Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Akibat Status


__ADS_3

"Jadi kau hanya kepikiran soal uang bonus mu saja? Bukan karena kau benar-benar khawatir dengan pak CEO kita? kau benar-benar tak berperasaan, atasan mu sedang depresi dan kau malah memikirkan isi rekening mu." Cecar sang kekasih melotot tajam. Josua cengengesan tak jelas sembari menggaruk tengkuk nya. Kedua nya kini tengah menuju elevator dengan terburu-buru. Sedang kan di perusahaan tersebut, mulai terjadi kehebohan.


Bagi yang memiliki nomor orang nomor satu di perusahaan tersebut, mereka dapat dengan mudah mengakses informasi terupdate. Status Wira membuat semua orang bertanya-tanya dalam rasa penasaran. Siapa yang tak tau, jika nona muda Pratama telah berpulang empat tahun yang lalu. Dan itu di siar kan hampir di seluruh saluran televisi dan berbagai media surat kabar.


Berita duka yang menyelimuti keluarga besar Pratama dan keluarga besar klan Sanders tersebut, di siarkan selama satu minggu penuh.


Dan sekarang tiba-tiba sang atasan meng-upload foto wanita yang begitu mirip dengan nona muda Pratama. Tentu saja hal yang sangat mengejutkan. Terlihat di upload_an terkahir, Wira menaut kan jemari nya dengan Mishy. Tak lupa caption yang bikin para jomblo auto kejang-kejang.


"Apa menurutmu wanita ini hanya sekedar mirip? Bagaimana mungkin orang yang sudah lama meninggal dunia hidup kembali? Aku ingat ketika upacara pemakaman itu pun di siarkan secara langsung oleh salah satu stasiun televisi swasta kepercayaan keluarga Pratama." Oceh seorang wanita tak henti-henti nya mengulang status tersebut tanpa bosan. Wanita itu mencoba mencari perbedaan namun tetap tak menemukan nya. Karena wanita di foto itu, sangat lah mirip.


"Apa peti jenazah itu kosong?" Sambung seorang wanita dari kubikel nya.


"Tidak mungkin!" Sanggah rekan di samping nya.


"Aku melihat bagaimana tangis keluarga itu begitu nyata, terutama anak-anak nya. Nyonya Rosy pun terlihat begitu terpukul atas kepergian putri semata wayang nya. Berkali-kali ku lihat wanita itu menepuk dada nya kuat menahan sesak atas kehilangan nya." Lanjut nya menyanggah.

__ADS_1


"Kau benar. Aku bahkan menangis tersedu-sedu hingga membuat keripik kentang ku melempem terkena lelehan air mataku yang mengalir deras. Apa kau ingat bagaimana putra pertama wanita itu tak henti-henti nya memeluk peti jenazah ibu nya sambil meraung keras? Aku tak menyangka, jika nona muda itu memiliki seorang putra yang sudah dewasa." Rekan lain pun mulai menimpali satu persatu.


Pembaharuan status Wira benar-benar mengguncang banyak orang, juga mengundang banyak spekulasi. Dan pria itu bahkan tak tau menahu jika akibat ulah nya, sang asisten dan si sekretaris nya telah tunggang langgang mendatangi kantor Mylo. CEO paling bucin yang pernah ada.


Sedangkan Mylo tengah berkutat dengan pekerjaan nya. Sari cuti selama dua hari dan membuat nya benar-benar kewalahan juga kesal. Niat ingin bermanja-manja ria dengan sang istri terpaksa terhalangi oleh setumpuk pekerjaan.


Belum lagi suara notifikasi pesan juga dering telepon yang menggangu, membuat kepala nya semakin berdenyut hebat.


"Astaga! Apa semua orang tidak punya pekerjaan? Bisa-bisa terus bermain ponsel tanpa tau waktu." Gerutu Mylo kesal. Pria itu meraih ponsel nya di atas meja, lalu mulai membuka pesan satu persatu.


