Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Tamu spesial


__ADS_3

"Sayang, apa yang kau masak sampai mengabaikan ku sejak tadi..." Harland memeluk pinggang sang istri dari belakang untuk mencari perhatian wanita cantik itu.


"Aku ingin membuat makan makan spesial, malam ini Nathan dan Roy akan makan di rumah kita. Dan aku juga mengundang seseorang yang tak kalah spesial, jadi maaf jika aku terkesan mengabaikan suami ku yang tampan dan mesum ini." Cerita Rosy sedikit berseloroh.


"Ck! aku hanya mesum pada mu sayang, aku suka suara syahdu mu menggema di dalam kamar kita. Membuat ku merasa 10 tahun lebih muda setiap malam nya..." ucap Harland tertawa renyah. Rosy mencebik mendengar kalimat pujian diri sendiri dari mulut sang suami.


"Jadi katakan, siapa tamu spesial itu? apa dia seorang laki-laki? apa dia lebih tampan dariku? katakan sayang, atau pintu gerbang aku kunci hingga tamu mu tak akan bisa masuk ke dalam istana cinta kita ini." Ancam Harland menggebu dan penuh waspada.


Rosy memutar bola mata jengah, suami nya selalu saja memasang sikap siaga seperti remaja baru mengenal cinta.


"Ada lah, masih rahasia... namanya juga tamu spesial suami ku, dan jangan berpikir untuk menyogok pak Bonar untuk mengunci pintu gerbang. Atau jatah makanan tambahan mu malam ini tidak akan kau dapat kan." Skak! Harland mengerucut kan bibir nya seperti seorang gadis. Istri nya selalu tau cara membungkam nya.


"Selalu saja mengancam, baiklah baiklah...aku jadi penasaran, tamu spesial mu seperti apa dia. Aku mau menelpon Roky dulu, bagaimana pun Nathan adalah menantu nya. Aku tak enak saja meski Roky sudah mengatakan tak masalah jika Nathan masih berhubungan dengan Mishy." Tukas Harland tak enak hati pada iparnya tersebut.


"Ah ya, katakan juga jika kakak ingin makan malam di sini. Kita masih punya stok makanan dan kursi kosong. Ku lihat kakak semakin kurus sekarang..." ucap Rosy dengan tatapan nelangsa. Mengingat sang kakak yang pasti menyimpan banyak perkara dalam benak nya seorang diri.


"Baiklah, itu lebih baik. Dia pasti merindukan masakan adiknya yang super duper merusak diet ini.." Harland mencomot sepotong daging rendang kesukaan nya dan sang istri di atas meja dapur. Dan berhasil mendapatkan sentuhan hangat sutil ajaib sang istri.


"Ash sayang, kasar sekali... Jika ingin kasar di kasur saja, aku ikhlas lahir batin." Harland menaikkan alis nya turun naik. Pria itu benar-benar mesum pada istri nya, bukan perkara nafsu semata. Namun lebih pada cinta yang bekerja di antara hubungan kedua nya. Dulu bersama Sindy bahkan masih bisa dia tahan hingga berbulan-bulan, karena berpikir tak ingin menyakiti calon anak yang dia sangka benih nya.

__ADS_1


"Sudah sana, telpon kakak segera sebelum dia pulang ke rumah nya. Sela pasti akan mengintrogasi kakakku jika keluar malam hari." Usir Rosy mendorong pelan bahu sang suami. Harland kembali mencebik karena masih ingin berlama-lama menatap istrinya yang semakin cantik dan seksi saat sedang masak seperti ini. Rambut panjang yang di jepit asal kebagian atas, dan menyisakan juntaian anak rambut sungguh membuat jiwa kelakian Harland meronta-ronta.


🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹


Resy mematut kan diri nya di depan cermin, dia baru saja membeli beberapa lingerie untuk menyempurnakan malam panas nya bersama Nathan nanti. Di liriknya benda bulat yang menggantung di dinding kamar nya, pukul 7:15 malam. Dan hingga saat itu pun, belum ada tanda-tanda kehadiran sang suami tercinta.


