Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Sekretaris Gercep


__ADS_3

Sedangkan di sebuah kamar rumah mewah yang terasa sepi. Rosy tengah menatap foto sang anak dengan tatapan tak terbaca, ada perasaan aneh menjalar di hati nya sejak beberapa hari ini.


"Sayang, kenapa kau tak tidur. Ini sudah larut malam.." tegur Harland dengan suara serak. Harland terbangun karena tak merasakan hangat nya kehadiran sang istri di samping nya. Rupa nya wanita itu tengah duduk di sofa sambil memegang pigura berisi poto Mishy ketika masih kecil.


Rosy menoleh dan tersenyum lembut pada sang suami.


"Aku tiba-tiba bermimpi tentang Mishy, anak keras kepala itu membuat semacam pesta perayaan yang sangat meriah. Namun di tengah pesta yang sedang berlangsung, Mishy tiba-tiba menghilang di balik awan putih yang sangat indah. Tersenyum sangat manis seakan seperti sebuah perpisahan yang tak terucap. Aku jadi susah tidur kembali karena nya." Cerita Rosy dengan wajah sendu.


Harland beranjak dari kasur lalu duduk di samping istri nya, sudah lebih dua minggu ini putri nya selalu menolak panggilan video dari nya. Dengan alasan kesibukan yang tak bisa di ganggu untuk sementara waktu. Perasaan nya pun sama cemas nya, namun sebagai seorang suami dan ayah. Harland berusaha untuk tetap tenang.


"Itu hanya bunga tidur sayang, kau terlalu merindukan nya. Besok pagi kita akan menghubungi nya, semoga kali ini kita bisa melihat wajahnya langsung. Aku juga merindukan anak keras kepala itu." Ujar Harland menenangkan hati sang istri.


Rosy mengangguk setuju, dia memang sangat merindukan sang anak. Sayang Mishy tak pernah mau mengangkat panggilan video dari nya.


🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹


Seorang wanita tengah berdiri di belakang suami tercinta nya, sambil memijit tengkuk pria itu. Sejak subuh, Mylo terus menerus muntah meski tak mengeluarkan apapun. Semenit saja dia tak melihat wujud sang istri, maka perut nya akan langsung bergejolak.


"Jangan kemana-mana lagi sayang, aku bisa mati jika kau menjauh. Ini...sangat menyiska ku.." lirih Mylo dengan suara bergetar lemah. Walau dalam keadaan lemah sekali pun, kosa kata nya tetap nyeleneh. Sudah seminggu ini pria itu tak bisa melakukan aktivitas normal tanpa ada Olivia di samping nya. Dan yang paling menyebalkan, Mylo selalu mual melihat wanita berpakaian seksi. Sang sekretaris menerapkan aturan terbaru bagi siapa saja yang beragama muslim, wajib menggunakan pakaian tertutup meski hanya khusus untuk bekerja. Dan yang non muslim pun sama, meski tak menggunakan penutup kepala.

__ADS_1


Seminggu ini perusahaan Sanders yang sudah resmi berubah nama menjadi Sanders Group, menerapkan aturan ajaib. Membuat para pecinta pakaian minim selalu menampilkan wajah tak sedap di pandang kala berada di kantor. Di larang menggunakan parfum saat bertemu dengan sang CEO, dan para pria wajib menunduk saat masuk ke dalam ruangan nya hingga keluar. Atau dia akan mencolok kedua mata para pria yang berani mendongak dan meski tanpa sengaja melirik Oli samping kesayangan nya.


Mylo sungguh bos yang menyebalkan sepanjang masa. Banyak para wanita di kantor menyesal, karena dulu telah memuja dan mengagungkan ketampanan pria itu. Setiap melihat Mylo dari kejauhan, para wanita yang dulu selalu merapikan penampilan mereka. Kini selalu berusaha menjauh sebelum jangkauan sang atasan mendekat ke arah mereka.


Rasanya berhadapan dengan CEO tersebut, jiwa raga mereka seperti di pertaruhkan keselamatan nya.


"Apa jadwal ku hari ini, Sari kacang mede?" Tanya Mylo sambil mengunyah puding jeruk yang di campur dengan susu.


Sari memutar bola mata jengah, menjadi sekretaris Mylo benar-benar merusak kinerja jantung nya. Menahan kesal setiap pria itu berbicara asal, namun tak suka di koreksi.


"Anda ada meeting di restoran Kemala di jam makan siang, tuan." Sahut Sari sopan meski hati kesal.


