
Mylo menatap beberapa lembar foto di atas meja kerja nya dengan pikiran berkecamuk.
"Apa yang sedang kau rencanakan kak, kenapa kau terlalu misterius beberapa tahun ini. Aku harap kau tak mengulangi Kesalahan yang sama, berubah lah aku mohon. Aku tak bisa seperti Mishy, mengurung mu dan memberikan mu hukuman. Aku tak punya hati setega itu meski untuk kebaikan."
Setahun ini, Mylo menyelidiki kehidupan Resy, karena pernah tanpa sengaja pria itu melihat Resy membeli beberapa obat secara ilegal. Entah apa yang tengah Resy lakukan dengan obat-obatan tersebut, mengingat Resy sekarang tak lagi menjadi seorang dokter. Pikiran buruk mulai menghantui nya.
Dia melakukan penyelidikan tanpa di ketahui oleh keluarga nya, dia tau sang paman sudah tak peduli pada sang kakak. Sebagai keluarga terdekat, dia ingin meraih Resy agar kembali ke jalsn yang seharus nya.
🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹
Seorang pelayan tergopoh-gopoh masuk menuju ruang makan, wanita itu baru saja membukakan pintu untuk tanu yang tak pernah tuan nya harap kan.
"Tuan maaf aku, wa...."
"Pagi Wira sayang...ah aku datang di saat yang tepat. Bibi, tolong antar koper ku ke kamar utama. Aku akan satu kamar dengan Wira, dan mulai panggil aku nyonya. Sebentar lagi kami akan menikah." Ujar Sesil penuh percaya diri, wanita itu duduk berhadapan dengan Justin tanpa berniat sedikit pun untuk menyapa nya.
Wira menatap jengah, ini pasti ulah sang ibu.
Sedangkan sang pelayan kebingungan, antara menuruti perintah Sesil atau menunggu titah sang majikan.
"Bibi, buang koper wanita ini keluar. Dan ya, dia hanya tamu jadi bibi tak berkewajiban memperlakukan nya seperti nyonya rumah. Bibi tau bukan siapa nyonya rumah yang seharus nya? Dia sudah tiada, jadi jika ada yang mengaku sebagai nyonya rumah. Arti nya dia hanya lah sebuah roh tak berwujud, jadi tak perlu di hiraukan." Tegas Wira meletakkan sendok nya kemudian mengajak Justin pergi.
Sesil menggebrak meja makan dengan emosi di ubun-ubun. Wira bahkan menyeret koper nya keluar entah akan di buang di mana.
__ADS_1
"Aku tak akan pergi dari sini Wira, sekeras apa pun kau membuat ku sakit hati. Aku akan bertahan sampai pertahanan mu runtuh dengan sendiri nya." Sesil menyeringai penuh rencana tersusun di kepala nya.
"Bi, aku akan menginap di kamar tamu untuk sementara. Dan siap kan kamar untuk ku sekarang, aku lelah." Sesil menuju ruang keluarga lalu mulai menyalakan televisi. Wanita itu menelisik setiap perabot rumah Wira yang berisi semua hal mewah. Senyum nya mengembang sempurna, keluarga nya berada dalam fase krisis keuangan. Dengan menikahi Wira, hidup mewah nya tak akan pernah sirna.
"Saat aku sudah resmi menjadi istri mu, akan aku singkirkan anak haram itu. Lalu menguasai semua kekayaan mu dengan anak ku kelak." Sesil tertawa puas meski belum tau hasil nya akan bagaimana.
🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹
Satu Minggu sudah Resy di rumah sakit, peralatan medis di apartemen nya tak memadai. Dia tak punya cukup uang untuk memesan semua barang-barang tersebut, yang harga nya sangat fantastis.
"Lekas lah bangun, apa kau tau, seorang wanita tengah berusaha menggoda kehidupan calon suami mu. Wanita tak tau malu itu bahkan telah tinggal di rumah Wira tanpa peduli sikap Wira pada nya. Sekarang aku mengerti rasa nya menjadi wanita seperti itu, sungguh memalukan jika di ingat-ingat. Terimakasih sudah memberiku banyak rasa sakit, dengan begitu aku belajar arti sebuah harga diri dengan benar. Sekarang bangun lah, aku sudah sangat miskin sekarang, Regy teman mu itu memeras semua uangku untuk mau menerima mu di sini. Sungguh wanita matre yang keterlaluan."
Oceh Resy panjang lebar, setiap pulang dari butik Resy akan langsung ke rumah sakit. Rumah sakit adalah rumah nya sekarang, wanita itu menjaga sang adik di sana sepanjang malam dengan menjaga kestabilan inkubator tempat sang adik tertidur lelap selama ini.
Tubuh nya bahkan masih lemah akibat cambukan gesper Jordan.
