
"Ck! dia putra mu kenapa kau pelit sekali." Decak Mishy pura-pura marah, Wira terkekeh pelan lalu menghampiri kedua nya dan ikut memeluk.
"Aku mencintaimu sayang, aku juga menyayangi semua orang yang ada dalam hidup mu. Besok setelah kita pulang, aku akan langsung ke rumah orang tua mu. Kita akan menikah besok nya, aku tak mau menunggu lagi. Aku ingin bebas mengurus mu tanpa terhalang status sialan ini." Ungkap Wira mencium lembut pucuk kepala Mishy.
Rambut Mishy mulai tumbuh meski tak rata, namun itu membuat Mishy tak percaya diri melihat nya. Wira sudah menyiapkan banyak wig untuk di gunakan oleh Mishy ketika berada di sekitar anak-anak nya. Kaki Mishy pun sudah kuat berjalan meski dalam jangkauan yang tak bisa jauh. Itu cukup bagi Wira. Dia tak masalah akan kondisi Mishy, selama dia mampu dia akan melakukan hal terbaik bagi wanita nya.
"Apa operasi mu masih nyeri sayang?" Mishy baru saja melakukan transplantasi ginjal satu 9 hari yang lalu, untung tubuh nya menerima dengan baik sehingga tak terjadi komplikasi. Mishy membaik meski sempat menginap di ruang ICU 2 hari pasca operasi.
Justin Ngotot minta ginjal nya di ambil, namun usianya masih sangat muda dan Mishy pun menolak nya. Untung ada keluarga baik yang memang sedang memerlukan uang tak sedikit.
"Sudah tidak terlalu sakit. Ada kau yang akan sigap menggendong ku jika aku kesakitan, bukan?" balas Mishy menatap wajah pria tampan yang kini tengah berdiri memeluk nya.
"Kau benar, aku akan menggendong mu Kemana pun kau pergi. Kurasa aku harus siap-siap bersaing dengan Miguel nanti." Kekeh Wira mengecup kilas bibir Mishy yang sudah tak lagi kering dan pecah-pecah. Dia sering melakukan nya jika Mishy tengah lengah. Membuat wanita itu mendelik kesal pada nya, namun tidak beberapa hari belakangan ini. Mishy mulai melunak akan segala perhatian nya. Termasuk tak lagi memberikan nya Capitan kepiting kalau Wira mencuri kecupan di wajah Mishy.
"Ah, aku lupa anak itu sangat protektif pada ku. Bersiap lah untuk bersaing sehat dengan nya." Ujar Mishy tertawa geli, Miguel pasti akan memasang tembok permusuhan pada Wira.
"Aku sesak dad, bibi...." cicit Justin yang terkungkung dalam pelukan sang ayah dan calon ibu nya.
Mishy dan Wira terkesiap lalu melepaskan pelukan dan tertawa kecil melihat wajah memerah Justin. Anak itu benar-benar sesak.
"Maaf sayang, kami terlalu kuat memeluk mu." Ujar Mishy merasa bersalah.
__ADS_1
"Tak apa, aku menyukai nya. Lanjut kan pelukan nya, aku mau mengisi PR ku dulu." Ucap Justin yang mendapat kan Acungan jempol dari sang ayah, sementara Mishy mencebik.
"Kau selalu memanfaatkan Justin, dasar kau ayah laknat." Sinis Mishy sewot.
"Kami ayah dan anak, dan kami sama-sama menyayangi mu. Jadi kami harus selalu bekerja sama untuk membuat mu bahagia. Ah ya, aku sudah menelepon butik, untuk membuat kan gaun pengantin yang indah untuk mu. Aku ingin pernikahan kita meski hanya sederhana sesuai permintaan mu, namun berkesan seumur hidup. Jadi jangan menolak semua ide ku, kau boleh menambahkan nya tapi tidak boleh protes. Itu mutlak, aku tak ingin di bantah." Lagi-lagi Mishy mencebik kesal.
