Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Kebahagiaan Selome


__ADS_3

Hari bahagia yang di nanti kan oleh Selome telah tiba. Pria itu terlihat begitu bahagia, senyum indah terus terpatri di wajah nya yang rupawan.


Sejak subuh Selome sudah bangun. Sang ibu sampai geleng-geleng kepala karena melihat tingkah putra nya.


Selome layak nya seorang pengantin wanita yang harus bersiap untuk di rias saja. Pria itu sampai membuat seisi rumah geger. Karena dia tak suka dengan warna dasi nya yang di rasa tak serasi dengan warna jas dan kemeja nya.


Satya terpaksa meminjamkan satu milik nya. Padahal dasi yang di pilih Selome adalah hasil pilihan nya sendiri.


Sementara keluarga Mallika juga tengah bersiap di ruangan lain. Selome sudah lebih dulu ke taman belakang rumah untuk menyambut sang mempelai wanita.


Terlihat dari kejauhan Mallika di apit oleh sang ayah juga ibu nya. Kedua nya nampak begitu bahagia. Karena kini sang putri tercinta telah menemukan tempat untuk bersandar, pelindung juga cinta sejati nya.


Selome adalah pria yang sejak Mallika kecil, selalu gadis itu kagumi. Sifat dingin dan ketus nya justru membuat Mallika tak pernah bisa menjauh.


Di balik kerudung tipis, dapat Mallika lihat rona kebahagiaan terpancar jelas di wajah kedua orang tua nya. Hati nya lega. Dia pikir pernikahan ini karena kedua nya merasa iba kepada nya.


Tak jauh dari sana terlihat juga Geko, yang menampilkan senyum manis untuk Mallika. Dia sudah tak lagi mengejar gadis itu pasca kejadian mogok sebulan yang lalu.


Tak ada lagi hati yang menggebu kala melihat gadis itu. Perasaan nya biasa-biasa saja.


Namun berbeda kala melihat wanita bernama Vanya. Jantung nya berdegup kencang tak karuan. Fix! dia yakin jika itu adalah cinta.


Seminggu yang lalu dia berhasil mendapatkan informasi mengenai kehidupan Vanya. Wanita itu sering ke Indonesia dalam rangka kabur dari perjodohan yang sering di lakukan oleh orang tua nya.


Dan seminggu yang lalu juga, Geko tanpa sengaja telah menjadi pahlawan bagi wanita itu. Kala Vanya tengah di paksa berciuman atau bahkan lebih oleh pria yang akan di kenalkan dengan nya.

__ADS_1


Vanya yang terpojok di dalam sebuah mobil mewah milik Reiner, tak bisa berbuat banyak. Wanita itu hanya bisa menangis kala pria jahanam itu memaksa mencium nya, juga meraba bagian tubuh nya yang terjangkau tangan.


Untung saja Geko peka, kala melihat sebuah mobil yang terparkir tepat di samping mobil nya terlihat sedikit mencurigakan. Karena tanpa sengaja dia sempat melihat siluet seorang wanita masuk ke sana dengan cara di tarik paksa.


Geko berinisiatif untuk mengetuk dengan alasan sulit mencapai pintu mobil nya. Padahal masih ada jarak sekitar setengah meter, dan lebih dari cukup untuk sekedar masuk.


Aksi itu sempat terhenti karena si pria terpaksa membuka pintu mobil, setelah berhasil mengancam Vanya dengan sebilah pisau.


Geko membelalak kala melihat siapa wanita yang terlihat berantakan, dengan mata sembab di dalam mobil tersebut. Namun Geko bersikap seolah tak mengenali Vanya.


"Maaf tuan, ban mobil anda menjepit sesuatu milikku. Bisa kah kau memajukan sedikit mobil mu?" Reiner terlihat mengerut heran. Benda apa yang sudah mobil nya gilas.


Dengan raut tak percaya, Reiner turun dari mobil nya. Saat Reiner turun Geko tersenyum miring.


Saat pria itu berjongkok untuk melihat sesuatu yang di katakan oleh Geko tadi. Geko memukul tengkuk pria cabul itu dengan sekali pukulan di tengkuk nya. Reiner seketika jatuh pingsan. Saat itu dia langsung menghampiri sisi mobil untuk menolong Vanya.


