Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Hadiah Kecil _Mishy Pratama


__ADS_3

Setelah ciuman terlepas, Mishy menatap Resy dengan seringai venom.


"Aku memaafkan mu, Tatan. Tapi aku lebih suka jika Tatan ku menjadi pria yang bertanggung jawab. Menikah lah dengan Resy, hanya sampai jika Resy benar-benar mengandung anakmu. Aku akan menunggu mu.." Nathan meraih kembali tubuh kecil itu penuh rasa syukur. Meski hatinya tak rela, namun dia akan melakukan nya. Lily nya akan menunggu nya, itu lah keyakinan nya.


🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹


"Aku akan menikahi Resy, paman. Tapi hanya untuk memastikan jika Resy hamil atau tidak. Jika Resy tidak hamil, maka aku akan langsung menceraikan nya. Aku tak ingin hidup bersama wanita yang tak ku cintai seumur hidup ku." Tegas Nathan. Kini mereka kembali duduk di ruang keluarga. Nathan terus menggenggam erat tangan Mishy seakan takut wanita itu pergi.


"Kau pikir aku Sudi punya menantu seperti mu?" sahut Sela membuat Roky semakin merasa bersalah dan malu. Di tatapnya wajah sang keponakan yang tersenyum hangat pada nya. Hatinya meringis pedih.


"Baiklah nak, paman setuju. Jika pun benar Resy mengandung anakmu, kau pun tetap boleh menceraikan nya. Yang penting anak kalian punya status yang jelas."


"Papa!" seru Resy tak terima. "Tidak akan pernah ada perceraian, camkan itu baik-baik. Jadi jauhkan mimpi mu untuk menunggu Nathan, karena dia tidak akan aku lepas kan sampai kapan pun." Tunjuk Resy pada sang sepupu.


Mishy tersenyum simpul, tak ada emosi yang terlihat di sana.


"Turun kan jari mu dari wajah kekasih ku, Resy. Kau tak pantas menuding nya seperti itu." seru Nathan tak terima.


"Baiklah, semua nya. Sebelum pernikahan di gelar, aku ingin memperkenalkan seseorang pada kalian. Terutama pada mu paman..." Sela mendadak panas dingin, apa lagi melihat senyum di wajah Mishy yang begitu misterius.


"Sebentar..." Mishy mengeluarkan ponsel nya kemudian menghubungi seseorang.


"Aku harap bibi punya jantung yang sehat..." seringai penuh ledekan di wajah Mishy semakin membuat Sela terlihat panik.


Tak lama terdengar suara mobil di depan rumah Roy, semua mata tertuju ke arah pintu depan.


Terlihat seorang anak laki-laki berjalan masuk dengan menggunakan masker dan topi. Mishy berdiri begitupun Nathan yang seolah tak mau berjarak sedikit pun dari Mishy.


"Mommy..." Mata Rosy melotot dengan mulut ternganga. Harland pun tak kalah terkejut, namun berusaha untuk menekan rasa penasaran nya.


"Hai sayang, maaf membuat mu menunggu lama..apa kau merindukan mommy hmm?"

__ADS_1


"Sangat, aku juga merindukan calon Daddy ku." Ujar Miguel di sambut pelukan hangat oleh Nathan. Ketiganya nampak seperti keluarga kecil yang bahagia. Resy melengos tak suka dengan pemandangan itu. Sela terus menatap ke arah anak laki-laki yang memanggil Mishy dengan sebutan mommy.


"Ayo, mommy perkenalkan pada oma dan opa.." Mishy menggandeng lengan sang anak penuh sayang dan Nathan berpindah ke sisi kiri Miguel. Pria itu pun melakukan hal yang sama, hal yang sering mereka lakukan ketika jalan bertiga.


"Siapa dia, nak?" suara Rosy Begitu lirih dan pelan. Mishy tersenyum lembut pada sang ibu.


"Dia Putra ku, ma. Walau hanya seperempat darah nya saja. Tapi aku sangat menyayangi nya. Nama nya Miguel Sanders."


Sela melolot kemudian berdiri.


"Dasar lancang, berani sekali kau memakai nama belakang klan suami ku! Apa kau tidak malu, hah! lihatlah, keponakan tersayang mu telah mencoreng arang lebih parah dari yang Resy lakukan. Memakai nama Sanders untuk anak haram nya, sungguh memalukan!" ucap Sela sinis.


"Dia seorang Sanders sejati, seorang anak laki-laki yang akan membawa nama dan DNA keluarga Sanders mengganti kan putri kesayangan mu, bibi." ujar Mishy tenang.


"Apa-apaan kau ini! lihat lah, pa! lihat keponakan tak tau malu mu ini." Sela semakin marah, dan Mishy tersenyum penuh kepuasan. Dia ingin mendengar banyak makian lagi, dengan begitu rasa sakit putra nya akan terbalaskan.


"Apa maksudmu nak, jangan bermain-main. Sejak kapan kau memiliki anak sebesar ini." Suara lemah Harland membuat hati Mishy tak tega, namun harus.


