Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Pria patah hati


__ADS_3

Di sudut ruang yang penuh kerlap kerlip lampu diskotik, seorang pria menatap layar ponsel nya dengan tatapan penuh seringai.


"Kau benar-benar wanita murahan, Resy. Bersyukur kita tak jadi menikah, jika tidak aku akan benar-benar menjadi pria malang, yang berada dalam lingkaran pria bodoh di dalam hidup mu yang rusak." Pria itu adalah Wira, dan Alfred adalah sahabat nya. Untung Resy tak mengenal teman nya yang satu itu, jadi mudah bagi nya untuk menjebak wanita itu demi sebuah bukti yang otentik.


Setelah puas menatap layar ponsel yang menampilkan kedua insan yang tengah bergumul. Wira melanjutkan pesan video tersebut pada seseorang.


Kini dia merasa tenang, meski tak bisa memiliki wanita yang dia cintai. Paling tidak kini Mishy bersama pria yang tepat.


"Semoga kau bahagia Mishy sayang, aku akan selalu mendoakan mu di manapun kau berada. Nathan adalah pria baik dan setia, aku percaya kan diri mu pada nya. Semoga saat kita bertemu kelak, kita di pertemukan dalam situasi yang berbeda. Aku berharap saat itu tiba nanti, aku mempunyai sedikit celah untuk masuk ke dalam kehidupan mu yang sempurna." Gumam Wira setelah melihat pesan video nya sudah terkirim.


Pria itu tersenyum kemudian memblokir nomor tersebut. Dia tau Nathan pasti akan langsung menghubungi nya, dia tak ingin terlihat seperti seorang pahlawan kesiangan. Bisa saja Wira menggunakan nomor baru, hanya saja dia tak ingin melakukan nya. Niat nya baik dan tulus, dia tak berharap sebuah imbalan untuk apa yang dia lakukan untuk membuat wanita nya bahagia.


🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹


Seorang wanita duduk dengan kasar setelah menghempas kan tas nya di ujung sofa di sebelah nya.


"Kau terlihat gusar sayang, apa ada yang menggangu pikiran mu?" tanya Kinos penuh nada ledekan.


Sania mendelik tajam menatap manik menyebalkan suami nya.


"Apa kau sudah bosan menjadi suami ku, Kinos sayang?" seringai di bibir Sania membuat Kinos kalang kabut, pria itu berpindah ke sisi sang istri dengan membawa wajah penuh derita.

__ADS_1


"Jangan berbicara seperti itu sayang, kau tau aku sangat merindukan mu. Kau terlalu betah berlama-lama jauh dari ku, apa kau tau, aku harus merayu nona citra untuk menemani ku berkencan di kamar mandi sambil berimajinasi tentang tubuh molek mu ini." Sania berdecih mendengar kata penuh rayuan dari bibir sang suami.


Kinos sejati nya pria yang irit bicara, pria dingin itu hanya akan terlihat aktif dan agresif jika sedang bersama sang istri tercinta.


"Bukan kah kau senang, tidak ada wanita cerewet yang akan mengusik tidur nyenyak mu karena dengkuran ku." Kinos terkekeh kecil, dia tak pernah merasa terganggu. Hanya kadang-kadang diri nya suka iseng terhadap istri nya. Pria itu terkadang usil dengan melakban mulut menganga istri nya kala mulai mendengkur keras.


"Aku suka saat kau mendengkur sayang, aku anggap itu kode alam. Artinya kau sedang ingin ku sentuh, aku tau itu dan kau kaum wanita yang penuh sifat gengsian. Aku memahami nya, jadi aku bertindak lebih dulu sebelum alarm dari mulut mu membangun kan warga satu kompleks." Kini tawa Kinos benar-benar pecah. Pria itu tergelak semakin renyah saat melihat raut wajah kesal istri nya.


"Kau suami paling biadab di dunia ini, malam ini berkencan lah dengan nona citra hingga subuh. Kau dan aku, end!" Sania berjalan meninggalkan suami laknat nya menuju lantai atas. Dia merindukan kamar nya, terutama kasur empuk nya.


Kinos terus berteriak memanggil sang istri, namun Sania mengabaikan panggilan suaminya. Begitu lah cara ke-dua nya melepas kan rindu, Sania yang blak-blakan dan ketus sangat beruntung di cintai oleh seorang Kinos Samudra. Pengusaha tambang emas terbesar di Asia tenggara.


