Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Putri yang Hilang


__ADS_3

Harland menatap kedua insan di seberang meja dengan tatapan menelisik tajam.


"Jangan coba-coba membuat istri ku tertekan, atau kalian berdua aku coret dari daftar sahabat paling di sayangi oleh istri ku." Ujar Harland menatap galak. Pria itu selalu menanggapi serius setiap kata yang keluar dari mulut istri tercinta nya, tanpa peduli pada siapa dia harus berhadapan. Dan tak peduli jika istri nya salah sekalipun.


Sania melempar potongan kentang goreng ke wajah Rosy yang sedang memasang wajah istri yang teraniaya. Rosy menangkap potongan kentang tersebut lalu melahap nya. Tawa Rosy pecah melihat raut jengkel di wajah sang sahabat.


"Seri bukan? Ah tidak, aku selalu menang beberapa poin dari mu. Itu karena aku punya suami yang sangat mencintai ku. Benar 'kan sayang?" Tentu saja Harland langsung mengangguk cepat tanpa di minta dua kali.


"Dasar bucin gila, kau mencintai nya sungguh tak pakai logika. Bisa saja dia memberimu racun pestisida dalam dosis kecil setiap hari. Mana kau mengerti, jika roh mu sudah bersiap-siap untuk berangkat menuju alam lain tak lama lagi." Ujar Sania mulai panas dalam.


Namun reaksi Harland tetap seperti biasa, memuja seorang Rosy Sanders dengan sepenuh hati dan jiwa. Mana peduli dia jika memang perkataan Sania itu benar ada nya. Yang penting bagi nya adalah, wanita itu selalu ada di dalam jangkauan nya.


"Kau tak akan bisa mengompori suami ku, Sania sayang. Cinta suamiku sudah mentok pada ku dan tak akan bisa bergeser lagi. Bukan kah aku wanita yang beruntung di dunia ini?" Bibir Sania komat kamit merapal kan banyak umpatan pada sang sahabat.


"Hilih...suami ku pun mencintai ku, hanya saja masih dalam kadar normal. Tidak seperti suami mu, pria ini terlalu banyak makan micin hingga menjadi sedikit bodoh." Cebik Sania tak mau kalah. Rosy tergelak melihat bagaimana reaksi Sania yang selalu kalah telak dari nya.

__ADS_1


Jika ada yang melihat sepintas, maka mereka pasti akan salah paham. Dari gesture, tatapan sengit dan kalimat yang terucap dari mulut dua wanita tersebut. Mereka akan mengira jika kedua wanita itu tengah berseteru, meski sebenar nya begitu lah cara kedua nya saling menyayangi.


"Aku dengar kau baru saja mengambil proyek pembangunan gedung hotel di Bandung? Apa kau bekerja sama dengan tuan Mahesa?" Tanya Kinos menyela adu kesengitan antara sang istri dengan sahabat nya.


"Benar. Aku sudah mempelajari prospek proposal nya, jadi aku yakin tuan Mahesa tidak akan meruntuhkan ku kali ini. Bukan begitu sayang?" Goda Harland pada sang istri. Rosy tertawa kecil, teringat bagaimana dulu dia bersepakat dengan Mahesa untuk menjatuhkan sang suami hingga ke dasar bumi.


"Itu berlaku jika kau mulai mencurangi ku, sayang. Maka bukan hanya meruntuhkan mu, meleburkan mu menjadi seperti abu pun aku masih sanggup." Ujar Rosy tersenyum smirk. Harland tertawa renyah, dia tak marah tak pula sakit hati. Justru dia belajar banyak dari pengalaman buruk nya di masa lalu.