Resy menghempas kan tubuh nya ke atas kasur. Wanita itu terlihat tak sabar ingin mengulang malam panas nya bersama Nathan, dalam keadaan pria itu menyadari jika tengan bercinta dengan nya. Dia sudah menyiapkan kamera tersembunyi di balik lampu tidur. Dan akan dia pamer kan pada Mishy, jika Nathan dengan suka rela menyentuh tubuh nya.


Tanpa Resy tau, jika Nathan tengah melakukan hal yang sama. Mematutkan diri di hadapan cermin di kamar rumah nya sendiri, yaitu rumah sang ayah. Tadi siang dia menahan Mishy di kantor nya hingga wanita itu tertidur dan akhirnya pulang bersama nya. Kini dia tengah bersiap untuk mendatangi rumah sang kekasih di seberang jalan sana. Dia sudah tak sabar untuk membahas rencana pernikahan nya dengan Mishy, meski masih berstatus sebagai suami wanita lain.


Toh Roky merestui nya bersama Lily kesayangan nya. Apa lagi yang dia tunggu-tunggu.


🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹


"Sayang, aku sudah sangat lapar..." rengek Harland seperti balita. Rosy menggeleng pelan melihat tingkah sang suami yang selalu mau menjadi pusat perhatian jika mereka sedang ada tamu. Tak heran Mylo selalu menjadi pria yang haus perhatian, turunan tanjakan, gen ayah nya lebih mendominasi.


"Sabarlah sebentar lagi, masih ada dua tamu lagi yang belum tiba.." Harland mengerucut kan bibir nya membuat tawa geli Roky dan Roy pecah. Harland selalu bersikap manja di rumah, namun di luar pria itu akan memasang tameng, dengan wajah datar dan dingin. Tak lupa mulut nya yang ketus jika tak suka sesuatu.


"Selamat malam, maaf kami terlambat..." sapa seseorang yang baru saja tiba dari arah pintu depan. Semua mata menoleh ke sumber suara, Roy, pria itu terkesiap melihat siapa wanita cantik yang baru saja tiba, dengan seorang wanita muda di samping nya.

__ADS_1


"Rasty?" beo Harland menatap wanita paruh baya namun masih menyisakan kecantikan masa mudanya.


"Hai Lan, Ndre, Ros...Roy.." sapa Rasty lirih di ujung sapaan nya. Roy tertegun, masih belum percaya. Mantan kekasih nya kini berada di hadapan nya.


"Malam juga Ras, ayo duduk...ini pasti putri mu bukan? cantik sekali, apa dia yang kau maksud seorang dokter itu?" tanya Rosy memberikan sapaan hangat.


"Benar, dia putri ku yang malang..."


"Ma..." protes sang anak dengan wajah memerah. Ibu nya pasti akan menceritakan nasib kejomblowan nya lagi dengan wajah memprihatinkan. Seolah kejomblowan nya adalah sebuah musibah besar.


"Kenapa? kau kan memang jomblo akut, jadi terima saja takdir mu jika terus mama bully." Sang anak memutar bola matanya jengah. Ada ya, ibu seperti ibunya ini. Yang senang hati membully anak sendiri.


"Duduk lah, Ras. Di sebelah sana saja, apa kau tidak keberatan Roy?" tanya Rosy memancing. Roy yang sedari tadi terus menatap sang mantan jadi salah tingkah sendiri.


"Ah ya, tentu saja boleh lagi pula ini masih kosong." Jawabnya gugup. Nathan tersenyum geli melihat tingkah sang ayah, sudah lebih dua tahun, dia tak masalah jika ayah nya mencoba menjalin hubungan dengan seorang wanita. Ayahnya masih terlihat gagah dan tampan di usianya, karena pria itu rajin berolahraga secara teratur.


Makan malam tersebut menciptakan suasana yang berbeda terutama bagi Roy dan Roky. Roky sesekali mencuri pandang pada gadis muda yang duduk di samping nya. Entah kenapa jantung nya tiba-tiba bergetar tak tau diri. Astaga, Roky mengutuk jiwa Playboy nya yang masih tersisa. Bisa-bisa nya dia seperti merasakan jatuh cinta pada wanita yang jauh lebih muda dari usia nya. Sungguh memalukan batin nya merutuk kesal.


🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹

__ADS_1


__ADS_2