"Apa kau lupa jika ayah ku juga punya restoran? dan bulan nya lebih banyak dari pada restoran kumala itu. Pindah kan, aku tak suka makan di restoran orang lain. Rasa nya pasti tidak enak." Sarkas Mylo penuh penghinaan. Boleh kah jika Sari ingin melempar tablet di tangan nya ke kepala sang atasan? Mylo benar-benar pandai merusak hari tenang nya, dengan pekerjaan mendadak dan harus di laksanakan.


"Mungkin maksud anda, Bintang. Restoran Kemala bukan Kumala. Lagi pula restoran itu juga sudah mencapai standar bintang 4, hanya selangkah lagi untuk meraih satu bintang. Jadi aku rasa rasanya pasti tak kalah enak dengan restoran tuan Harland." Terang Sari sabar. Menghadapi Mylo butuh kesabaran ekstra.


"Jadi maksud mu masakan restoran ayah ku rasa nya pasaran, begitu?" Nada suara Mylo terdengar mulai sewot maksimal.


"Bukan begitu tuan, maksud ku rasa nya pasti sama-sama bersaing dan tak jauh berbeda. Misal kan ayam pasti rasa ayam, daging pasti rasa daging dan ikan pasti rasa nya akan seperti rasa ikan." Jelas Sari menekan rasa dongkol di benak nya. Kini dirinya pun mulai ikut-ikutan lelot akibat pikiran sempit sang atasan.

__ADS_1


Sedangkan Olivia terus menatap kedua makhluk yang tengah berseteru argumen di hadapan nya.


"Aku jadi ingin memakan ikan, daging dan ayam. Apa nama restoran nya Sari, aku sedikit pelupa belakangan ini." Sela Olivia menengahi perdebatan tak penting itu. Namun dengan cara nya seperti biasa. Bertanya dengan nada polos dan kalimat unik.


"Restoran Kemala, nyonya." Jawab Sari dengan wajah berbinar. Olivia adalah harapan nya sebagai juru selamat nya hari ini.


"Ah ya, bagaimana jika kita coba makan di sana saja sayang. Aku ingin sesekali makan di restoran lain selain milik papa. Mungkin kita bisa menemukan refrensi makanan lain untuk di jadikan makanan favorit di lain waktu." Usul Olivia membuat binar cerah di mata Sari semakin menyilaukan.


Mylo akhir nya mengangguk pasrah, dia harap tak akan memuntahkan seluruh isi lambung nya di atas meja di depan klien nya nanti. Membayangkan makanan di restoran tersebut saja, dia sudah menahan gejolak mual yang tak terkira.


🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹


"Tuan Mylo, aku pikir anda akan di wakili. Mengingat Asisten anda tuan Betran mengatakan, jika anda kurang enak badan. Tadi nya aku sedikit kecewa karena tidak bisa bertemu langsung dengan pengusaha sukses seperti anda. Namun sekarang aku lega, akhir nya bisa berjumpa langsung. Anda lebih tampan dari yang sering ku lihat di majalah bisnis." Lontaran kalimat pujian dan rasa kagum sang klien membuat Sari gerah body.


Heran bukan? kenapa bukan Olivia? itu karena Olivia selalu menilai positif semua rekan bisnis sang suami. Sari? wanita itu sudah sangat hapal di luar kepala, bagaimana perusahaan rekanan selalu mengirim kan wakil mereka untuk membuat sang atasan terkesan. Dan berharap kerjasama tersebut bisa berlanjut dengan hubungan-hubungan lain dalam tanda kutip.


Sari selalu gercep untuk menghalau para calon hama dari atasan nya. Bukan karena dia menyukai Mylo, tapi lebih sebagai sesama wanita. Dia tak suka dengan bibit pelakor di sekitar nya. Apa lagi mau masuk dalam lingkaran sang atasan yang begitu sempurna di mata nya.


"Itu karena filter majalah nya kurang cetar, sekarang tuan Mylo sedang menggunakan filter tok tok." Kekeh Sari berseloroh garing. "Kami juga senang menjalin hubungan kerjasama ini dengan perusahaan anda nona Millen. Hubungan bisnis yang baik akan terjalin semakin baik jika satu sama lain saling memahami tupoksi masing-masing. Ah ya, aku hampir lupa. Wanita cantik ini adalah nyonya Pratama. Dan beliau tengah mengandung buah cinta kasih dari sang suami tercinta. Ah lebih tepat nya, suami bucin sang nyonya. Jadi kaya judul novel lapak sebelah." Sari terkikik geli dengan gaya malu-malu sambil menutup mulut nya.

__ADS_1


Sungguh menjengkelkan di penglihatan Millen.


__ADS_2