Apartemen itu sengaja dia beli untuk menenangkan diri, kala Sonya terus meneror nya Ketika wanita itu berada di ibu kota.


Sejak saat itu hubungan keduanya mulai dekat. Vanya merasa nyaman dengan perhatian Geko, begitu pun Geko yang merasa nyaman saat bersama Vanya.


Seperti saat ini, keduanya bahkan menggunakan pakaian couple. Meski Selome sempat menolak kedekatan tersebut, namun mendengar jasa Geko yang menyelamatkan kehormatan sang keponakan. Selome dan keluarga nya akhir nya hanya bisa mendoakan yang terbaik bagi keduanya.


"Va, makan mulu. Aku tidak kau tawari sejak tadi." Protes Geko yang merasa di abaikan. Vanya seperti bocah yang baru saja pernah makan hidangan prasmanan. Wanita itu mengambil beberapa kue untuk diri nya sendiri, sampai lupa menawarkan nya pada Geko.


Dengan cengiran khas nya, Vanya kembali ke meja prasmanan untuk mengambil beberapa menu Utama. Rendang dengan segala perintilannya sepaket lengkap.

__ADS_1


"Wuihhh! Niat amat bikin aku di pandang rakus ya bu..." komentar Geko terkekeh geli melihat porsi jumbo di dalam piring besar nya.


"Supaya tidak capek bolak balik kalau-kalau kau masih mau nambah." Jawab Vanya enteng.


"Ini mah bisa kenyang sampe satu minggu." Ujar pria itu kembali terkekeh. Kedua nya makan menu masing-masing. Lidah Vanya tak terbiasa makan makanan berat dalam jumlah banyak. Sejak kecil hobby nya hanya sebatas roti dan cake buatan sang ibu dan koki di rumah nya.


"Kalau kita menikah nanti, konsep nya seperti ini juga bagaimana?" Vanya tersedak hingga membuat air mata nya mengalir deras. Hidung nya terasa perih serta kerongkongan nya terasa kaku. Di tatapnya pria di samping nya dengan tatapan kesal.


Geko tertawa renyah, tanpa peduli tatapan orang-orang di sekitar mereka.


"Tidak lucu!" ketus Vanya kesal. Bagaimana pun hati nya telah memupuk rasa, dia tak ingin berakhir menangis di atas kasur karena cinta nya tak terbalas.


"Aku serius. Setelah ini aku akan melamar mu pada kedua orang tuamu. Aku tidak sekaya keluarga mu, atau pria lain di luar sana. Tapi aku akan berusaha untuk menjadi layak bagimu. Aku tau aku bukan pria sempurna, banyak dosa yang telah aku lakukan. Kau pun tau itu. Tapi aku bersumpah untuk berubah. Aku menabung hasil kerjaku selama ini, di luar segala uang haram yang aku dapat kan. Kita akan memulai hidup baru dengan itu. Bagaimana?" Geko menatap Vanya penuh harap.


Vanya bergeming, menatap kedua ujung kaki nya yang mungkin jauh lebih menarik daripada pria di samping nya itu. Hati nya gamang. Akankah keluarga nya menyetujui nya. Dia ragu.


"Di tolak ya? sudah, tidak perlu di pikirkan. Aku tidak apa-apa, ayo lanjutkan makan nya. Harusnya aku tak berbicara seperti tadi di saat kita sedang menikmati makanan. Ini akan membuat situasi menjadi canggung." Kekeh Geko Berusaha mencairkan suasana.


Vanya tak tau harus ikut tertawa atau cukup diam menyimak. Dia menjadi tak enak hati pada pria itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Otw kelar ya guys.


othor mau rehat sejenak fokuskan satu novel dulu. Just A Momen_Istri Tangguh.

__ADS_1


Setelah itu mulai melanjutkan novel "Darkest Dream" Dengan judul yang berbeda. Jadi bagi penikmat Darkest Dream, maaf jika novelnya gantung. Karena othor ingin membuat alur dengan versi berbeda. Kisah Zion dan Berea akan othor kemas dengan alur ringan dan tak terlalu banyak konflik, intrik dan mistis nya.


Lope lope para kesayangan buna Qaya 🥰🤍🤍🥰


__ADS_2