Pria dingin yang jatuh sejatuh jatuh nya pada wanita yang menolak nya hingga berkali-kali. Dengan sikap angkuh dan galak, Sania Mirza selalu menjadi kan tembok agar di jauhkan dari pria sekelas buaya rawa. Dan melihat Kinos yang awal nya sangat cuek dan dingin berubah begitu jahil saat mengenal nya. Membuat Sania ilfil.


🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹


Nathan yang baru akan memeriksa ponsel nya, terlihat heran dengan pesan singkat di aplikasi hijau milik nya. Tanpa nama pengirim, namun karena terjerat rasa penasaran, Nathan akhirnya membuka nya.


Matanya melotot sempurna saat melihat adegan syur di dalam video tersebut. Dan caption yang membuatnya sedikit tercengang sekaligus merasa terusik oleh rasa cemburu.


"Aku harap ini bisa kau jadikan bukti untuk mengakhiri pernikahan mu. Jadikan Mishy satu-satunya wanita mu tanpa bayangan wanita murah itu lagi. Nikahi dan bahagia kan Mishy, aku tau kau pria yang tepat untuk nya. Maaf jika hatiku masih menyimpan jutaan cinta yang tak akan pernah ku buang sampai kapanpun. Mishy akan selalu hidup di hatiku, dia akan ku jadikan satu-satunya pemilik hatiku meski untuk waktu yang tak tentu. Berbahagialah, aku tak akan mengusik kehidupan kalian setelah ini. Aku akan menjauh hingga bayangan ku pun tak akan kau lihat lagi. Titip salam rinduku pada Mishy untuk terakhir kalinya, maaf jika ungkapan perasaan ku mengusik ketenangan hatimu. Aku hanya pria patah hati yang berusaha untuk jujur pada hatiku sendiri. Salam hangat juga untuk mu, Nathan.

__ADS_1


Dari pria patah hati, Wira Artakusuma!"


Nathan tersenyum masam setelah membaca pesan singkat namun sangat panjang tersebut. Dia memang cemburu, namun juga sangat berterimakasih pada mantan rival nya tersebut. Tak ada yang salah, Lily nya memang sangat cantik dan berhati malaikat. Wajar saja jika banyak orang yang mengangumi bahkan jatuh cinta kepada nya.


"Terimakasih, akan aku sampai kan salam mu pada nya." Namun pesan nya tak terkirim. Dia sadar Wira telah memblokir kontak nya.


"Kau bahkan langsung menghilang begitu saja, dasar pengecut." Umpat Nathan kesal. Entah kenapa di merasa bersalah pada pria itu.


🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹


Resy menggeliat, wanita itu meraba kasur di samping nya ternyata sudah kosong. Perlahan wanita itu membuka kedua matanya yang terasa sangat berat. Alfred menggempur nya habis-habisan. Hingga tubuhnya seperti remuk redam.


"Auww..isshhhh... Resy meringis saat merasakan milik mya di bawah sana tergesek selimut.


"Dasar pria maniak gila, benar-benar tak punya perasaan." Maki Resy kesal. Meski Heru sering membuat milik nya membengkak namun tak sampai sesakit ini. Resy menggeser tubuh nya untuk meraih tas nya di atas nakas. Setelah mendapat kan tas nya, Resy merogoh untuk mencari cermin.


Wanita itu merinding ngeri saat melihat luka sobek di bagian inti nya. Pantas saja terasa sangat sakit, rupanya bukan hanya lecet.


Resy berusaha mengingat-ingat, apa yang terakhir pria maniak itu lakukan pada nya. Namun otaknya bleng, ingatan nya hanya sampai pada terkahir kali diri nya melihat pria itu begitu bersemangat dalam menggagahi nya sampai dia tak sadar kan diri.


Resy menelpon sang perawat asisten nya, Mila. Meminta wanita itu menunda segala schedule nya hari itu. Serta menghubungi Dewi agar tak menerima pasien untuk nya, karena dirinya tengah tak enak badan.

__ADS_1


Mila hanya mengangguk meski sadar Resy tak akan melihat nya. Dengan respect yang apa ada nya, Mila mengiyakan segala perintah sang atasan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2