
Setelah terdiam cukup lama, akhir nya Noora angkat suara.
"Kau bermimpi terlalu tinggi Savina. Sayang sekali, Lexan mu ini tak akan sanggup untuk memenuhi semua keinginan mu itu. Karena pernikahan seperti yang kau impikan, tak sepeserpun berasal dari uang kekasih mu ini." Ucap Noora tenang, wanita itu menyilang kan kedua kaki nya dengan gaya elegan.
Savina melotot tak percaya, bagaimana bisa Lexan membebani biaya pernikahan hanya pada satu pihak.
"Kau pasti tak akan percaya, coba kau tanya hal yang paling sederhana. Berapa harga kue pengantin ku. Aku yakin kekasih mu tak akan bisa menjawab nya." Ujar Noora kembali berucap. Savina menatap Lexan berharap pria itu bisa memberikan nya jawaban, namun pria itu terdiam sembari menunduk dalam.
"Kau ingin ku bantu untuk memberikan jawaban? harga nya tak terlalu mahal namun kekasih mu ini sungguh tak mau rugi. Hanya 27 juta rupiah, dan itu semua di bayar dengan uangku. Biaya pernikahan ku, pelaminan, makanan, souvernir juga gaun pengantin. Semua berjumlah 2,7 milyar rupiah. Tak banyak, bagi ku yang memang wanita karir kaya raya ini. Maaf, bukannya mau sombong, nyata nya memang seperti itu. Rumah ini? ini juga milik ku, aku merancang nya saat usia ku 19 tahun. Jadi fix, kekasih mu ini hanya benalu dalam hidup ku." Lexan mengangkat wajah nya menatap tak percaya, atas apa yang baru saja dia dengar dari mulut sang istri.
"Dan kau meminta sebuah pernikahan mewah? waw! aku tercengang Savina! selain pria ini pelit, kau bahkan baru saja kehilangan kakak mu. Wanita itu berkorban nyawa untuk membawamu kembali ke dunia nyata, rupa mya kau lebih suka hidup di dalam dunia impian mu. Sayang sekali, impian mu akan selama nya menjadi impian kosong. Karena hidup mu setelah ini akan menjadi milik ku, berikut juga dengan anakmu jika benar kau telah mengandung benih haram pria ini." Savina meneguk ludah nya kasar, tak menyangka wanita yang dia kenal murah hati itu baru saja memperlihatkan siapa diri nya.
"Apa cemilan itu rasa nya lebih nikmat dari biasa nya, Savina?" Savina tersedak lalu meneguk jus yang entah milik siapa di atas meja tersebut.
Berselang beberapa menit, kepala gadis itu terasa berputar hingga akhir nya terkapar tak berdaya. Lexan yang terkejut reflek menahan tubuh Savina agar tak membentur meja.
__ADS_1
"Kau begitu perhatian terhadap kekasih mu, Lex." Lexan menoleh kemudian melepaskan genggaman nya pada Savina hingga membuat gadis itu luruh di lantai.
"Aku hanya reflek sayang" ucap Lexan gugup. Benar dia hanya reflek, namun dia merutuki sikap nya. Kini Noora akan semakin berpikir buruk pada nya.
"Maafkan aku sayang, aku janji tak akan mengulangi nya lagi. Beri aku kesempatan untuk menjadi pria yang lebih baik, aku mohon." Lexan duduk bersimpuh di dekat kaki sang istri, adegan yang sama seperti yang Savira lakukan. Namun wanita itu melakukan nya atas nama orang lain, bukan untuk ego nya sendiri.
"Maaf Lexan, aku tak bisa menerima sampah seperti mu. Aku bahkan jijik kembali ke rumah ini, jika tidak mengingat ini adalah rumah ku. Mengingat jejak percintaan mu dengan Savina di manapun kalian ingin, membuat ku benar-benar yakin untuk menyingkirkan mu dari kehidupan ku. Aku tak menerima sepah, dan kau hanya ampas kosong tak berkualitas bagi ku yang begitu berharga. Sampai jumpa di tempat yang seharus nya kau berada, Lexan Argasatya." Ucap Noora mengakhiri kalimat perpisahan nya.
Lexan menggeleng pelan hingga suara pukulan keras menghantam tengkuk nya. Pria bajingan itu pingsan di lantai dingin persis di ujung kaki Noora.
