Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Heru yang polos


__ADS_3

Resy mulai gelisah, waktu sudah menunjukkan pukul 10:35 malam. Selarut ini dan Nathan tak kunjung pulang. Ponsel nya pun tak bisa di hubungi, jelas saja, Nathan telah memblokir nomor istri nya sendiri. Dengan kasar Resy meneguk minuman yang sejati nya di khususkan untuk Nathan, hingga tandas tak bersisa.


Setelah dahaga nya tuntas, Resy seperti menyadari sesuatu yang salah. Lalu menatap gelas yang baru saja dia letak kan di atas meja nakas. Mata nya melotot sempurna. Dengan kekuatan penuh, Resy membanding gelas nya hingga berhamburan di lantai. Beling berserakan di mana-mana, hati nya mulai was-was.


Berselang 5 menit reaksi obat laknat itu mulai terasa, Resy semakin gelisah tak karuan. Hingga akhirnya memutuskan untuk berendam air dingin di dalam bathtub. Sudah beberapa menit berendam tak memberikan efek membaik. Resy sungguh tersiksa.


Dengan masih menggunakan lingerie basah kuyup, Resy turun ke lantai bawah. Semua pelayan sudah tidur lagi pula tak ada yang boleh masuk ke dalam rumah utama, jika bukan untuk melakukan tugas nya di siang hari.


Resy membuka kulkas lalu meneguk minuman dingin, namun sepertinya tak membantu. Sekelebat Resy seperti melihat seseorang berjalan menuju pintu belakang melalui kaca jendela dapur. Bergegas Resy menghampiri pintu penghubung dapur dan taman belakang menuju paviliun pelayan.


Klek


Heru terkejut bukan main, saat melintas pintu dapur menuju paviliun pelayan. Pria itu lupa membawa charger ponsel nya, dan berniat mengambil nya ke sana. Berjaga malam hari sering dia habis kan untuk menonton berita harkat dan martabat para security, agar tak mengantuk.


Namun pemandangan yang dia lihat sekarang sungguh membuat jiwa kelakian ternodai. Bagaimana tidak, lingerie transparan itu dalam keadaan basah, menempel sempurna di tubuh sang nona muda. Sekuat-kuatnya iman seseorang, pasti akan on juga jika melihat pemandangan gratis seperti itu secara mendadak.


"Astaghfirullah..." Heru mengusap dada nya kemudian berputar arah. Namun sang calon bencana malah memanggil nya.


"Heru..? bisa bantu saya? ada banyak pecahan gelas di kamar saya di atas tolong kau bersih kan sekarang. Aku takut terinjak beling..." pinta Resy dengan suara parau. Entah karena pengaruh kantuk atau kerasukan roh angin malam yang menggoda iman. Heru pun tak tau, pada siapa dia harus mengadu.

__ADS_1


"Baik nona.." Heru kembali berputar dan menunduk kan pandangan nya ke arah lantai marmer, yang malam itu terlihat begitu indah untuk di pandang.


Resy mengikuti langkah Heru dari belakang, di tatap nya tubuh kekar Heru yang malam itu hanya menggunakan baju kaos biru dan celana training berwarna senada. Sungguh mempesona, gaya berjalan Heru yang tegas dan otot kekar lengan pria itu, sangat menggoda untuk di sentuh daripada hanya di pandang mata.


"Itu, seperti nya masih banyak lagi. Tadi tak sengaja terlempar saat aku hampir jatuh." Dalih Resy duduk di sofa. Menatap apa yang Heru lakukan, setelah memastikan kamar sang nona majikan bersih. Heru berniat untuk pamit. Namun lagi-lagi iman nya kembali di uji. Kini Resy hanya mengenakan dala*m*an tanpa penutup dada. Dan baju saringan pertalite nya tadi entah kemana rimba nya.


Susah payah Heru menelan ludah nya yang terasa berliter-liter banyak nya.


"No_na..saya..pamit dulu, kamar anda sudah bersih..." Heru berjalan cepat menuju pintu membawa sekop dan sapu kecil di tangan nya. Jantung nya seperti maraton jutaan mil, dia ingin segera menuntaskan hasrat kelakian nya bersama mbak Citra tercinta. Untung saja stok nya masih cukup untuk bersolo ria tak terduga malam ini, batin nya mendumel kesal.


