Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Bantuan tetangga


__ADS_3

"Maaf mengganggu waktu mu malam-malam begini, di rumah ku ada tamu tak di undang. Bisakah kau ke rumah ku untuk menemani nya mengobrol. Aku tak nyaman jika hanya berdua saja, itu akan menimbulkan fitnah." Keke mengernyit bingung, tamu mana yang berada di rumah Satya malam-malam begini.


Namun wanita itu tetap mengangguk pelan, kemudian pamit untuk mengambil jaket nya. Kedua nya berjalan beriringan menuju rumah Satya, mata Tania memicing tajam saat melihat wanita yang menurut nya genit itu tengah berjalan bersama dengan Satya.


"Loh mas? kok ada mbak Keke sih!" gerutu nya kesal yang tak dapat di sembunyikan.


"Eh ada Tania toh. Kebetulan sekali kalau begitu, aku juga mau ke sini eh malah ketemu di depan." Ucap wanita itu tersenyum ramah yang malah di balas tatapan jutek oleh gadis itu.


"Mau di sini saja apa di dalem?" tanya Satya basa basi.


"Di da..."


"Di teras aja mas, kalau mas mau istirahat silahkan saja. Biar Tania aku yang temani, sekalian mau mengobrol urusan pribadi wanita." Sahut Keke lebih cepat selangkah dari jawaban Tania.


Tania mengepal tangan nya kuat, ingin sekali dia melempar pot bunga milik Satya ke wajah wanita itu.


"Kenapa tidak di dalam saja sih mbak? di sini kan dingin." Protes Tania semakin dongkol.


"Di sini saja lebih adem, mas Satya tidak punya kipas angin kan ya?" Satya lekas mengangguk cepat. Rupanya sang tetangga genit bisa di ajak berkompromi juga. Semoga saja wanita itu tak lagi mencari kehangatan pada pria lain lagi, setelah mendapat kan penolakan dari nya kemarin.

__ADS_1


"Ya sudah, kalau begitu saya tinggal dulu ke dalam. Eh? mau di buatkan minum apa nih?" tawar Satya tak enak hati malah meninggalkan tamunya begitu saja, paling tidak dia akan membuat kan minum terlebih dahulu.


"Te..."


"Tidak usah mas, kemarin katanya tidak punya gula kan? ingat kemarin minta sama saya untuk buat teh hangat beberapa sendok makan saja, pasti sudah habis." Lagi-lagi Keke memotong cepat kalimat Tania. Dan Satya hanya bisa mengangguk kembali untuk menyempurnakan sandiwara Keke.


Kapan-kapan diri nya pernah meminta gula pada wanita itu? meski gaji nya tidak seberapa, paling tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup nya juga menabung sedikit demi sedikit.


"Ya sudah mas, istirahat gih. Tadi sore bilang sama saya kalau lagi kurang sehat. Kami aman aja, tar kalau orang tua Tania sudah pulang saya kunciin pagar depan. Kuncinya saya lempar kan ke teras." Ujar wanita itu lagi mengusir halus sang pemilik rumah. Entah siapa tamu siapa tuan rumah, Satya lagi-lagi hanya manut saja.


"Mbak Keke kok bertamu malam-malam ke sini? ada perlu apa? saya tidak apa-apa kok kalau Mbak Keke mau pulang sekarang. Saya tidak takut sendirian, sudah biasa di tinggal sama bapak ibu di rumah." Sungut gadis itu mendumel kesal tanpa menatap lawan bicaranya.


Keke tersenyum simpul, mengingat jika Satya mengatakan jika Tania ke rumah nya karena takut di rumah nya sendirian. Dan sekarang gadis itu mengatakan sudah terbiasa sendiri di rumah nya. Sungguh cara yang licik untuk menjerat Satya. Dia suhu nya, jadi tidak akan gampang di kelabui oleh gadis aroma kencur seperti Tania.


Nasihat sang legen yang ahli dalam urusan goda dan rayu merayu pria. Dia sudah mulai menuju jalan yang tepat, tidak lagi bengkok seperti kemarin. Penolakan Satya membuat nya sadar, kehangatan yang dia buru selama ini bisa menjadi bumerang bagi diri nya sendiri. Itu kenapa dia begitu malu berpapasan dengan Satya. Dan malam ini dia ingin menebus nya, dengan membantu pria itu lepas dari jerat masalah akibat ulah ABG seperti Tania.


"Mbak jangan sok menasehati saya, apa mbak kira saya tidak tau, jika mbak sering membawa pria asing masuk ke dalam rumah mbak. Saya tau semua nya, jadi tidak usah sok suci!" hardik gadis itu tak terima dengan nasihat tania.


Keke terkekeh kecil.

__ADS_1


"Kau benar, untuk itulah aku ingin meluruskan jalan ku yang sudah berkelok-kelok tak tentu arah. Lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. Kau pun harus begitu, mumpung masih muda. Jangan menunggu usia seperti diriku baru ingat tobat. Penebusan nya tak akan mudah selain menanggung malu yang berkepanjangan. Jadi apa perlu aku mengantarmu pulang sekarang. Atau kau masih takut di rumah sendiri? aku tak keberatan untuk menemani mu malam ini." Tawar Keke tulus.


"Tidak perlu! saya permisi!" Tania berjalan ke arah pagar depan langkah kesal. Gadis itu menarik pintu pagar dengan keras hingga terlihat bergoyang. Maklum pagar nya hanya terbuat dari papan Siring tipis.


Keke menggeleng kan kepala nya melihat tingkah Tania, ternyata begini gambaran dirinya saat masih dalam mode genit yang hampir sama.


"Ckckckck... ada-ada saja." Keke beranjak dari kursi kayu tersebut hendak pulang, namun terkejut dengan kehadiran Satya yang tiba-tiba muncul dari balik pintu yang tadi nya tertutup rapat.


"Loh mas? saya kira sudah otw akhirat. Eh? otw mimpi maksud nya..." kekeh wanita itu.


"Ck! nyumpahin nya niat sekali. Terimakasih banyak sudah menolong ku keluar dari masalah." Ucap Satya tulus.


Keke tersenyum hangat, begini rasanya menjadi orang yang berguna.


"Sama-sama mas, ya sudah saya mau balik dulu. Tadi lagi video call sama suami melepaskan rindu, eh malah ketiduran. Untung mas Satya datang, kalau tidak saya sudah seperti katak kering besok pagi." Keke tertawa kecil merasa geli sendiri, sementara Satya sedikit lamban dalam mencerna maksud Keke.


Keke sedang melakukan pelepasan dengan cara bermain karir di berbagi video dengan sang suami. Karena kelelahan, wanita tertidur dengan posisi kedua kaki masih terbuka lebar. Itu kenapa dia mengatakan akan kering seperti katak. Namun Satya masih terlalu jauh pemikiran nya, hingga tak bisa mencerna cepat.


"Ya sudah, sekali lagi terimakasih banyak mbak Keke." Ucap Satya lagi.

__ADS_1


"Ya ya, konsisten ya manggilnya sekarang mbak, bukan ibu lagi. Kaya tua banget aku tuh." Tuntut wanita itu memicingkan matanya, Satya hanya mengangguk paham. Toh hanya sebuah panggilan, lagi pula Keke belum memiliki anak. Jadi wajar saja dia risih dengan panggilan Satya.


Akhirnya malam ini Satya kembali terbebas dari satu, godaan lagi setelah berhasil membuat satu ulat bulu bertobat ke jalan yang benar.


__ADS_2