Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Emosi Selome


__ADS_3

Pagi ini Mallika bangun lebih awal. Gadis itu ingin menunjukkan kebolehan nya di hadapan Rere. Semalam ketika makan malam tiba, gadis itu banjir pujian karena masakan nya.


Sungguh hati Mallika panas dingin tak terkira. Untung saja tak langsung demam karena nya.


"Loh, mbak? kok pagi-pagi benar udah nongkrong di dapur." Sapa Rere mencoba mengakrabkan diri. Mallika melengos jengkel.


"Aku sedang masak, bukan nongkrong. Enak saja!" sahut Mallika ketus. Rere terkekeh kecil, dia tau hanya saja sengaja ingin mengobrol ringan dengan Mallika. Namun tanggapan gadis itu di luar perkiraan nya.


"Mau masak apa memang nya? Rere bantu ya?" tawar Rere antusias. Mungkin akan mudah berteman dengan Mallika jika mereka memiliki kecocokan dalam hal memasak, begitu lah pikir nya.


"Rahasia. Ini resep rahasia turun temurun keluarga, jadi tidak boleh ada yang tau." Sergah Mallika mencoba mencegah Rere ikut membantu nya. Rere yang baru saja mengambil pisau untuk mengupas bawang, langsung terdiam.


"Gitu ya...Ya sudah. Rere masak menu lain aja deh buat sarapan. Kira-kira keluarga ini suka nya apa ya buat sarapan pagi?" tanya Rere namun hanya di jawab gendikan bahu acuh oleh Mallika.


Rere terlihat Bingung, sampai akhir nya bibi datang dengan keranjang sayuran dari kebun belakang.


"Mau masak apa bi? banyak banget sayur segar nya. Nanam sendiri ya?" Rere mencoba berbasa basi dengan sang ART senior.


"Mau buat sup daging nanti siang. Pagi ini bibik mau buat nasi goreng sama roti bakar sosis buat non Sintya." Jelas si bibik pada Rere. Rere meminta diri nya yang membuat roti bakar sosis tersebut, meski ragu, bibik tetap mengijinkan nya.


Sarapan pagi pun di mulai, semua orang terlihat sangat menikmati sarapan masing-masing. Terlebih Sintya yang terus-menerus memuji roti bakar sosis buatan Rere. Serta nasi goreng yang di tambah resep rahasia gadis itu, meski tak secara langsung membuat nya.


Sedangkan omelette buatan Mallika belum ada yang menyentuh nya sama sekali. Rere yang tak enak hati, meminta ijin untuk mencoba menu dengan resep rahasia tersebut. Yang di mata Rere, lebih seperti telur dadar di gulung.


Cukup nyambung dengan nasi goreng yang dia makan. Rere menjadikan omelette tersebut sebagai lauk nasi goreng nya.


Selome yang melihat gelayut mendung di wajah Mallika pun ikut mencicipi nya. Meski tak sepatah kata pun keluar dari mulut nya.


Sedikit asin, namun Selome tetap diam. Silvery yang menyadari jika Mallika tengah bersedih, lekas mengambil garpu.


"Mom boleh minta sayang?" tanya wanita itu lembut. Telur dadar atau omelette bukanlah kesukaan keluarga nya. Entah kenapa Mallika malah membuat nya. Apa pikiran gadis itu sedang tak fokus.


Mallika tersenyum paksa.


"Boleh mom," ucap Mallika terlihat antusias. Meski hati nya terasa hambar. Dia tau Silvery hanya mencoba untuk membuat nya tak bersedih.


"Enak sayang, ternyata telur di buat seperti ini cocok juga untuk menu nasi goreng. Kapan-kapan mom akan meminta bibik membuat nya." Silvery sekeluarga lebih suka dan terbiasa dengan telur ceplok atau telur mata sapi. Setengah matang itu adalah kesukaan semua anggota keluarga.


Mallika tau itu.

__ADS_1


Silvery terdiam kala mengunyah makanan nya. Segumpal garam tak larut berhasil membuat lidah nya sedikit kebas. Namun demi menyenangkan hati Mallika, Silvery mengangguk angguk seolah tengah menikmati makanan nya.


"Enak sayang, terimakasih sudah repot-repot bangun pagi untuk membuat nya." Ucap Silvery tersenyum tulus.


Mallika sedikit tersenyum kala mendengar pujian tersebut.


Gadis itu kembali melanjutkan makan nya, hanya ada telur dadar di piring nya. Mallika sedang ingin diet. Melihat body Rere yang imut semampai, membuat jiwa nya mendadak insecure.


Mallika tiba-tiba merasa sangat gemuk dan besar. Padahal tubuh nya yang lebih tinggal lah yang membuat nya terlihat lebih besar dari pada Rere. Bukan karena diri nya gemuk atau lebar.


Selesai sarapan pagi yang menyiksa lidah, semua orang memulai aktivitas masing-masing. Termasuk Rere yang ikut membantu membersihkan taman belakang rumah.


Sementara Mallika meminta ijin kembali ke rumah nya sebentar menggunakan sepeda milik Sintya.


Di perjalanan, Mallika menggerutu tak jelas. Gadis itu kesal dengan keberadaan Rere di rumah Selome. Meski Selome bersikap biasa saja, namun tetap saja hati nya was-was.


Setiba nya di rumah, Mallika gegas menuju ruang treadmill sang ayah. Mallika rupa nya ingin melakukan olahraga dadakan tanpa persiapan sebelum nya.


Namun melihat tubuh Rere yang menurut nya ramping. Mallika seketika ingin membentuk tubuh nya agar semakin indah. Padahal di rumah Selome pun lengkap segala macam peralatan olahraga. Hanya saja Mallika malu jika melakukan nya di sana.


