rendah.
Charlotte terengah-engah kemudian reflek memeluk Resy begitu kuat.
"Dia...dia..ingin menyentuh ku lagi..dia ingin menyakiti ku ma, dia memperlakukan ku seperti seorang ja l ang..." Charlotte terisak dengan tubuh berguncang hebat dalam dekapan Resy.
"Siapa nama pria brengsek itu sayang, katakan pada mama. Mama akan membuat perhitungan dengan nya..." Charlotte menggeleng cepat lalu mengurai pelukan nya.
"Keluarga mereka tak tertandingi ma, biarkan saja.. aku aman di sini bersama kalian. Lagi pula dia...dia.. sahabat yang sangat aku sayangi.." lirih Charlotte di ujung kalimat nya.
Charlotte terlihat bimbang, "berjanji lah untuk tak menuntut nya, kita tidak akan memang. Keluarga Sanders Pratama tak akan membiarkan keturunan mereka di tuduh yang bukan-bukan." Lemas sudah lutut Resy.
Pria bajingan itu adalah Miguel putranya sendiri, bagaimana bisa? apa yang dia lewat kan?
"Katakan dengan jelas, kenapa pria brengsek itu melakukan hal ini pada mu nak? mama berjanji tak akan menuntut nya." "tapi mama akan melakukan nya dengan cara mama sendiri Charlotte, tanpa harus kau tau hukuman apa yang pantas untuk nya." Lanjut Resy dalam hati.
"Migu mengatakan hal yang tak masuk akal ma, dia mengatakan jika ibu ku telah membunuh ibu kandung nya. Dan papa, papa ku telah memperlakukan ibu nya seperti seorang ja l ang. Itu tidak benar, orang tuaku sangat baik dan Miguel mengenal mereka dengan baik. Entah apa yang membuat Miguel berubah menjadi seperti seorang iblis. Dulu Miguel adalah sahabat terbaik yang aku miliki. Kami bertiga sudah sangat dekat seperti layaknya saudara." Cerita Charlotte terisak pelan.
Dahi Resy mengernyit, "bertiga? siapa lagi sahabat mu? apa dia ada di sana saat pria itu melakukan hal buruk padamu?" cecar Resy bahkan tak Sudi menyebutkan nama sang anak.
Charlotte menggeleng pelan.
__ADS_1
"Migu mengatakan jika Clara sedang melakukan pemotretan di bali selama dua hari ketika kami baru berangkat ke pulau itu. Aku di beri obat tidur dan Miguel memanipulasi pengaturan waktu di ponsel ku. Aku bahkan tak tau jika kami ada di sebuah pulau." Jelas Charlotte sedikit lebih tenang.
"Clara Husein? model yang baru naik daun itu?" tanya Resy semakin penasaran.
Charlotte mengangguk pelan.
"Apa mama mengikuti berita tentang Clara?" Resy menggeleng pelan kemudian tersenyum penuh arti.
"Kau akan sangat menyesali perbuatan mu ini, nak. Kau menyakiti wanita baik-baik, tanpa tau kebenaran nya. Clara Husein, aku akan menemukan mu dan juga ibu mu."
"Lanjut lah tidur, apa kau ingin mama menemani mu di sini hingga kau tertidur?" tawar Resy sembari mengelus perut bulat Charlotte. Janin itu adalah cucu nya, jika dulu dia tak pernah merawat anak-anak nya. Sekarang dia akan menebus nya, dia akan merawat cucu nya serta gadis malang itu.
"Boleh?" tanya Charlotte ragu-ragu.
"Tentu saja, ayo berbaring lah. Mama akan bercerita satu kisah pengantar tidur untuk mu dan cucu mama." Lalu Resy pun mulai berkisah.
"Alkisah seorang gadis kecil yang malang, sejak bayi dirinya tak pernah diinginkan oleh sang ibu. Namun gadis kecil itu memiliki seorang ayah yang sangat menyayangi nya. Pria hebat yang melakukan apa saja demi putri nya tercinta. Hingga suatu hari, nasib gadis kecil itu berubah sempurna. Menjadi seorang tuan putri di istana yang sangat indah, di cintai oleh banyak orang. Hingga ketika hadis kecil itu dewasa, dia berubah menjadi wanita yang penuh ambisi dan sikap iri dengki. Semua permasalahan mulai terjadi satu persatu karena ulah nya........"
Resy terus berdongen ria hingga tak sadar jika Charlotte sudah tertidur.
"...kini wanita itu hidup dalam jutaan sesal yang tak berujung. Selesai. Selamat tidur nak, mimpi lah yang indah. Mama akan membalas rasa sakit mu ini, sehat selalu cucu kesayangan nenek. Tumbuh lah menjadi anak yang baik seperti ibu mu." Resy mencium kening Charlotte sambil menahan tetesan air mata bening di pelupuk mata nya.
Diam-diam di balik pintu, Jordan mendengar Semua nya. Pria itu tidak menyangka, pria dengan didikan terbaik dari wanita sehebat nona muda nya. Kini bertransformasi menjadi seorang bajingan sejati.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...Maaf baru bisa update, othor seharian kemarin sibuk dengan aktivitas dunia nyata. Bagi yang beragama kristiani (Katholik), tanggal 2 November kemarin adalah hari peringatan arwah....
...Dan othor turut andil, untuk memperingati hari berpulang nya sang buah hati tercinta othor yang nomor dua (Gwein Miracle Antonio). Yang telah di panggil pulang 9 tahun silam....
__ADS_1
...Mohon doa nya agar malaikat kecilnya othor berada di tempat terindah bersama para kudus di surga🤲😇...
^^^Luv yuu kalian semua💝🤍🥰^^^