Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Pertemuan Awal_I'm not Sanders!


__ADS_3

Roy terlihat menimbang undangan makan malam dari sahabat mendiang istrinya. Bukannya apa-apa, Resy adalah keponakan wanita itu. Dia tak ingin Putranya merasa canggung, saat berada diantara kenangan masa lalu tersebut.


Lagipula akan semakin sulit bagi Nathan untuk melupakan Resy, jika kembali di pertemukan dalam lingkup yang sama. Namun menolak undangan Rosy sama saja menolak keramahtamahan wanita itu pada keluarga nya


"Baiklah, aku dan putra ku akan datang. Apa yang harus aku bawa untuk bertamu ke rumah seorang Rosy Sanders." Seloroh Roy mencair kan suasana.


"Cukup datang dengan membawa serta lambung mu, aku sudah sangat senang. Aku hobby memasak, jadi akan sangat di sayangkan jika kau datang tanpa nya." Balas Rosy tertawa kecil dan menular pada Roy.


Ke-dua nya sedikit berbincang sebelum akhirnya berpisah. Rosy kembali ke rumah nya di seberang rumah Roy. Sedangkan Roy masuk ke dalam rumah untuk menghubungi sang anak. Berita itu dia rasa perlu untuk di sampaikan pada putranya. Entah putra nya setuju atau tidak, dia tak akan memaksa.


🥰🥰🤍🥰🥰🤍🥰🥰


Seorang wanita berjalan dengan langkah tegas untuk ukuran seorang wanita. Namun begitulah cara nya menaklukkan dunia. Dengan langkah tegas dan pasti.


Brugh!


Hampir saja wanita itu terjengkang, jika saja tidak ada lengan kokoh yang menopang tubuh nya. Bukan perkara sakit, namun pasti akan sangat memalukan.


"Maaf nona, aku sungguh tak sengaja.." ujar pria itu tak enak hati. Di tatapnya wajah wanita yang kini berada didalam rengkuhan nya. Topi, masker dan kaca mata hitam. Namun dia yakin, wanita itu pasti lah sangat cantik.


"Tidak apa-apa, tapi akan lebih tidak apa-apa lagi jika anda mau melepaskan aku dari posisi tak nyaman ini." Tukas si wanita dengan nada datar.


"Oh, maaf.." setelah melepaskan pelukannya, si pria nampak canggung karena merasa malu telah memeluk wanita itu terlalu lama.


"Tidak masalah, bandara sedang ramai. Kau pasti sedang terburu-buru, sehingga tanpa sengaja menabrak ku." Balas wanita itu tersenyum hangat dari balik masker nya.

__ADS_1


"Kalau begitu aku pergi dulu, senang bertemu dengan mu tuan..."


"Nathan.. nama ku Nathan..dan kau...?"


"Mi.." Nathan mengerut dahinya, nama yang unik pikir nya


"Hanya Mi?" tanya Nathan sedikit penasaran.


"Mily... teman-teman ku suka memanggil namaku dengan sebutan Mi, lebih mudah di ingat saja." Kekeh nya ramah. Entah kenapa dia tak mau menyebut kan namanya dengan jujur.


"Ah ya, aku akan memanggil mu dengan panggilan yang berbeda. Bagaimana kalau ku panggil Lily saja? ku rasa lebih cocok untuk mu." Ujar Nathan sedikit bernegosiasi. Senyum manisnya membuat Mishy terkesima, lalu segera menepis pikiran konyol nya. Dia tak ingin kembali mengagumi kemudian terhempas kenyataan yang menyakitkan.


"Oke, tidak masalah Tatan." Kedua nya kemudian tertawa renyah, seakan sudah lama saling mengenali.


"Aku permisi dulu Tatan, jemputan ku sudah menunggu di depan. Atau sopir ku bisa di amuk pengguna parkir lain karena terlalu lama menguasai area parkiran." Seloroh Mishy tertawa kecil. Nathan mengangguk pelan, kemudian melambaikan tangan nya pada Mishy yang sempat menoleh padanya sebelum berbelok arah.


Nathan memang tak melihat jelas wajah si wanita, namun dia yakin. Wanita itu pasti lah wanita yang sangat cantik dan cerdas. Dari caranya bertutur kata, sangat ramah dan berhati-hati, serta pandai membuat suasana akrab tercipta begitu saja.


"Astaga! aku sampai lupa, si gendut pasti akan memarahi ku karena terlambat." Nathan menepuk keningnya sendiri karena melupakan tujuan awalnya datang ke sana.


"Semoga saja banteng betina itu tak mengamuk padaku, untung saja aku tak menggunakan baju merah. Bisa-bisa aku akan langsung di seruduk nya begitu sampai." Pria itu terus bergumam pelan sambil terus berjalan menjemput sang sepupu.


🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹


"Aku tidak mau tau, kakak harus mentraktir ku makan bakso, mie ayam dan pentol bakar yang banyak." Sungut Yoza kesal, di ruang tunggu penjemputan, dia tak mendapat kan tempat duduk. Alhasil dia harus berdiri dan menopang bobot tubuh nya yang luar biasa.

__ADS_1


"Tapi paman dan bibi sudah mewanti-wanti agar kakak tidak mengajak mu makan makanan itu, Yozarella.." ujar Nathan gemas sendiri dengan sang adik sepupu.


"Namaku Yoza Aralea kak! bukan Mozarella!" sentak Yoza tak suka. "Aku akan mengadu kan mu pada kak Mylo, dia akan memarahi mu nanti. Apa kau lupa, aku ini gajah lucu kesayangan nya. Kak Mylo pasti mau mentraktir ku makan yang banyak, tak pelit seperti kak Nanat." Sungut Yoza kesal.


"Itu karena pria bodoh itu tak bisa membedakan, mana yang lucu dan mana yang wuwww! Kau itu harus nya diet, Yoza...kau obesitas, astaga!" Nathan menggeleng kepala nya melihat tubuh sang adik yang semakin membengkak.


"Ishhh kakak! harusnya papa mengirim kak Mylo untuk menjemput ku, bukan kak Nanat. Awas saja, aku akan benar-benar mengadu nanti!" ancam Yoza semakin jengkel pada kakak nya.


"Ngomong-ngomong ? kak Mylo sudah punya pacar belum? bukan kah dia masih mencari gadis yang pernah menolong nya, ketika kak Mylo hanyut di sungai saat kemping sekolah dulu...aku harap kak Mylo sudah menemukan nya, agar dia tak galak-galak lagi." Oceh Yoza pada sepupu nya.


"Aku bahkan belum pernah bertemu dengan nya semenjak kembali dari kematian. Terakhir tiga tahun yang lalu. Mungkin sekarang pria arogan itu sudah memiliki dua atau tiga orang pacar, mengingat jika kakak kesayangan mu itu selalu tebar pesona dengan gaya galak nya. Ck! sungguh pencitraan." Decak Nathan mencebik.


"Isshh..kak Nathan iri ya..bukan kah kakak sudah punya pacar juga, apa dia masih setia menunggu kakak? sayang sekali aku tidak pernah bertemu dengan nya. Jadi aku bisa menjaganya selama kakak sakit." Celotehan Yoza kembali membuat hati Nathan perih.


"Kami sudah berpisah. Sudah saatnya move on, bukan? kakak pergi tanpa kabar selama tiga tahun, sudah sepantasnya begitu." Tutur Nathan berusaha tegar.


Yoza merasa bersalah, dapat dia lihat raut kesedihan di wajah tampan sang kakak.


"Maaf kak, aku tidak tau.. lagi pula kakak ku ini sangat tampan, aku yakin, akan ada wanita yang jauh segala-galanya sedang Tuhan persiapan untuk kakak. Jangan galau lagi, ayo, aku traktir makanan sehat untuk jantung bibi." Kelakar Yoza membuat tawa di bibir Nathan kembali menguar.


Kedua adik kakak itu bercerita banyak hal, Yoza baru saja kembali dari Malaysia. Gadis itu mengikuti sekolah khusus memasak dengan seorang chef ternama di sana. Hobby nya makan, maka dia pun hobby memasak. Dua tahun di sana, berhasil membuat bobotnya drastis. Mencengangkan. Dan orang pertama yang akan memujinya cantik dan menggemaskan adalah Mylo.


Nathan dan Mylo berteman dekat, itu karena Yoza. Ke-dua nya di percaya untuk menjaga badak liar tersebut oleh Drew sopir sekaligus orang kepercayaan keluarga Sanders. Namun Nathan tak pernah terlibat dalam acara keluarga, karena dirinya yang sering sakit-sakitan. Sekolah pun pria itu melakukan home schooling.


Sesekali Mylo mengajak nya bermain game ketika pria itu jenuh dengan urusan pendidikan dan pekerjaan nya. Itulah kenapa mereka bisa sangat dekat. Kedekatan yang bahkan tak di ketahui oleh mantan kekasih nya, Resy. Dunia sungguh sempit, sehingga membuat circle diantara mereka berputar-putar hanya di satu poros.

__ADS_1


**Next othor akan mulai memasukkan beberapa kejutan. Pantau terus ya😘😘🥰🥰


Luv yuu kalian semua 🥰🥰🤍🤍**


__ADS_2