Wanita itu berlumuran lumpur, berusaha untuk menggali lebih dalam hingga akhirnya menemukan peti jenazah sang adik. Hujan badai dan petir menggelegar tak membuat nyali nya ciut.
10 jam pasca terkubur di dalam dingin dan gelap nya timbunan tanah, Resy akhirnya berhasil mengangkat tubuh kaku tak berdaya dari dalam peti tersebut.
Membungkus tubuh tak bernyawa itu ke dalam kantong mayat yang dia bawa, lalu mengangkat susah payah tubuh itu ke atas arko yang dia ambil dari pos jaga. Dengan mobil sewaan nya, Resy membawa tubuh itu ke apartemen nya yang baru saja dia beli dengan cara mencicil nya.
Di sana kehidupan baru Resy di mulai, membeli sebuah inkubator dari laboratorium seorang kenalan dengan cara lama. Resy yang belum punya cukup uang mau tak mau menjadikan tubuh nya sebagai alat pembayaran praktis.
__ADS_1
Meski menerima perlakuan tak menyenangkan, Resy Berhasil mendapatkan apa yang dia butuhkan. Termasuk beberapa alat riset dan keperluan lain. Setahun menjadi budak na f su demi melunasi hutang tak berbentuk itu, akhir nya Resy bisa bernafas lega. Sang pria mengalami kecelakaan dan meninggal di tempat. Resy yang masih menyimpan dendam karena di perlakukan bak binatang, melakukan hal yang lebih gila lagi. Kecocokan ginjal sang pria dengan sang adik membuat nya tersenyum lebar. Dengan bantuan seorang teman, Resy berhasil mengambil ginjal tersebut tanpa di ketahui oleh keluarga sang pria.
Resy pun mengambil organ hati sang pria, dia khawatir sang adik mengalami kerusakan hati karena akibat tertentu.
Katakan lah Resy jahat, namun itu setimpal dengan harga tubuh nya selama setahun. Pria brengsek itu memiliki kelainan se k sual, setiap ber cinta tubuh Resy akan di cambuk. Pria itu juga lebih sering menggunakan ***** nya dari pada lubang yang seharus nya. Sungguh siksaan luar biasa. Namun demi ambisi nya, Resy mengabaikan rasa sakit nya.
Stok ginjal dan liver itu dia simpan di lab mini milik nya di apartemen, sewaktu-waktu akan dia gunakan untuk sang adik jika kondisi nya sudah stabil.
...flashback...
"Jangan berikan dia makan hingga tiga hari ke depan, dan Mia, aku tak ingin kau menaruh belas kasihmu pada nya." Ujar Jordan penuh peringatan.
Namun Mia melanggar nya, membuka pintu dan mengobati luka Resy. Wanita itu tersadar setelah beberapa jam, Mia memberikan suntikan antibiotik dan anti nyeri. Resy meminta di ijinkan keluar dari sana sebentar saja, dia tau semua orang pasti sibuk menyiapkan upacara kematian Mishy.
Setelah pertimbangan matang, Mia pun mengijinkan. Resy juga meminjam sejumlah uang tak sedikit, meski tak tau akan di buat apa uang tersebut, Mia memberikan nya. Dan yang di lakukan Resy sungguh di luar nalar, menggali makam sang adik dengan banyak harapan. Meski itu terdengar mustahil.
Setelah semua urusan nya selesai, menyimpan tubuh Mishy di tempat yang aman. Resy kembali ke rumah Mishy. Wanita mengalami demam tinggi, luka nya basah terkena air dan tanah. Belum lagi dia baru saja melayani na f su binatang seorang ilmuwan gila.
Selama beberapa hari di dalam ruang tahanan nya Resy semakin melemah, meski Mia sudah memberikan berbagai obat untuk mengatasi demam juga luka nya yang mulai bernanah. Hingga hari ke empat, Mia tak tahan lagi. Wanita itu berpura-pura baru mengetahui keadaan Resy dan melaporkan nya pada Jordan. Dengan terpaksa Jordan membiarkan sopir membawa Resy ke rumah sakit. Mia lega, begitupun Resy. Dia lega tak jadi mati, karena sang adik tak ada yang merawat nya. Dia khawatir listrik di apartemen nya padam, itu akan mempengaruhi stok oksigen di dalam inkubator di mana Mishy di tempat kan.
Di rawat selama satu minggu, Resy kembali menemui pria yang merupakan seorang ilmuwan. Membiarkan tubuh nya di jelajahi dan di jejal oleh kebrutalan pria itu. Semua agar dia bisa mendapatkan pasokan obat juga kebutuhan lain nya. Tak peduli luka nya yang bahkan belum mengering sempurna, Resy merelakan punggung nya kembali di lukai.
Flashback end
__ADS_1