Namun saat akan meraih handle pintu, Heru kembali di buat mati daya mati raga. Resy memeluk nya dari belakang dengan penuh niat. Berbisik pelan sambil meremat bagian yang mulai menegak bagai keadilan yang tak adil di bawah sana. Heru memejamkan kedua matanya, nikmati sebentar sebelum kewarasan sang majikan kembali. Begitu lah pikir nya yang sudah mulai di rasuki roh para beling.


"Temani saya Heru...malam ini saja..." mohon Resy membalikkan tubuh Heru yang masih mematung dan menegang. Di letakkan nya sekop dan sapu dari tangan pria itu di samping pintu kamar nya.


Pria beruntung itu hanya bisa menurut pasrah. Setelah Heru duduk dalam posisi sempurna, Resy melepaskan penutup terakhir yang dia pakai. Dan terlihat lah sedikit belahan yang sering di sebut surga dunia tersebut. Heru kembali menelan ludah nya. Matanya sudah berkabut, ini pengalaman pertama nya melihat pemandangan seindah ini secara langsung.


"Sentuh lah kalau kau ingin..." Resy menuntun tangan kekar Heru ke dada nya, yang menurut penilaian Nathan sudah tidak proporsional.


Tangan Heru bergetar saat menyentuh benda kenyal namun bukan jelly tersebut. Meremat nya pelan seperti yang pernah dia lihat di ponsel nya. Memainkan ujung dada sang nona majikan dengan penuh penghayatan. Kini Heru mulai bersyukur dengan otaknya yang kadang-kadang suka sedikit kotor. Karena kadang suka mengintip akun terpercaya tersebut jika sedang berkencan dengan nona citra.

__ADS_1


Dengan sedikit pengalaman tutorial tersebut, dia akan mempraktekkan ilmu nya pada sang nona muda yang sepertinya haus akan belaian tersebut.


"Remas...yang kuat..Her..." titah Resy bergerak gelisah di atas pangkuan Heru. Baju Heru sudah di campakkan oleh Resy entah ke sudut mana. Kini tinggal penutup benda pusaka warisan keluarga nya yang masih menempel.


"Tidak sakit nona..." sungguh pertanyaan yang konyol, ingin sekali Resy menenggelamkan kepala pria itu di kedua kaki nya saking gemasnya.


"Lakukan saja Heru.." desis Resy yang sudah kelojotan tak karuan padahal Heru masih pasif.


Tak tahan lagi, Resy turun dari pangkuan Heru dan berjongkok. Wanita itu melepaskan celana training Heru dengan tergesa, seperti sedang melakukan lomba tipis-tipis.


Setelah terbuka, Resy terbelalak melihat benda berurat panjang dan besar tersebut lalu menatap perut kotak-kotak Heru yang......tak dapat di jabarkan.


Resy sedikit ketakutan namun hasrat nya harus segera di tuntaskan. Resy kembali naik ke atas pangkuan Heru yang masih mematung, melihat dirinya lebih seperti orang yang hendak di perkosa.


Dengan sedikit usaha, akhirnya benda tumpul itu amblas sempurna. Resy mengerang begitu Heru. Tanpa sadar Heru sampai tergigit puncak dada nona binal nya. Resy memekik kesal namun minta tambah.


Heru mulai rileks bahkan dengan rakus melahap benda bulat di hadapan nya secara bergantian. Tangan nya pun turut kreatif, meremat bokong sang nona dengan kuat. Servis sesuai permintaan konsumen, begitu pikir nya. Sedangkan Resy terus berpacu menunggang pria malang tersebut. Meliuk-liuk seperti cacing kepanasan, berputar dan menghentak naik turun seperti sedang main trampolin.


Heru hanya perlu membuat tongkat ajaib nya terus tegak tanpa peduli apapun lagi. Otak polos nya sudah benar-benar terkontaminasi oleh barang nikmat tersebut. Resy pun terlihat sangat menikmati permainan Heru di dada nya, begitu cepat nya anak kampung itu mahir dalam sekejap. Memainkan dada sang nona dengan gemas nya. Meninggalkan banyak jejak di kulit mulus tersebut. Dengan rasa bangga, Heru tersenyum melihat hasil karya nya.

__ADS_1


Sungguh seperti menjalani alur cerita novel dewasa secara nyata, di mana sang majikan menjadikan pekerja nya sebagai pemuas bira*hi.


🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹


__ADS_2