
1 bulan berlalu semenjak pernikahan nya, Resy merenung di dalam ruang praktek nya sambil menatap benda pipih yang menunjukkan dua garis merah. senyum nya terbit secercah mentari pagi. Namun sebagai seorang dokter kandungan, Resy sedikit meragu. Benih yang dia kandung baru berusia sekitar 3 minggu. Dan jika di hitung dari awal percintaan nya dengan Nathan, seharusnya sekarang usia janin nya sudah 5 mingguan.
"Kau akan tetap berada dalam lingkaran ku, Nat. Tak peduli benih siapa yang ku kandung, kau akan tetap menjadi ayah nya." Seringai licik tercetak jelas di wajah nya.
Tok tok tok
Resy menatap daun pintu ruangan nya, bukan kah dia sudah meminta Dewi tak menerima pasien untuk nya. Dia baru saja melakukan USG pada dirinya sendiri, untuk memastikan usia kehamilan nya. Dan ya, meleset jauh dari perkiraan. Dia yakin, si security sialan itu lah yang berhasil menanam benih unggul di rahim nya. Mengingat betapa rutin nya mereka melakukan nya, bahkan hanya berselang jeda satu atau dua malam saja.
Heru benar-benar membuat nya gila, keperkasaan pria kampung itu telah menjadi candu untuk nya. Meski di akhir dia selalu mengeluh karena merasakan kesakitan, akibat milik nya yang bisa di pastikan lecet di bawah sana. Namun dia tidak bisa berhenti, Heru mengurangi tempo permainan agar sang nona majikan tak terlalu kesakitan, karena dia sudah resmi menjadi penghangat ranjang rutin sang nona. Jadi dia tak terlalu menggebu-gebu untuk mengejar target pelepasan.
Bahkan mereka bisa melakukan nya di mana saja, tak jarang di toilet dapur saat si nona binal menginginkan nya. Heru selalu siap sedia tanpa penolakan. Dia akan menjadi kelinci kecil yang begitu manis dan penurut.
Kembali pada daun pintu yang terus di ketuk, Resy berjalan malas. Dia sengaja mengunci pintu ruangan nya karena tak ingin ada yang tiba-tiba masuk ke kasana.
Klek
Resy sedikit kaget melihat siapa yang datang, namun berusaha untuk menetralkan ekspresi wajah nya.
"Angin apa yang membuat bibi ku yang cantik ini berkunjung kemari?" Tanya Resy lebih terdengar seperti sebuah ledekan. Namun Rosy bukan tipe orang yang mudah terpancing emosi. Rosy tersenyum simpul lalu masuk dengan sedikit menggeser tubuh Resy menggunkan bahu nya.
Setelah masuk, Rosy menilik setiap sudut ruangan dengan tatapan menilai.
__ADS_1
"Apa kau baru saja menerima pasien, Resy sayang?" Tanya Rosy membuat Resy sontak menoleh pada layar komputer nya yang lupa dia mati kan. Terlihat kantung kehamilan di layar 21" tersebut. Bergegas Resy mencabut kabel penghubung dengan sedikit panik.
"Apa itu hasil pemeriksaan mu? Kau hamil?" Ulang Rosy dengan pertanyaan lain. Resy sedikit menegang, namun tak lama senyum nya terbit. Sang bibi adalah mantan dokter bedah, tentu tak akan dengan mudah membaca tampilan layar USG dengan sekali melihat.
"Bibi benar, aku sangat bahagia. Dan aku yakin, Nathan pun sama, aku telah mengandung anak nya. Tak ada lagi alasan Nathan untuk menceraikan ku, dan aku harap bibi bisa menasehati Mishy agar tak merebut calon ayah anak ku." Ucap Resy pongah, wanita itu tersenyum puas penuh kemenangan. Berharap Mishy enyah dari kehidupan Nathan untuk selama nya.
