Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Tiga Nyawa


__ADS_3

Melalui rekaman video hasil USG, bayi Resy mengalami cacat bawaan. Salah satu kaki nya mengalami kondisi yang tak normal. Sungguh di sayang kan, bayi perempuan yang belum menyapa dunia itu harus menanggung akibat dari perbuatan sang ibu.


Resy penganut se*k*s bebas, bermain dengan pria berbeda-beda membawa pengaruh besar pada pertumbuhan janinnya. Permainan kasar membuat fungsi saraf kaki janin nya mengalami semacam traumatis. Itulah alasan, kenapa Mishy tega melakukan hal yang mungkin bagi orang lain, merupakan hal yang kejam.


Namun kembali lagi, Mishy tak pernah melakukan sebuah tindakan, tanpa pemikiran yang matang. Selain memang ingin memberikan hukuman pada sang sepupu, Mishy berusaha untuk menyelamatkan janin tak berdosa itu hingga terlahir selamat ke dunia ini meski dalam konytak sempurna.


Kebiasaan meneguk alkohol dan menghirup nikotin, akan semakin merusak sistem jaringan saraf bada bayi malang itu. Dan itu tak bisa di biarkan, Mishy bertindak sesuai kata hati nya.


Anggap lah Mishy jahat, namun tindakan nya telah dia sadari segala resiko nya. Jika dia bisa merawat Miguel di usia yang masih belia dengan penuh kasih sayang, maka tak sulit baginya untuk merawat satu lagi anak malang yang akan Resy lahir kan.


Mishy termenung sambil mengelus perut nya yang semakin membuncit. Senyum nya terbit seindah sinar mentari di luar ruangan nya. Senyum yang terselip kesedihan tak berbentuk, namun terasa sangat nyata menyakitkan.


Setelah kepergian Nathan, Mishy teringat sampel sper*ma milik Nathan di rumah sakit salah satu Kenalan nya. Dia sengaja tak melakukan tes kesehatan sebelum pernikahan nya di rumah sakit milik keluarga Sanders. Itu karena di sana ada Resy. Bisa saja wanita itu nekat mengambil sampel tersebut untuk kepentingan pribadi nya.


Mengingat Nathan yang dalam kondisi tak begitu sehat, Mishy berinisiatif untuk melakukan pemeriksaan, namun tak hanya pada Nathan karena itu akan membuat pria itu merasa tidak percaya diri terhadap nya.


Penyakit ginjal kronik yang pernah di derita Nathan, dapat mempengaruhi tingkat kesuburan pada penderita nya. Mishy hanya ingin segera mengatasinya, sebelum benar-benar tak dapat lagi di obati.

__ADS_1


Dan dia bersyukur, dengan sampel yang masih tersimpan di sebuah laboratorium itu, dia dapat melakukan program bayi tabung. Dan kini ada tiga nyawa bersemayam di dalam diri nya, tentu dia sangat bahagia. Nathan nya telah kembali melalui salah satu anak nya kelak. Dan kehamilan nya di sambut bahagia oleh seluruh anggota keluarga. Terutama Roy sang ayah mertua, juga Rasty yang meski hanya ibu sambung bagi Nathan. Namun kasih sayang wanita itu sangat besar dan tulus.


4 bulan menjalani kehamilan tanpa di dampingi seorang suami, terasa berat. Namun dukungan keluarga membuat nya kembali setegar karang, terutama kehadiran putra nya, Miguel.


"Lihatlah Tatan sayang, aku telah menjadi wanita yang sangat jahat sekarang. Aku harap kau tak marah padaku, karena telah melukai mantan kekasih mu yang sedikit tak waras itu." Mishy terkekeh kecil, sembari mengusap air mata nya.


Mylo yang hendak masuk, mengurung kan niat nya. Hati nya berdenyut sakit kala mendengar kalimat lirih dari mulut adik nya. Bukan nya Mylo tak tau perihal Resy sang sepupu. Namun dia lebih memilih tutup mata tutup telinga.


