Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Terbakar Cemburu _I'm not Sanders!


__ADS_3

"Apa kau tak merindukan ku, BESTie?" seloroh Nathan mencair kan suasana. Mylo melirik kesal.


"Kenapa kau tak mendatangi ku setibanya kau kembali ke tanah air ? apa sebegitu sulit nya kau menyambangi ku terlebih dahulu, hah?" seru Mylo kesal bukan main. Dia sangat merindukan sahabatnya itu dan Nathan sama sekali tak berinisiatif menemui nya. Dan apa-apaan ini, Nathan menjalin kasih dengan adiknya dan dia tak tau apa-apa. Sudah menyogok si gembul kesayangan nya dengan potongan kue agar tak ikut menyapa Nathan ketika melihat pria itu berjalan menghampiri mereka.


Tapi lihat lah, adiknya dengan senyum lebar menyambut pria itu. Andai saja dia mengetahui nya, sudah bisa di pastikan. Mylo pun akan menyogok sang adik untuk mengacuhkan kehadiran Nathan. Sungguh mood Mylo seperti naik jembatan layang.


Nathan terkekeh geli, melihat tingkah sahabatnya yang tak berubah. Mylo selalu haus perhatian, dan pria itu akan lebih senang jika dirinya yang di kunjungi lebih dahulu. Dengan begitu Mylo tak perlu mempertaruhkan gengsinya.


"Maafkan aku susu bubuk coklat, aku terlalu sibuk mencari cara untuk menaklukkan hati wanita cantik ini. Hingga aku lupa memiliki sahabat yang haus perhatian seperti mu." Ucap Nathan tertawa renyah. Resy terus menatap Nathan yang dia klaim masihlah kekasih nya. Dan itu tak luput dari perhatian Mishy.


"Andai aku tau jika wanita cantik ini adalah adikmu, aku pasti akan langsung menemui mu tanpa menunggu lagi. Maafkan aku calon kakak ipar, kemari lah aku merindukan mu. Kemana Betran? apa dia masih sehat? aku khawatir Betran mengalami gangguan mental karena bekerja dengan mu." Kekeh Nathan berjalan menghampiri kursi sahabat nya.


Mylo mencebik mendengar pertanyaan nyeleneh sang sahabat.


"Betran bahkan semakin sehat selama bekerja dengan ku, aku sering mentraktir nya nasi pecel dan Boba kesukaan nya." Jawab Mylo pamer.


Dengan gaya jual mahal, Mylo menerima pelukan hangat sahabat nya. Dan itu membuat rahang Wira mengeras tak suka.


"Sejak kapan kau menjalin hubungan dengan adik kesayangan ku?" tanya Mylo setelah pelukan mereka terlepas.


Nathan melirik kekasih dadakan nya, sebelum akhirnya menjawab.


"Satu minggu yang lalu. Aku jatuh cinta padanya sejak pertama kali berjumpa. Meski tak melihat rupanya, tapi aku yakin jika gadis yang tak sengaja aku jumpai itu sangat lah cantik. Dan tentu nya sangat baik." Nathan berucap sambil terus menatap wajah Mishy, membuat gadis itu salah tingkah.

__ADS_1


Mylo mengangguk-angguk kan kepalanya tanda mengerti, mungkin saja keduanya pernah bertemu sebelum sang adik kembali ke tanah air. Bisa jadi, mengingat Nathan juga baru kembali dua bulan ini. Dia mengetahui kepulangan sang sahabat dari Betran Pete. Namun dia lebih memilih untuk menunggu di sambangi ketimbang menyambangi. Gengsi bro.


"Bukan kah Mishy baru tiba dua hari yang lalu?" tanya Resy menyela. Entah kenapa dia merasa ada yang tak beres diantara kedua nya.


Mishy tersenyum simpul lalu menjawab.


"Kami bertemu satu bulan yang lalu saat aku ada pemotretan di Singapura. Nathan sedang melakukan check up, dan aku sedang menjenguk salah satu kru ku yang mengalami insiden. Di sanalah kami bertemu, aku tak sengaja menabrak nya karena terlalu terburu-buru. Dan perkenalan singkat pun terjadi. Bertukar nomor ponsel lalu akhirnya menjalin komunikasi yang intens. Kami merasa cocok, dan memutuskan untuk menjalin hubungan serius seminggu yang lalu." Nathan tertegun.


Mishy mengurai skenario pertemuan mereka dengan begitu lancar. Tata bahasa yang epik sungguh membuat Nathan terpukau. Wanita itu kini benar-benar telah mencuri seluruh atensi nya.


