Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Pertemuan tak terduga


__ADS_3

Satu bulan berlalu sejak Mishy kembali ke apartemen Resy, kini kedua tengah menjelajahi sebuah pusat perbelanjaan di pusat kota itu.


Resy begitu bersemangat mendorong kursi roda sang adik berkeliling di beberapa counter makanan cepat saji.


"Ini enak, pada masa mu ini belum ada. Makanan ini baru ada sekitar dua tahun, kau harus mencoba nya juga." Resy menurunkan sedikit masker Mishy agar bisa mencoba makanan yang baru saja dia promosi kan.


Mishy mengangguk setuju, "ini enak aku menyukai nya. Beli lagi untuk ku bawa berkeliling, aku masih ingin membelikan mu beberapa alat makeup. Bagaimana bisa kau memakai lipstik kadaluarsa, itu tak baik untuk kesehatan bibir mu. Dan mulai lah menggunakan bedak padat seperti dulu, bedak bayi sudah tak cocok untuk usia wanita seperti kita. Aku tak menyangka kau sampai semiskin ini sekarang, membeli lipstik saja tidak mampu." Omel Mishy panjang lebar.


Dia kaget saat mendapati tanggal lipstik Resy yang dia beli terakhir kali, ternyata sudah kadaluarsa dua tahun yang lalu. Resy benar-benar menekan segala keinginan nya agar uang nya bisa dia gunakan untuk memenuhi segala kebutuhan medis Mishy. Toh hanya lipstik bukan makanan, dia tak akan langsung mati pikir nya.


"Berhenti lah mengomel, makan makanan mu agar kau cepat bisa berjalan. Aku lelah menggendong mu turun naik kursi roda, kau semakin gemuk." Balas Resy tertawa kecil, membuat bibir Mishy maju beberapa centi.


🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹


Seorang pria baru saja selesai melakukan pertemuan dengan seorang klien, mengingat jika sang anak memesan palet dan paving, maka diri nya pun berkeliling untuk mencari nya.


Saat kaki nya melangkah menuju toko yang dia maksud, ekor mata nya menangkap sebuah pemandangan yang membuat jantung nya seperti di tarik keluar dari raga nya.


Berkali-kali Wira mengucek kedua mata nya, memastikan penglihatan nya. Wanita yang tengah tertawa renyah bersama seorang wanita yang sangat dia benci, adalah wanita yang sangat dia rindukan.


Dengan mengayun kan langkah lebar, Wira menuju ke arah kedua wanita itu. Setelah tinggal beberapa langkah lagi, Wira sejenak menghentikan langkah nya. Memastikan lebih dalam penglihatan nya agar tak salah mengenal orang. Namun hingga satu menit berlalu, wanita itu masih wanita yang sama.


Dengan bibir bergetar, Wira memanggil wanita itu.


"Sayang?" sontak Resy menoleh, setelah melihat siapa pria itu, Resy bergegas memasang kembali masker Mishy. Namun sayang pergerakan tangannya kalah cepat dari gerak tangan Wira.


"Sayang...kau? kau masih hidup? apa aku tak sedang bermimpi...tolong jangan bangunkan aku jika ini hanya mimpi...aku tak mau terbangun lagi..." pria itu berlutut menggenggam kedua tangan Mishy lalu mencium telapak tangan wanita yang sangat dia rindukan itu.


Wira seperti sadar akan sesuatu, pria itu beranjak lalu menatap Resy dengan tajam. Resy melengos ke arah lain, tatapan Wira membuat nya ngeri. Tak lama rasa sesak di leher nya membuat nya sadar, jika Wira telah mencekiknya.


"Le_pas_kan! a_pa kau gi_la..!" ujar Resy terbata-bata.

__ADS_1


"Wira, lepaskan kakak ku..dia tak bersalah, dengar kan ceritanya dulu. Aku mohon, kau membuat ku ketakutan..." Wira tersadar kemudian melepaskan cengkraman nya dari leher Resy.


"Kau berhutang banyak penjelasan pada ku, pasti kan kau tak berbuat hal buruk pada nya. Atau aku akan mengirim mu ke neraka sekarang juga." Resy berusaha mengatur alur nafasnya. Dia pun tersedak potongan kentang.


"Jika aku tak berbuat hal buruk, akan aku balas perlakuan mu ini nanti. Lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu." Kecam Resy menatap Wira tak bersahabat.


Kini mereka tengah duduk di sebuah ruang VIP restoran. Mishy mulai menceritakan kisah yang dia ketahui dari dokter Regy. Tanpa mengurangi atau melebihkan. Jika Resy yang bercerita maka Wira akan menanggapi nya lain.


"Kenapa kau tak meminta bantuan ku?" sinis Wira masih mempertahankan ego nya.


"Lalu kau akan langsung percaya pada ku? bisa-bisa kau akan memasukkan ku ke rumah sakit jiwa." Balas Resy tak kalah sinis.