Satu jam setengah sudah berlalu, Mallika menggunakan hampir semua alat yang ada. Keringat gadis itu bercucuran bagai air mancur. Mallika sengaja mematikan AC agar proses pembakaran lemak nya berjalan cepat. Begitu lah yang gadis itu pikirkan.


Pandangan mata nya sedikit mengabur dan tak fokus. Gadis itu mengalami dehidrasi berat. Sarapan dengan hanya menggunakan telur dadar seumprit. Mallika juga tak minum apapun selain seperempat gelas air putih.


Tak lama, kesadaran gadis itu pun menghilang. Mallika pingsan karena terlalu kelelahan dan dehidrasi. Sejak semalam makan nya sudah tak benar, di tambah pagi tak sarapan sebagaimana mestinya.


Selome terlihat kesal kala mendapatkan telepon dari sang ibu, yang mengabarkan Mallika belum juga kembali ke rumah.


"Pasti gadis nakal itu pergi bersama si Geko Geko itu lagi. Dasar keras kepala! awas saja jika aku sampai menemukan kalian berdua. Akan aku kirim pria itu ke kutub Utara." Geram Selome menahan kesal.


Pria itu meraih kunci mobil nya untuk mencari keberadaan Mallika. Fokus nya ada mall. Mallika paling suka menghabiskan waktu untuk sekedar berjalan-jalan di sana.


Sudah dua jam namun Selome tak kunjung menemukan keberadaan Mallika. Rasa kesal semakin membuncah kala melihat Geko baru keluar dari lobby sebuah hotel. Pria itu terlihat sendirian. Lalu Kemana Mallika? pikiran kotor sudah memenuhi otak nya yang sedang kesal.


Saat akan mengejar mobil Geko, Selome terjebak lampu merah.


"Ah sialan! awas saja sampai kau melakukan hal aneh pada Mallika. Ku kebiri kau brengsek!" umpat Selome menatap tajam plat mobil yang di kendarai oleh Geko.


Tak berhasil mengejar dan menemukan Mallika, Selome memutuskan kembali ke rumah. Mungkin saja Mallika sudah pulang. Itulah harapan nya saat ini.

__ADS_1


Setibanya di rumah, sang ibu terlihat masih dalam keadaan cemas. Dapat Selome simpulkan, jika Mallika masih belum kembali. Arti nya sudah lebih tiga jam gadis itu pergi dari rumah nya. Apa Mallika masih di hotel itu tadi, atau sudah lebih dulu masuk ke dalam mobil. Sehingga dia tak melihat nya berjalan bersama Geko.


Pikiran Selome mendadak kacau.


"Cari Mallika sayang, Mallika tanggung jawab mom dan dad. Apa yang harus kita katakan pada paman dan bibi mu nanti." Mohon Silvery dengan wajah sedih.


Selome menenangkan sang ibu, kemudian kembali memacu mobil nya tak tentu tujuan. Hingga akhir nya Selome kepikiran untuk mendatangi rumah Geko.


Sesampainya di sana, pintu gerbang terkunci. Tak ada siapapun di pos jaga. Selome semakin frustasi.


"Kemana sih gadis nakal itu pergi. Menyusahkan saja!" sungut Selome semakin tak terkontrol.


Hingga Sore hari, Selome masih belum menemukan Mallika. Saat baru memarkir kan mobil nya, Selome di buat emosi berkali-kali lipat. Mallika terlihat turun dari mobil Geko, namun bukan mobil yang dia lihat tadi siang.


Mallika terlihat di tuntun oleh Geko dalam keadaan lemah. Pikiran buruk berseliweran di kepala nya. Akan kah mereka sudah melakukan hal di luar batas, sehingga Mallika terlihat begitu lemas.


Rahang Selome mengetat, kepalan tangannya terlihat memutih.


"Dari mana saja kau? apa kau tau, seharian kami mencari mu dan kau malah enak-enak pergi dengan pria ini. Apa kau puas telah bermain dengan pria ini seharian di hotel, hah?! dasar gadis murahan! menyesal aku sudah mencemaskan mu sepanjang hari ini!" Selome melangkah pergi meninggalkan Mallika dan Geko di ujung tangga.


Mallika terkejut mendengar kalimat tuduhan bernada hinaan dari bibir Selome. Terutama saat melihat tatapan kecewa Silvery pada nya. Dengan tubuh bergetar, Mallika pamit untuk di antar pulang ke rumah nya saja. Dengan alasan jika kedua orang tua nya Sedang di perjalanan pulang.


Silvery hanya mengangguk lemah, tak memberikan respon apapun. Hati Mallika serasa tercubit keras.


Geko mengantar gadis itu hingga di depan rumah nya. Mallika menolak ketika akan di antar masuk. Dia tak ingin menambah pandangan buruk warga pada nya.


Di dalam kamar nya, Selome membanting ponsel nya kesal. Pria itu berdiri di balkon kamar sembari menatap jauh ke arah rumah Mallika yang hanya terlihat bumbungan nya saja.


"Kau benar-benar keterlaluan. Aku sudah memberikan mu kesempatan untuk tak berbohong lagi. Parahnya kau sampai menginap di hotel bersama pria itu. Dasar murahan! aku jijik melihat mu!" Silvery yang akan menenangkan snag anak tanpa sengaja mendengar kalimat putra nya.


Dalam hatinya menolak percaya, namun Selome tak mungkin mengada-ada.


Wanita memilih keluar untuk menyambut sang suami di lantai bawah.


🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉


Bagaimana kelanjutan emosi salah duga Selome gengs, semoga saja cepat terselesaikan ya... bantu othor Miki alur nya ya🤭🤭😁😁


Lope lope kesayangan buna Qaya 🤍🤍🤍🤍🤍

__ADS_1


__ADS_2