
"Ide mu sangat brilian sayang, aku akan mulai memperhatikan anak itu mulai sekarang. Tak mengapa dia tidak bisa menjadi seorang pewaris tahta Sanders. Paling tidak tubuh nya bisa menghasilkan uang yang banyak untuk ku. Terimakasih sayang, ide mu sangat jenius. Aku akan memberikan servis yang memuaskan untuk mu..." Sela mulai bertindak agresif, dan itu membuat Bram tersenyum senang.
Selain bisa menghasilkan uang, dia berencana untuk mencicipi tubuh sang calon anak tirinya itu. Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampau. Begitu lah pikiran nya berlayar jauh tanpa tau nasib buruk yang akan menimpa nya kelak.
Kedua insan itu kembali melanjutkan sesi penuh dosa tanpa peduli apa pun. Sedangkan situasi Resy pun tak jauh berbeda.
Wanita hamil itu tengah menikmati cumbuan seorang pria asing di sebuah club malam di pusat kota itu. Sudah seminggu ini Heru tak memberi nya kabar, bukan perkara merindukan pria itu namun lebih pada sentuhan yang membuat nya selalu ketagihan dan menggila
"Lanjut di kamar baby?" Ucap sang pria dengan nafas tersengal-sengal. Ciuman yang berlangsung beberapa menit itu telah menguras oksigen di dalam paru-paru nya.
Resy menatap sayu pada pria blasteran di hadapan nya kemudian mengangguk pelan. Bibir sang pria melengkung menyerupai bulan sabit. Lebih ke arah seringai licik.
Setiba di kamar Resy pamit ke kamar mandi, di merasa tak nyaman dengan rasa lembab di bagian bawah sana. Belakangan dirinya sering mengalami flek dan itu sungguh mengganggu.
Sedangkan si pria sibuk mengatur letak kamera tersembunyi di bawah lampu tidur di samping ranjang. Seringai nya kembali terbit.
"Ada jasa, ada harga...kau harus membayar mahal atas tetesan keringat ku nanti bro." Ucap nya terkekeh laknat.
Klek
Resy keluar dengan hanya menggunakan kimono.
"Kemari lah baby, buka semua nya aku ingin melihat tubuh mu." Resy pun menuruti nya.
Langkah gemulai Resy menghampiri ranjang lalu naik ke atas pangkuan sang pria.
"Perutmu sedikit menonjol, apa kau sedang hamil?" Tanya nya dengan suara parau, Resy yang sudah tak mengenakan apapun tentu saja mampu membuat hasrat nya bergejolak. Bagaimana pun dia pria normal.
__ADS_1
"Hmmm...aku sudah menikah, namun bayi ini bukan milik suami ku." Resy kembali meraup bibir sang pria namun pria itu sedikit memundurkan wajah nya, membuat Resy heran.
" Calm down baby...jangan terburu-buru, aku menyukai kejujuran. So, katakan padaku, benih siapa yang lebih unggul ini?" Alfred, nama pria itu. Mulai memberikan kecupan dan hisa*pan lembut di puncak dada Resy.
Dengan tubuh mulai di kuasa hasrat Resy mengatakan jika dirinya tengah mengandung benih security rumah nya.
Setelah puas bermain di dada Resy, Alfred mulai menanggalkan pakaian nya.
"Puaskan aku baby, aku belum pernah bermain dengan wanita hamil sebelum nya. Apa boleh jika aku tak menggunakan pengaman? Mengingat kau sedang hamil, tentu tak masalah bukan?"
"Tidak masalah, " Resy mendorong tubuh Alfred ke kasur, lalu menaiki tubuh pria itu dan mulai bermain nakal di atas sana. Sementara Alfred melupakan janji nya pada sang sahabat.
"Maaf bro, ini terlalu nikmat untuk di lepas begitu saja." Bisik hati Alfred sambil tersenyum jahanam.
Pergulatan panas pun terjadi, Resy si Dokter kebanggaan keluarga Sanders kini telah menjadi wanita liar. Memburu kehangatan dan belaian dari para pria meski tak di kenal nya. Sungguh darah lebih kental dari pada air. Tak ada lagi Resy yang lugu dan polos, anak baik dan penuh pengertian. Kini hanya ada Resy yang penuh dengan segala ambisi dan hasrat yang ingin segera di salurkan.