"Jika begitu kenapa memberitahu ku jika aku tak boleh protes. Bagaimana jika aku tak menyukai konsep pernikahan yang kau rancang? aku akan menekuk wajah ku sepanjang acara berlangsung." Ancam Mishy dengan wajah serius.
"Coba saja kalau berani sayang, aku akan langsung menggendong mu ke kamar dan memakan mu saat itu juga." Wira menaik turun kan alis nya. Sontak Mishy memberikan hadiah panas di perut Wira seperti biasa nya.
"Auww sayang, Capitan mu semakin kuat. Berarti kau sudah cukup kuat untuk menerima serangan duda perjaka ini, hmmm?" Wira mendekat kan wajah nya hingga tak berjarak, pria itu mulai menempel kan bibir nya ke bibir Mishy.
"Menjauh, Justin bisa melihat nya.." desis Mishy gelisah.
Wira menyatu kan bibir nya perlahan me lu mat dan menyesap bibir mungil Mishy penuh perasaan. Seumur hidup Mishy adalah ciuman pertama nya, dan rasa nya sangat luar biasa. Kedua nya terengah-engah terutama Mishy yang masih belum mampu menahan nafas untuk waktu yang lama kama.
"Kau gila.." desis Mishy kesal, wajah nya memerah menahan malu karena terhanyut pada ciuman pria itu.
"Ya aku gila, aku tergila-gila pada mu hingga tak sempat memikirkan untuk mencari wanita lain meski hanya sekedar untuk merasakan sebuah ciuman. Kau telah mencuri ciuman pertama ku dan aku memuntut pertanggungjawaban mu sayang. Aku sudah tidak perjaka lagi karena mu." Seloroh Wira dengan wajah serius.
"Ck! kau yang menyosor ku dasar!" Wira tak tahan lagi tak tertawa keras. Di dekap nya Mishy dengan gemas. Dia tau meski sudah menikah, dia masih harus bersabar hingga Mishy pulih kembali. Dan itu tak masalah, dia menikahi Mishy bukan semata untuk hubungan ranjang, namun agar bisa menghabiskan waktu dengan mengurus Mishy tanpa penghalang.
__ADS_1
🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹
"Shuttt shutt..."
"Apaan sih!"
"Kau, lihat lah ke arah pukul 9..ada musibah sedang menghampiri mu." Peringat seorang teman pad teman nya.
Wanita itu menoleh dan melihat ke arah yang di kode oleh rekan kerja nya. Benar saja, malapetaka tengah berjalan terburu-buru menuju elevator. Wanita itu beringsut menuju lorong untuk bersembunyi. Pakaian nya hari itu bisa membuat nya mengucapkan selamat tinggal pada pekerjaan nya.
Mylo berhenti tepat di depan dua karyawan wanita yang berdiri di samping mesin fotocopy. Dengan tatapan penuh selidik yang menakutkan.
"Aku seperti mencium aroma pakaian seksi, apa ada di antara teman kalian dalam satu divisi yang menggunakan pakaian terlarang tersebut? jika ada, satu divisi akan aku skorsing selama satu minggu, potongan gaji 20 persen dan tidak ada bonus selama 3 bulan ke depan." Skak!
Dua wanita yang berdiri di sana merasa tungkai kaki mereka melemas. Panik? tentu saja.
"Seperti nya di divisi kami tidak ada tuan, nanti aku akan menegur keras dan meminta untuk langsung berganti pakaian misal kan ada. Tapi aku harap tidak akan ada." Ujar si wanita penuh keyakinan. Jiwa nya ketar ketir ingin segera kabur dari sana dan menenggelamkan sang teman ke dalam toilet duduk.
"Baik, aku akan menyuruh Bety menyidak setiap divisi. Jadi bersiap lah untuk menulis kan surat pengunduran diri secara suka rela tanpa pesangon apapun." Selesai melontarkan kalimat ajaib yang membuat jantung si wanita berhenti berdetak, Mylo mwnuju elevator khusus untuk nya.
"Deby! kemari kau ja la ng sialan!" namun yang di panggil sudah kabur dari tadi.
__ADS_1
🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