Andin menatap heran saat melihat Mylo memilih mundur dan menutup rapat ruangan Mishy. Pria itu bersandar di tembok sambil terisak pelan, bahu kekar Mylo berguncang menahan sesak tangis nya.


Andin mulai memahami situasi, langkah nya segera menghampiri Mylo. Wanita itu memeluk Mylo untuk sedikit menenangkan, bagiamana pun Mylo seorang kakak. Jelas hati pria itu ikut terluka melihat adik nya terluka.


Hubungan nya dengan Roky membuat jiwa keibuan nya mencuat, apa lagi jarak usia nya yang jauh lebih tua membuat dia merasa seperti seorang kakak bagi Mylo dan Mishy.


"Maaf telah membuat baju mu basah, bibi." Ujar Mylo setelah tangisnya reda. Andin terkekeh geli melihat ingus Mylo menempel di baju nya.


"Paman mu pasti akan protes melihat baju hadiah dari nya kau kotori dengan ingus mu." Seloroh Andin berhasil mencairkan suasana. Keduanya terkekeh kecil dengan kekonyolan yang ada.

__ADS_1


"Katakan pada paman, aku akan mengganti rugi nanti." Balas Mylo tertawa kecil.


🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹


Wira benar-benar di buat pusing oleh ulah Sofia, gadis itu mengacaukan hari-hari nya selama satu bulan ini. Sahabat nya Enrico menitipkan adiknya pada Wira selama dirinya bertugas ke luar perbatasan.


"Astaga! Sofia, apa kau tak bisa berpikir jika perbuatan mu ini akan berakibat dengan menyusahkan orang lain? Berpaa usiamu? Seharusnya kau bisa berpikir jernih sebelum melakukan sesuatu." Tegur Wira menahan geram. Sofia membuat beberapa pohon anggur nya rusak parah akibat ulah nya. Gadis muda itu berkuda meski belum mahir, dan berakhir kudanya dia arah kan menerobos masuk ke kebun anggur milik Wira dan melukai dua orang pekerja nya.


Sofia menunduk dengan mata berkaca-kaca, sang kakak tak pernah memarahi nya sekalipun. Dia sakit hati karena Wira telah berani membentak nya. Dia menyukai Wira sejak pertama kali pria itu datang ke negara nya. Bertepatan sang kakak akan di tugaskan keluar, dia berinisiatif meminta agar kakak nya menitipkan dirinya di perkebunan milik Wira.


Karena mengetahui kecintaan adik nya akan buah anggur, Enrico pun menyetujui nya tanpa banyak bertanya macam-macam. Rupa nya Sofia punya tujuan lain, dia ingin lebih dekat dengan Wira agar mudah menggapai perhatian pria dingin itu.


"Maaf kan aku kak, aku tak tau kenapa kuda nya bisa mengarah ke sana. Aku minta maaf, aku akan meminta kakak ku untuk mengganti semua kerugian mu." Ujar Sofia tersedu. Wira memutar malas bola matanya. Bukan soal kerugian yang dia maksud kan, namun sikap kekanakan Sofia lah yang membuat nya sangat memusingkan kepala nya.


"Sudahlah, kau tidak mengerti apa yang aku katakan. Jangan bermain-main di area perkebunan lagi, kau bisa berkuda di lahan terbuka tanpa ada batasan akan menabrak siapapun. Aku banyak pekerjaan, jadi jangan membuat ku semakin pusing karena tingkah mu ini." Ujar Wira kemudian berlalu pergi meninggalkan Sofia yang masih menangis.


Sofia menatap sendu punggung lebar Wira, dengan hati yang perih.

__ADS_1


"Kapan kau akan menatap ke arahku kak, apa aku kurang cantik? Sikapku ini karena ingin mendapatkan perhatian mu, harusnya kau peka sedikit kak." Lirih Sofia sedih. Dia sengaja mengarahkan kuda nya ke sana agar jika dia terjatuh, Wira akan memberinya perhatian. Nyatanya pria itu malah memarahi nya habis-habisan.


🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹


__ADS_2