"Jadi tanggal pernikahan kalian sudah fix? aku akan menyiapkan segalanya, taman belakang rumah ku masih cukup untuk menampung dua calon pasangan pengantin sekaligus." Ujar Rosy bersemangat. Wanita itu terlihat begitu antusias. Roky dan Roy bersepakat akan mengadakan pernikahan mereka di hari yang sama. Andin dan Rasty pun tak keberatan, bagi ibu dan anak itu yang penting kesakralan pernikahan nya bukan kemewahan nya.
"Kau atur saja bagian catering nya, gaun nya aku serahkan pada Mishy saja. Aku yakin calon menantu ku ini lebih tau apa yang cocok untuk wanita seumuran diri ku." Seloroh Rasty menggoda sang calon menantu. Dia senang jika Nathan menikah dengan Mishy, maka lingkaran keluarga mereka akan semakin dekat dan erat.
"Siap calon mama mertua..." timpal Mishy tertawa renyah.
"Lalu bagaimana dengan kalian berdua? apa tidak terlalu lama jika menunggu tiga bulan lagi? mama sudah tak sabar ingin menjadi ibu dari seorang pengantin. Menunggu anak sulung mama rasa nya seperti menunggu durian runtuh di musim salak." Mylo melirik melalui ekor mata nya pada sang ibu.
"Aku sedang berusaha ma, sedikit lagi. Doa kan saja, aku akan menjadi pengantin paling fenomenal di era ini nanti. Mama akan sangat bangga berdiri di atas pelaminan mendampingi putra mama yang tampan paripurna ini." Ujar Mylo penuh rasa bangga pada dirinya sendiri.
Harland menatap jengah pada putra nya.
__ADS_1
"Bukti kan dulu, pamer kemudian." Ketus Harland melempar kulit kacang pada sang anak.
"Ishh...papa selalu meremehkan penosa ku, lihat saja nanti. Papa pasti akan lupa berkedip saat melihat ku berdiri di atas singgasana dalam balutan jas putih yang menawan." Harland kembali mencebik kesal.
"Papa lupa berkedip karena saking tak percaya nya, ada wanita bodoh yang mau menikah dengan pria narsis seperti mu. Dan ya, PE-SO-NA! bukan penosa! kau harus ikut kursus bahasa Indonesia yang baik dan benar. Heran kenapa nilai mu selalu bagus, apa guru mu kau ancam hingga memberikan nilai 9+ di mata pelajaran bahasa mu." Ketus Harland dengan nada semakin kesal.
Rosy hanya bisa menghela nafas tabah, saat dua pria kesayangan nya itu mulai berdebat untuk hal-hal sepele seperti ini.
"Wanita yang menikah dengan ku adalah wanita yang beruntung, karena penosa seorang Mylo Pratama mampu mengguncang dunia. Papa saja yang kalah saing, penosa papa kurang menguar. Pewangi nya pasti make yang isi ulang 'kan?" setelah melontarkan kalimat pemancing masalah, Mylo bergegas kabur menuju kamar nya di lantai atas.
Sedangkan Harland melempar semangkuk kacang ke arah tangga membuat Roky protes.
"Dasar anak tidak ada akhlak, jangan-jangan otak nya tertukar saat insiden perkemahan nya dulu. Anak itu menjadi sangat menyebalkan sekali. Mulut nya jadi lemes tak terkira. Sungguh mengesalkan." Gerutu Harland menahan kesal.
"Kau saja yang tak mau mengalah, bukan kah kalian sama saja. Sama-sama haus pujian?" sambung Roky asal. Harland mendelik tak suka meski itu benar. Namun mengakui nya tentu saja Harland gengsi.
"Dia putra mu, lihatlah, kalian seperti pinang di belah dua. Sama-sama menyebalkan." Sahut sang istri menimpali. Membuat Harland mengerucut bibir nya seperti anak gadis.
Dan itu berhasil memancing gelak tawa di ruangan tersebut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
Enam bab meluncur untuk menebus kegalauan para readers ku. Terimakasih sudah bertahan menanti update othor 🙏🙏😚😚
Kalian pembaca yang hebat, makasih atas banyak kalimat doa yang terucap. Akan othor sortir lalu balas satu persatu🤗🤗
__ADS_1
Luv yuu kalian semua 🥰🥰🤍🤍