"Hentikan kekonyolan mu, Mishy. Selama ini aku diam meski aku tau kau sudah mencoreng nama keluarga sejak usia remaja. Aku menjaga rahasia mu agar kedua orang tua mu tak terkena serangan jantung mendadak. Kurang baik apa aku padamu? lepaskan lah Nathan untuk ku, masa depanku ada pada nya, Mishy. Kau bisa mencari ayah anakmu saja lalu menikah dengan nya. Aku mohon, jangan membuat malu keluarga mu semakin bertambah."


Mishy tertawa keras, sungguh dia ingin berguling-guling saking merasa lucu. Membuat malu keluarga ? apa tidak salah ?


"Resy, Resy...apa kau mengalami amnesia? siapa yang kau sebut membuat malu keluarga? kenakalan mana yang pernah aku lakukan? perhatikan wajah ini baik-baik, kakak ku sayang." Mishy melepas masker juga topi yang di pakai oleh putranya.


Sesaat kemudian, tubuh Resy terhuyung ke belakang. Wajah itu, mengingat kan pada seseorang di masa lalu.


"Max.." lirih Resy berbisik pelan, namun terdengar oleh semua orang.


"Benar Resy, dia putra mu dengan Max. Bayi yang kau lahir kan di tepi danau di belakang sekolah, lalu kau buang setelah nya. Beruntung aku di sana, berniat untuk melindungi mu dari Bullyan, namun aku malah di buat tercengang. Bagaimana ada seorang ibu yang tega mau menenggelamkan anak kandung nya sendiri ke dasar danau. Aku merawat nya, menempatkan Miguel di panti asuhan. Usiaku belum genap 15 tahun Resy, apa kau tidak malu pada ku? kau lebih tua dari ku, namun pikiran mu begitu sempit. Jadi, katakan padaku, kenakalan mana yang pernah ku lakukan hingga harus membuat kedua orang tua ku malu. Lihatlah wajah ini baik-baik, bayi tak berdosa yang nyaris menjadi santapan penghuni danau." Resy menggeleng kuat, dia tidak percaya. Aib yang berusaha dia singkirkan kini berdiri tepat di hadapan nya.


"Sudah puas menatap wajah tampan putra ku? apa kau tau berapa usianya sekarang? ah, Bagaimana aku bisa lupa. Bukan kah kau menganggap nya sudah tiada?" ejek Mishy tertawa pelan.

__ADS_1


Roky menatap wajah remaja yang begitu tampan di samping sang keponakan, matanya beralih menatap putri nya yang terlihat syok. Begitu juga Sela yang terlihat ketakutan.


Plak plak


"Anjing saja tidak membunuh anak nya, kau lebih rendah dari seekor anjing Resy. Aku menyesal tak membiarkan mu mati saja waktu itu." Marah, kecewa entah apa lagi yang Roky rasakan saat ini.


Rasanya Roky ingin melubangi kepala nya sendiri saking malunya.


Matanya beralih menatap Sela yang terlihat pucat pasi.


"Katakan jika kau tidak mengetahui hal ini, Sela? aku bisa mengampuni seorang pengkhianat, tapi tidak seorang pembunuh. Terutama jika itu adalah cucuku sendiri, darah daging ku." Tubuh Sela bergetar, gesture yang memperlihatkan kegelisahan tak tersembunyi kan.


Roky tertawa hambar, rupanya dia telah di bodohi habis-habisan oleh istri dan anak kandung nya sendiri. Teringat saat Resy kelas 1 SMA, putri nya itu mendadak gemuk selama beberapa bulan. Lalu kembali mengurus setelah nya. Kini dia tau jawaban nya. Sela dan Resy berhasil mengelabui nya, dengan mengatakan Resy mengalami perubahan hormon pubertas.


Rosy menghampiri sang kakak yang terlihat menyedihkan dan rapuh, wanita itu memeluk erat kakak nya dengan sayang. Sedangkan Sela diam-diam pergi dari sana, dia tak ingin menerima amukan Roky pada nya.


"Kenapa kau melakukan ini, nak? paman sangat menyayangi mu sejak kau kecil. Apa kasih sayang kami kurang pada mu, sehingga kau bisa melakukan hal di luar batas seperti itu. Bagaimana bisa kau berpikir untuk melenyapkan anak mu sendiri?" Harland menatap kecewa pada sang keponakan. Jauh sebelum dirinya tau jika Roky adalah kakak kandung istri nya, dia sudah menyayangi Resy kecil yang malang.


Kini kasih sayang itu telah di balas Resy dengan menyakiti putri nya.


"Kalian tak tau apapun tentang ku, berhentilah menghakimi ku!" teriak Resy marah.


"Dan kau! aku menunggu mu menikahi secepat nya, atau Mishy kesayangan mu ini akan aku kirim ke neraka!" setelah mengucapkan kalimat ancaman, Resy meraih tas nya lalu pergi. Dia berharap benih Nathan segera tumbuh di rahim nya, dengan begitu Nathan akan terikat padanya.


Tak ada ruginya dia melakukan operasi reparasi va*gina untuk mengembalikan keperawanan nya. Paling tidak Nathan tak terlalu kecewa karena meniduri wanita yang sudah pernah melahirkan anak sebelum nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Gak nyangka tembus beberapa bab, padahal otak lagi mampet. Semoga alur nya gak ngalor ngidul....


...Luv yuu kalian semua 🤍🥰...

__ADS_1


__ADS_2