"Kau bahkan tak pernah mencium kaki ku Lex, tapi Savira melakukan nya dengan penuh ketulusan hati. Kau hanya bisa memberikan ku hadiah murahan, sedang kan Savira berani memberikan ku hadiah yang tak main-main harga nya. Aku sadar, hanya aku yang berjuang untuk hubungan kita selama ini, sedang kan kau hanya menempel padaku demi menaikkan popularitas perusahaan kecil mu hingga bisa sebesar sekarang ini. Maaf Lex, aku ambil kembali hasil kerja keras mu selama ini. Hasil kerja keras karena memerasku tanpa aku sadari." Noora menginstruksikan pada dua orang pria bertubuh tegap untuk membawa Lexan pergi ke tempat yang sudah dia persiapkan.
Seringai puas tercetak di wajah Noora, kini wanita baik itu telah berperan sebagai seorang mafia tanpa siapa pun tau. Wanita muda yang mengelola organisasi bawah tanah milik mendiang nenek buyut nya, Rosy Sanders.
🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹
__ADS_1
"Kau yakin akan melakukan ini sayang? kenapa tidak kau biar kan saja Noora memberikan bajingan itu hukuman yang sepantas nya?" Ujar Wira sedikit keberatan dengan rencana sang istri. Bukan mereka tak tau apa yang terjadi di rumah sang cucu tercinta. Seorang pelayan adalah mata dan telinga mereka di sana, dan baru saja mengabarkan jika Noora baru saja membawa Lexan entah kemana. Juga Savina yang di masuk kan ke dalam koper besar dengan cara yang begitu sadis. Sungguh tak ada yang menyangka, sakit hati Noora begitu dalam hingga memunculkan sisi kejam dalam diri nya.
"Aku yakin sayang, aku tak ingin cucu kita menjadi seorang pembunuh. Dia masih sangat muda, aku ingin nama nya bersih hingga akhir. Biarlah ini menjadi bagian kita saja, kita sudah cukup banyak mengecap pahit manis kehidupan. Bawa Jordan dan Mylo bersama mu, bawa pria brengsek itu ke markas kita saja. Aku tak ingin Noora mengotori kedua tangan nya dengan tetesan darah seorang pria bajingan. Sungguh aku tak rela." Lirih Mishy terisak pelan di dada sang suami.
"Baiklah, aku akan menyiapkan segalanya. Tetap lah memantau pergerakan Noora, kemana dia akan membawa gadis itu pergi." Wira mencium pucuk kepala sang istri, beban batin wanita paruh baya itu terlihat sangat jelas. Dan itu sangat menyakiti hati nya. Akan dia ubah sedikit rencana yang sudah mereka sepakati bersama, Lexan harus menjalani hukuman yang lebih menyakitkan daripada kematian. Dan dia sudah menyiapkan nya dengan baik tanpa sepengetahuan sang istri juga para wanita lain nya.
🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹
Lexan mengerjab kedua matanya, tengkuk nya masih terasa sangat berdenyut dan kepala nya masih pusing.
Pandangan nya menyapu ke segala penjuru, dia sadari jika diri nya kini tengah berada di sebuah ruang semacam ruang penyiksaan. Lexan sadar jika kondisi nya tak baik-baik saja, diri nya tengah terikat di sebuah kursi besi dengan ikatan yang cukup kuat.
"Kau sudah terbangun rupa nya" ucap seorang pria dari arah belakang Lexan, meski tak melihat rupa nya namun Lexan sangat tau suara siapa itu.
Senyum Mylo terlihat seperti seorang mafia ke arah nya.
__ADS_1
"Kau haus? aku ada sedikit sirup yang ku bawa untuk stok perbekalan mu selama berlibur di sini. Mengingat jika palau ini sangat terpencil dan tak berpenghuni, kau pasti akan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup mu nanti. Jadi sebagai kakek yang baik dan tentu nya paling tampan. Aku sudah membeli banyak persediaan makanan yang cukup untuk mu selama beberapa tahun ke depan." Lexan menelan ludah nya susah payah. Sungguh keluarga ini berada di luar perkiraan nya selama ini.
Keluarga yang lebih banyak menunjukkan cinta dan selalu menebar kebaikan hati, kini berubah menjadi keluarga yang begitu menakutkan di mata nya.