"Aku melakukan nya karena aku yang menginginkan nya, jadi aku tak ingin merepotkan banyak orang. Karena hasilnya pun hanya 0,2 persen, siapa yang akan percaya pada ku. Jadi lebih baik aku melakukan nya seorang diri." Lanjut Resy menyesap minuman nya. Tatapan mata nya kosong, seolah tengah berperang dengan batin nya sendiri.


Wira merasa bersalah, Resy merelakan tubuhnya menahan rasa sakit demi mendapatkan apa yang di butuhkan oleh Mishy. Meski wanita itu dulu nya seorang ja l ang, tetap saja berbeda. Resy melakukan nya demi sebuah tujuan baik.


"Apa leher mu baik-baik saja?" tanya Wira menatap lekat leher Resy yang masih memerah.


Saat baru melangkah beberapa langkah dari ruang VIP tersebut, sebuah suara menumbuk tepat di jantung nya.


"Apa kau baru saja melakukan transaksi harga tubuh mu nona? aku kasihan pada tuan Miguel dan nona Mima, memiliki ibu yang tak bermoral seperti mu. Pria tua mana lagi yang sedang kau Incar sekarang? kau sungguh aib keluarga, pantas tak ada yang mencari mu. Kau sungguh memalukan." Setelah melontarkan kalimat menyakitkan tersebut, Jordan meninggalkan Resy yang masih terpekur di tempat nya.


Tak terasa Air matanya lolos begitu saja, sakit sekali hinaan yang Jordan katakan. Namun berkaca pada kehidupan nya terdahulu, wajar saja tak ada yang memandang nya berharga.


"Semoga kau tak jatuh cinta pada wanita hina ini Jordan" kekeh Resy mencoba mendamaikan hati nya dengan cara nya sendiri.


🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹


"Ini bayaran kalian, cairkan lalu bersenang-senanglah. Terimakasih telah bekerja pada ku meski tak menghasilkan apapun." Ketus seorang pria, membuat kedua insan di hadapan nya itu melengos saat mendengar kalimat sindiran telak sang pembeli jasa mereka.


"Bukan tanpa hasil, memang anda saja yang salah menyelidiki seseorang." Ketus di wanita tak terima, apa lagi mengingat dia merelakan sudut bibir nya pecah juga pipi nya lebam agar punya alasan yang kuat untuk meminta pertolongan.

__ADS_1


"Cih! kalian saja yang tak becus, malah mengelak." Sanggah nya masih tak mau kalah.


"Ah ya, ini foto terakhir yang ku ambil tadi pagi saat aku berpamitan pada nya, mengatakan akan pindah ke alam lain. Aku juga sudah menaruh kamera terakhir ku di sana, harap anda dapat mempergunakan kecerdasan teknologi informasi tersebut dengan benar." Ujar nya meremehkan.


"Hei! kau menghina ku ya, mana cek nya...aku kurangi nol nya, enak saja. Aku ini cerdas." Seru nya marah.


"Dari pada meminta cek kembali, anda akan terkena buruk mulut. Lebih baik cek saja foto terakhir itu, siapa tau ada hal menarik di dalam nya." Tolak si wanita tak rela mengembalikan cek tersebut.


"Buruk siku! dasar tak tau tata bahasa..."


"Aku akan mengecek nya kapan-kapan, seperti biasa informasi kalian tak pernah ada yang akurat." Kini berbalik si wanita yang di remehkan Secara telak.


"Baiklah, terserah anda saja. Kami permisi, kerja sama kita di nyatakan selesai!" Kedua pasangan tersebut pergi setelah mendapat kan bayaran yang cukup fantastis.


Mylo menatap hampa meja di depannya. Ya pria itu adalah Mylo, dia membayar kedua orang tadi untuk mengawasi kehidupan Resy selama satu tahun ini, Berkedok sebagai pasangan suami-istri yang toxic.


"Ck! sudah tak mendapat kan informasi apapun, aku juga harus membayar makanan mahal ini. Dasar parasit!" ketus Mylo kesal. Pria itu masih Mylo yang sama, jiwa perhitungan nya sudah mendarah daging.


Sedangkan pesan gambar yang di kirim Sima terlewati begitu saja oleh pesan-pesan yang lain. Padahal pesan tersebut yang akan merubah kehidupan seluruh keluarga besar Pratama.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...Baiklah, belasan bab sudah meluncur bebas. Semoga bisa meringankan kekesalan kalian para readers ku tercinta....


...Mohon tampolan dukungan nya, agar othor semakin bersemangat meski tengah menahan badai dari dua lubang hidung ini😘😘😘...


...13 bab loh ini, gak main-main ngehalu nya, sampe ingus meler pun tak ku hiraukan, semua demi kalian yang othor sayangi πŸ€§πŸ€§πŸ€­πŸ€­πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚...


...Luv yuu kalian semua para pembaca kesayangan Bunda QayaπŸ₯°πŸ’πŸ₯°πŸ’πŸ₯°...

__ADS_1


__ADS_2