"Selamat kalau begitu, nak. Semoga anak mu sehat dan kau pun sama. Untuk Mishy, bibi hanya bisa mengingat kan nya. Semua tergantung pada kegigihan Nathan, karena terlihat jelas jika Nathan sangat menggebu-gebu pada putri ku itu." Sahut Rosy dengan nada tenang, namun itu berhasil membuat emosi Resy naik hingga ke ubun-ubun.
"Jika Mishy adalah wanita bermartabat, dia tak akan menerima kedatangan pria yang sudah jelas telah menikah. Atau memang Mishy punya bakat untuk menjadi seorang pelakor seperti bibi di masa lalu.." desis Resy menahan gejolak amarahnya. Rosy tercengang. Dirinya di tuduh menjadi seorang pelakor? Tidak salah?
"Putri ku terdidik dengan baik, Resy. Untuk itu dia selalu menjaga kehormatan nya hingga sekarang. Dan bibi bukan seorang pelakor, namun pernikahan bibi lah yang di masuki seorang pelakor setelah dua tahun pernikahan. Apa kau mengerti alur nya? Setelah dua tahun, arti nya pernikahan itu sudah berjalan lebih dulu. Entah dari mana kau mendapatkan Wahyu tentang masa lalu ku. Tapi kau bisa bertanya langsung pada papa mu, dia akan menjawab rasa penasaran mu yang tak berdasar ini." Ujar Rosy menatap iba pada sang keponakan.
Apa maksud nya mirip dengan ayah kandung nya? Apa sang bibi mengetahui sesuatu? Tidak, dia tak pernah bermain di luar sehingga sang bibi pernah memergoki nya. Heru hanya menjadi penghangat ranjang nya di rumah saja.
Menepis pikiran buruk nya, Resy memotret foto USG janin nya lalu mengirim kan pesan sang suami. Berharap Nathan tersentuh melihat foto tersebut. Tentu saja menggunakan nomor baru.
π€Lihatlah, dia sangat lucu bukan? Aku harap kau segera mengakhiri hubungan terlarang mu dengan adik ku. Coba lah jadi ayah dan suami yang bertanggung jawab. Sebentar lagi kita akan menjadi orang tua, aku tak ingin membuat anak ku kehilangan sosok ayah nya yang lebih sibuk berbagi kemesraan bersama wanita lain."
Resy tersenyum puas, dia merasa menang kali ini. Nathan akan berada dalam kendali nya melalui anak yang dia kandung.
Sementara Nathan mematung, melihat foto gelap yang hanya menampilkan semacam kantung kecil. Resy mungkin bisa mengelabui Nathan, tapi tidak untuk Mishy.
__ADS_1
"Ada apa? Kenapa kau tegang sekali?" Mishy baru saja mencuci peralatan makan mereka berdua. Seperti biasanya, Mishy akan menghabiskan waktu siang nya bersama Nathan.
"Ini... Resy mengirim kan aku foto USG. Aku tak paham membacanya, hanya ada kegelapan seperti kehidupan ku sekarang." Ucap Nathan menyodorkan ponsel nya dengan wajah frustasi. Harapan untuk menceraikan Resy harus tertunda sampai anak itu lahir.
Mishy menatap layar ponsel dengan seksama, kening nya mengerut dalam. Lalu tak lama senyum nya terbit sempurna. Resy selalu gegabah seperti dulu, wanita itu tak pernah belajar dari pengalaman. Jika kecerobohan bisa menenggelamkan nya hingga ke dasar samudera.
Sekali lagi, orang serakah pada akhir nya selalu rugi. Mishy selalu percaya pada pepatah tersebut.
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
...----------------...
...Satu bab dulu ya guys π€ππ€...
...Rutinitas memanggil untuk di hadapi dan di kerjakan sesuai prosedur dan aturan umum tata rumah tangga π π ...
...Nanti malam crazy up lagi, gas komen lah biar othor gak lupa ππ...
...Kuy merapat dan jangan lupa tinggalkan jejak cinta kalian ππ...
...Luv Yuu sekebon kopi buat kalian semua π€π₯°π₯°...
__ADS_1