Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Bonus Chapter


__ADS_3

Satu bulan sejak drama klien gatal versi Sila, Satya hari ini sedang berkemas. Lebih tepatnya Silvery yang mengemasi barang-barang nya. Pria itu akan pergi ke luar kota untuk dua hari.


"Yakin tidak ingin ikut sayang? bagaimana jika aku merindukan mu, aku pasti akan sulit untuk berkonsentrasi dalam bekerja. Jadi percuma saja jika aku ke sana tapi hati ku di rumah. Bagaimana jika David saja yang pergi, bersama Siska. Mungkin dengan begitu mereka bisa lebih akrab." Usul Satya tiba-tiba.


Pria itu menatap cerah pada istri nya, yang tengah mengemas pakaian nya ke dalam sebuah koper sedang.


Silvery berbalik lalu menatap suami nya dengan tatapan memutar malas.


"Dad? bukankah ini kali pertama nya kau keluar kota tanpa diriku? hanya dua hari bukan? aku benar-benar tak bisa pergi, acara sekolah Sintya akan di gelar besok dan harus di hadiri oleh orang tua. Kita sudah membahas soal ini bukan? Jadi ayo bersiaplah. Aku sudah menghubungi David untuk menemani mu di sana, kau tidak akan kesepian. Apa Siska perlu ikut? ku rasa akan semakin ramai jika si ceriwis Siska ikut bersama kalian." Satya memasang wajah di tekuk sempurna.


"Peluk aku dulu, aku akan merindukan wangi mu selama dua hari penuh. Itu akan menjadi siksaan paling mengerikan dalam hidup ku sayang. Ya Tuhan! begini amat rasa nya cinta mati. Sungguh tak tertolong oleh obat apapun." Gumam Satya gusar, pria itu masih betah memeluk sang istri dan menyembunyikan wajahnya di dada Silvery sambil bergumam tak jelas.


Klek


Selome menatap jengah pada pemandangan yang membuat jiwa jomblo nya meronta-ronta tak terima. Sang ayah selalu saja memamerkan kemesraan di mana pun di dalam rumah mereka.


"Bukankah paman David sudah menunggu daddy di bawah sejak tadi? Kenapa masih belum bersiap? bukankah semalam daddy sudah menguasai mommy hingga tak memberikan kesempatan pada kami meski sekedar mengobrol sebentar. Sekarang lekaslah berangkat, aku butuh mommy." Ucap Selome sedikit ngegas.


Satya mendelik tak suka.


"Ini istri ku, apa kau lupa? Keluar lah, katakan pada David agar datang tak terlalu pagi. Apa dia ingin menumpang makan? ada-ada saja, dasar tak tau waktu." Balas Satya tak merasa bersalah sama sekali. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 8 lewat. Pria itu masih memeluk erat sang istri seakan takut di culik oleh putra nya sendiri.


"Astaga, dad! Mom? bisakah kau melempar pria itu ke luar balkon, aku sungguh ikhlas melakukan nya jika mom tak tega." Ucap Selome dongkol.


Pria 21 tahun itu masuk dengan langkah tegas lalu memeluk sang ibu dari belakang.


"Dia juga milik kami bertiga jika saja daddy lupa. Jadi lepaskan wanita milik bersama ini sebelum aku melempar daddy keluar." Ucap Selome tak berperasaan.


Satya mendengus lalu menatap sang istri dengan tatapan memelas. Silvery terkekeh kecil.


"Baiklah para pria, ijin kan wanita tua ini melakukan peran nya dengan baik, benar dan bijaksana. Oke? sekarang lepaskan mommy, mom masih punya dua tanggung jawab lain jika kalian lupa." Ucap Silvery mulai merasa sesak. Kedua pria nya memeluk nya begitu erat.

__ADS_1


"Mooom..!" seru seorang gadis dari arah luar kamar, dan itu berhasil menciptakan suara decak sebal kedua pria posesif tersebut.


"Kalian dengar? itu salah satu tanggung jawab mommy, jadi lepas kan pelukan kalian. Mom sesak..." pinta wanita itu memelas, dan itu berhasil membuat kedua pria itu kalang kabut.


"Sesak? kita ke rumah sakit sekarang, Selomita, siapkan mobil segera." Titah Satya panik.


Selome mendelik semakin tajam.


"Mom sesak karena daddy terlalu erat memeluk nya. Dan ya, namaku Selome. Aku jadi yakin jika daddy tak benar-benar berniat memiliki anak saat menikah dengan mommy. Selalu saja memanggil namaku sesuka hati. Daddy bahkan sering lupa kapan ulang tahun ku dan Sila." Ketus Selome sewot maksimal.