"Aku bahkan tak pernah memiliki uang kes di dompet lebih dari seratus ribu, dan kartu debit ku hanya berisi 100 juta rupiah perbulan. Itu pun masih sering di tilap oleh Mylo untuk membeli produk pembersih wajah. Astaga anak itu benar-benar membangkrutkan. Kenapa dia pelit sekali padahal untuk kebutuhan nya bukan aku. Dan lihat, bagaimana bisa aku mencurangi mu sayang." Wajah Harland begitu memelas meminta untuk di kasihani.


Setiap melakukan perawatan, Harland harus memasang wajah sangat agar Mylo berhenti memilih paket perawatan sesuka hati. Dan setiap kali membayar, Mylo akan menampilkan wajah anak yang lucu dan menggemaskan di hadapan sang ayah.


Meski dengan hati kesal apa lagi jika limit nya mencapai 50 juta rupiah. Kerutan Harland rasa nya semakin bertambah berkali-kali lipat. Mylo sungguh anak yang durhaka, namun sekaligus anak yang paling menggemaskan di keluarga Pratama. Satu-satunya anak laki-laki mapan, tampan dan di liputi segala kesempurnaan dan kekayaan tak terhingga. Namun memilih untuk tinggal bersama kedua orang tua nya, Mylo tak suka berjauhan dengan sang ibu tercinta.


"Ku dengar tuan Mahesa masih gencar mencari putri nya yang hilang ketika masih kecil. Apa pria itu masih suka memberikan selebaran pada setiap klien bisnis yang di temui nya? Bagaimana dengan mu?" Rupa nya Kinos masih begitu penasaran dengan kehidupan seorang Mahesa.

__ADS_1


Pria dingin yang kehilangan sang anak ketika putri nya merayakan ulang tahun yang ke lima tahun.


"Masih seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap bertemu dengan partner bisnis. Potret gadis kecil yang lucu itu akan selalu di bagi kan. Padahal jika di hitung, usianya kini mungkin sudah sekitar 23 tahun. Artinya sudah 18 tahun berlalu. Namun anak tetap lah anak. Darah daging yang tak akan mungkin bisa di lupakan begitu saja. Apalagi tuan Mahesa hanya memiliki satu anak perempuan. Dua anak nya yang lain laki-laki semua, pasti terasa sekali sakit nya kehilangan putri nya satu-satunya."


Pungkas Harland berpendapat. Dia pun pasti akan merasa kan sakit yang sama, jika terjadi sesuatu pada salah satu anak nya.


"Aku masih menyimpan selebaran itu di laci kantor ku, entah kenapa aku menyimpan nya. Aku seperti pernah melihat kontur wajah yang hampir persis dengan wajah gadis kecil itu. Tapi entah di mana." Sambung Kinos seperti tengah memikirkan sesuatu.


"Ah ya! Di kantor putra mu, aku melihat seorang gadis dengan seragam office girl. Tubuh nya sangat mungil dan memiliki garis wajah yang mirip seperti tuan Mahesa. Du kali berpapasan dengan nya aku seperti melihat tuan Mahesa dalam versi seorang wanita." Ujar Kinos menggebu-gebu.


"Apa kau melihat Embroidery di baju seragam nya? Mungkin kita bisa mulai menyelidiki nya dari data gadis itu." Entah kenapa Harland jadi ikut bersemangat untuk mencari tau tentang keberadaan anak dari rekan bisnis nya.


"Nah Itu dia, kami hanya kebetulan berpapasan. Lagi pula gadis itu selalu menunduk jika bertemu dengan siapa saja. Sungguh anak yang sopan." Jelas Kinos sembari memuji kesantunan gadis yang dia maksud.


"Kenapa kalian berdua begitu bersemangat? Apa tuan Mahesa melakukan sayembara untuk siapa saja yang berhasil menemukan putri nya?" Selidik Sania memicingkan kedua matanya, menatap sang suami dan Harland bergantian.

__ADS_1


Membuat kedua pria itu salah tingkah di buat Sania. Tatapan penuh selidik yang di lontarkan oleh wanita itu seolah menguliti mereka berdua.


__ADS_2