Sedangkan kedua insan yang merupakan sepasang kekasih itu, menyimpan kekesalan di benak masing-masing.


"Pertemuan kalian begitu singkat untuk memutuskan melangkah lebih jauh. Maksudku, bukankah sebuah hubungan harus di dasari pondasi yang kokoh terlebih dahulu. Mungkin satu sampai dua tahun menjalin hubungan, hingga akhirnya memutuskan sebuah hubungan yang serius." Tukas Resy berargumen. Hatinya mendidih mengetahui Nathan telah menemukan pengganti nya. Dan lebih marah lagi saat orang itu adalah adiknya sendiri.


Hati Resy semakin memanas, ingin dia menarik Nathan dari sana dan mencecar pria itu dengan berbagai kemarahan. Namun dia tak punya hak untuk itu. Bukankah dirinya yang berkhianat? Namun hatinya tak rela.


Menyadari jika situasi mulai tak nyaman, Mishy menggenggam jemari sang kekasih dadakan nya dengan lembut. Nathan menoleh, dan bersiborok dengan netra yang terlihat memancarkan ketulusan hati yang luar biasa. Senyum manis dia berikan pada Lily nya.


"Aku punya oleh-oleh untuk mu, apa kau ingin melihat nya?" setelah merasa obrolan mereka sedikit tak kondusif, Mishy berinisiatif untuk mengajak Nathan menyingkir dari sana. Wira dan Resy terus berbagi kemesraan walau terlihat Resy Sangatlah tidak nyaman.


"Benarkah? aku harap oleh-oleh mu tak membuat jantung ku berdebar kencang sayang. Kau tau aku tak akan sanggup menahan debaran, terutama jika itu menyangkut dirimu." Pipi Mishy merona malu. Cubitan manja dia berikan di pinggang Nathan.


"Aishh sayang, sakit.." ujar Nathan manja, itu membuat bara di hati Resy mulai berkobar-kobar.

__ADS_1


Mylo mencebik melihat pemandangan laknat di hadapan nya.


"Pergilah, kalian merusak pemandangan!" usir Mylo kesal. Hubungan nya dengan Oli mesin belum ada kemajuan, gadis itu terlalu lemot untuk mencerna sikapnya. Siapa juga yang bisa menangkap maksud terselubung jika di perlakukan tak manusiawi setiap hari. Jangan kan Oli mesin yang memang lemot, Betran dan Lusy saja gedeg terhadap bos mereka tersebut.


"Terimakasih kembali calon kakak ipar" ledek Nathan tertawa pelan. Sungguh kalimat yang melenceng jauh.


"Kau lebih tua dari ku vangke!" seru Mylo tak terima.


"Kak Mylo! perhatikan bahasa kakak!" seru Yoza tak suka, mulut nya masih belum lelah mengunyah. Begitu lah jika dirinya sedang bersama Mylo. Apapun yang dia inginkan selalu terpenuhi.


"Maaf sayang, kakak khilaf. Melihat wajah nya membuat kakak jadi mudah hipertensi." Mylo mengelus pucuk kepala adik tercinta selain Mishy tentu nya.


"Cih! selalu saja berdalih. Ayo sayang, kakakmu seperti nya tak menyukai kemesraan kita. Sekarang aku benar-benar yakin, jika dia masih jomblo akut seperti dulu." Setelah mengatakan kalimat tak berakhlak tersebut, Nathan menyeret pelan sang kekasih dadakan menuju gazebo para orang tua.


Mylo melempar potongan kue yang seharusnya di suapi ke mulut Yoza. Membuat pipi gadis itu semakin mengembung seperti balon udara.


Sejak tadi ada beberapa pasang mata yang terus menatap kemesraan Nathan dan Mishy. Banyak pertanyaan bergelayut dalam pikiran masing-masing. Bagaimana bisa ke-dua nya langsung seakrab itu.


**Area panas, konflik batin keluarga ini akan di mulai sebentar lagi. Dan simak siapa diantara nya yang menjadi seorang pengkhianat, menikam diam-diam tanpa ada yang menyadari nya.


Terimakasih atas atensi kalian semua, othor sayang kalian. Maaf jika tidak semua komentar terbalas kan. Othor sedang sibuk menambah job baru sekarang. Yaitu jadi cik gu.


Luv yuh semua nya, readers ku yang hebat 🥰🤍🙏**

__ADS_1


__ADS_2