"Cih! selalu saja mencari kesalahan daddy. Kau benar, daddy tak berniat memiliki bocah seperti mu. Tapi wanita ku ini sangat keras kepala, dia berhasil menipuku mentah-mentah. Dan lahirlah benih menyebalkan seperti mu ini, sungguh aku ingin menenggelamkan mu ke rahim kadal saat melihat wajah tengil mu ketika baru lahir." Balas Satya membuat Silvery semakin sakit kepala.


"Dasar daddy laknat!" ketus Selome jengkel.


"Sudah! ayo semua keluar, dad ayo turun. Atau David akan menghabis kan jatah sarapan mu lagi." Ucap Silvery menengahi kedua pria menyebalkan tersebut, namun sangat dia sayangi. Sayang sekali.


"Astaga! kenapa aku bisa lupa!" Satya menepuk keningnya gusar. David adalah asisten tak tau diri yang pernah ada. Pria itu akan melahap apa saja yang terhidang di hadapan nya, tanpa mengingat sang empunya rumah juga butuh makan.


"Mom? apa kau melihat kaos kaki biru ku yang bergambar pahlawan Supermie. (Superman)" Sila melongok kan kepalanya di muka pintu bertepatan dengan sang pemilik kamar akan keluar.


"Kenapa Sila lebih menduplikasi daddy, gadis itu tak ada manis-manis nya. Dia selalu saja menyebutkan nama sesuatu dengan kata yang melenceng jauh. Sungguh gen yang menyedihkan." Gerutu Selome melewati kedua orang tua nya menuju lantai bawah lebih dulu.


Satya sudah akan menjawab namun urung setelah mendapat kan elusan gaib dari sang istri tercinta.


"Putramu selalu saja memojokkan ku soal gen yang buruk." keluh Satya mengadu. Silvery hanya menggeleng pelan.


Satya dan Sila memiliki kesamaan yang cukup menyebalkan. Ke-dua selalu menyebut nama anggota keluarga dengan nama yang unik. Sintya kadang di panggil Siti dan Selome kadang di panggil Selomita.


"David? apa kau masih menyisakan sedikit makanan di atas meja itu?" tanya Satya datar dari arah tangga.


David tersedak lalu meneguk air minum nya hingga tandas.

__ADS_1


"Bos? Anda sudah selesai dengan ritual berpamitan? jika belum lanjutkan saja. Aku tak apa menunggu lama, aku akan menjaga makanan ini agar tetap hangat." Ujar David kembali melanjutkan sarapan nya tanpa sungkan.


Satya mengambil irisan mentimun lalu melemparkannya ke arah piring David.


"Ya hangat! di hangatkan, oleh lambung mu!" Ketus Satya sewot.


David hanya nyengir, memamerkan gigi nya yang di penuhi oleh nasi goreng.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Satya duduk dengan gelisah di dalam pesawat. Sedangkan David mengambil posisi terbaik agar bisa tidur beberapa menit ke depan. Lumayan untuk sekedar menjaga kestabilan otak nya, agar kuat menghadapi bos yang menyebalkan seperti Satya.


"Shhuutttt... shhuutttt..." David bukan nya tak mendengar, namun dia lebih memilih pura-pura tidak mendengar nya. Hati nya tertawa puas karena berhasil mengelabui Satya.


"Dasar asisten menyebalkan! awas saja dia, seperti nya aku harus berpikir untuk mencari asisten baru kalau begini." Gumam Satya melirik David melalui ekor mata nya.


Dan berhasil! David berpura-pura terbangun dengan menguap lebar. Pria itu mengerjab seolah baru saja kembali dari alam mimpi.


"Sudah sampai bos?" tanya nya dengan tatapan sepolos mata bening ikan Koi.


"Sudah kelewatan malah!" ketus Satya jengkel.


"Wah! bisa ya, pesawat kelewatan landasan pacu. Mungkin pilotnya mengantuk, kurang minum kafein dia. Kasihan..." Ujar David prihatin, pria itu meladeni kalimat ngaur sang atasan tak kalah ngarut.


Satya melempar majalah bisnis ke arah sang asisten dengan sepenuh hati. Membuat pria itu meringis menahan sakit.


"Kejam amat. Begini nih kalau pawang nya tidak ikut, habis deh aku jadi sasaran empuk emosi labil pak tua ini." Gumam David sekecil mungkin. Jiwa nya meronta butuh pertolongan segera.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


...Masih ada yang baca gak, boncap ini??...

__ADS_1


...Komen yah, kalau masih mau di lanjutkan boncap nya😘😘😘🤗🤗🤗...


...Lope lope sekebon buat kalian semua 🤍🤍🤍🤍🤍🤍🤍...


__ADS_2