Kening Mylo mengerut dalam saat melihat pesan dari beberapa rekan bisnis nya. Lengkap dengan screenshot pembaharuan status sosial milik Wira. Yang membuat jantung nya berdegup kencang adalah foto seorang wanita di dalam nya. Begitu persis dengan mendiang adik nya.


"Ck! Dasar pria bucin, kenapa masih terus meng-upload foto adik ku. Apa dia tak berniat untuk mencari seorang wanita untuk menemani masa tua nya. Dan ini, astaga! Kenapa sangat heboh sekali. Hanya perkara sebuah foto saja sampai harus meneror ku seperti rentenir yang sedang menagih hutang saja." Omel pria itu gusar mengatakan Wira bucin, lalu apa kabar dengan diri nya sendiri.


Jantung nya di buat maraton karena melihat foto sang adik di sana. Sungguh dia sangat kesal, kerinduan nya kini kian membuncah tak terkira.

__ADS_1


"Dasar tukang gosip, siapa sih admin lambe taruh ini? Biar ku ratakan hingga tak berbentuk. Mengganggu saja!" Ketus Mylo sewot. Berusaha keras untuk terbiasa tanpa kehadiran sang adik, malah di buat kembali teringat.


Saat menscroll pesan dan menandai nya, Mylo berniat untuk menghapus pesan-pesan lain tanpa berniat untuk membaca nya terlebih dahulu. Namun pesan dari detektif Conan namun tak sehebat sang tokoh, Mylo seperti tertarik untuk membuka nya.


Melewati pesan dari Sima, Mylo menghapus pesan-pesan lain hanya dengan sekal klik. Pria itu tersenyum sinis setelah menghapus pesan yang menurut nya sangat menggangu tersebut.


Saat akan membuka pesan dari Sima, panggilan masuk dari salah satu rekan bisnis nya kembali membuat nya mengeram kesal. Namun akhir nya tetap dia angkat untuk menghargai sang klien.


"Halo tuan Budiman Sudjatmiko, ada yang bisa say bantu? Apa berkas kerja sama kita perlu saya tinjau kembali? Mengingat anda begitu rajin mengirimkan pesan sepotong hari ini, mungkin saja ada hal yang sangat mendesak untuk di bahas." Jawab Mylo dengan sederet kalimat menyebalkan.


Di ujung sana, tuan Budi Sudarsono hanya bisa menghela nafas panjang. Berhadapan dengan Mylo terkadang cukup menguras energi dan mengurangi usia. Nama nya hanya Budi dan nama belakang nya Sudarsono. Entah sejak kapan nama nya berganti, namun semenjak menjadi partner bisnis Mylo. Hampir semua rekan bisnis nya memiliki nama lengkap juga nama panggilan khusus. Dan itu sudah bukan hal yang mengherankan lagi.


"Maaf mengganggu waktu anda tuan Mylo, aku hanya ingin menindaklanjuti berita yang beredar sejak siang tadi. Semua rekanan bisnis kita cukup heboh dengan postingan tuan Wira Artakusuma. Untuk itu saya hanya ingin mengkonfirmasi kebenaran nya. Mungkin saja itu foto lama, mengingat di dunia bisnis, hal-hal tabu bisa menjadi sesuatu yang menghebohkan dunia. Anda pasti mengerti maksud saya, bukan?" Ujar tuan Budi panjang lebar dari seberang telepon.


Sedangkan Mylo mengepal kuat genggaman nya pada ponsel tak berdosa itu. Hati nya tersentil akan kalimat panjang si Budiman.

__ADS_1


"Jadi maksud anda, keluarga ku sengaja merekayasa kematian adik ku, begitu kan?" Nada suara Mylo mulai naik satu oktaf, Mylo tak pernah memperlihatkan sisi garang nya selama ini selain sisi menyebalkan. Namun kini pria itu seperti di sulut api ketika mulai membahas sang adik yang telah tiada.


"Bukan begitu maksud saya tuan Mylo, anda jangan salah paham. Saya hanya...." kalimat tuan Budi langsung di pangkas cepat oleh Mylo.


__ADS_2