
"Bagaimana? Apa operasi nya berjalan lancar?" Cecar Wira yang baru tiba nafas nya pun masih berantakan akibat terus berlari dari arah parkiran.
"Operasi nya berhasil, hanya menunggu Mishy sadar dari efek bius. Mungkin sekitar satu jam lagi. Kau dari mana? Kenapa mata mu membengkak?" Tanya Mylo heran, Wira pamit karena urusan pekerjaan yang sangat mendadak dan pria itu kembali dengan mata sembab.
"Aku baru dari rumah sakit xxx, mengurus pemakaman Resy." Ucap Wira lemah. Mylo terpekur, kini dia sadar telah melupakan sang kakak. Sungguh dia adik yang sangat kejam.
"Katakan di mana dia sekarang, di mana kau memakamkan nya?" Kini giliran Mylo yang terlihat tak sabar, mata pria itu berkaca-kaca menahan tangis.
"Aku baru akan melakukan nya, kau sudah menghubungi ku dan aku langsung kemari. Aku sudah meminta pihak rumah sakit yang mengurus nya, kondisi nya tak memungkinkan untuk di tunda lagi. Sebelah wajah nya mengalami luka bakar, aku tak bertanya tentang luka lain nya aku tak sanggup." Papar Wira kembali menetes kan air mata. Teringat pertemuan terakhir mereka sebelum dia dan Mishy pergi. Tatapan setumpuk harapan agar Mishy pulih kembali, itu lah yang Wira tangkap.
"Resy berjuang keras selama empat tahun seorang diri. Menggadaikan harga diri nya demi menukar nya dengan kebutuhan pengobatan Mishy. Resy melalui banyak hal buruk untuk membawa Mishy kita kembali ke dunia ini. Wanita itu rela menjadikan tubuh nya sebagai alat tukar praktis. Dan kita tak ada yang menolong nya ketika wanita itu meregang nyawa dengan cara yang menyakitkan. Di lahap api demi menghanguskan semua bukti yang ada." Urai Wira menatap kosong tembok di depan.
Sepasang telinga mendengar dari balik tembok, dengan mata memanas menahan tangis. Roky, ya pria paruh baya itu adalah Roky. Mendengar cerita Wira membuat sejuta sesal menggerogoti jiwa rapuh nya. Sang anak telah tiada. Dan pergi dengan cara mengenaskan. Roky tersungkur dengan tangis tak tertahankan. Semarah apapun seorang ayah, anak tetap lah anak. Begitu pun Roky.
Di sinilah keluarga besar itu berada, menatap tanah lembab yang subuh tadi di guyur hujan lebat. Pemakaman Resy baru saja selesai di laksanakan. Iringan kalimat doa dan ucapan turut berbelasungkawa terucap dari seluruh relasi dan kerabat. Seorang wanita menatap dari kejauhan dengan setumpuk sesal.
Berharap waktu bisa dia putar kembali, menghilang kan dendam tak berarti dalam hati nya. Mungkin wanita itu masih berada di tengah-tengah keluarga nya. Menyambut sang adik yang telah membuat nya rela berkorban hingga sejauh ini, menjadi seorang pembunuh meski tidak secara langsung. Sungguh dia sangat menyesali nya. Kebutaan nya telah membuat sebuah keluarga kehilangan putri, saudari dan ibu dari anak-anak nya.
🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹
Di benua lain, seorang pria tengah menatap netra tertutup yang entah kapan akan kembali terbuka. Sudah setahun namun tak ada kemajuan apapun. Terbersit rasa bersalah menubruk relung hati nya. Apakah cara nya sudah benar, atau dia hanya menambah daftar derita wanita malang itu.
__ADS_1
Sungguh dia hanya ingin menebus dosa nya di masa lalu. Juga berharap perasaan nya dapat terbalaskan. Namun hingga setahun berlalu, harapan itu seperti sebuah harapan kosong belaka. Pria itu nyaris putus asa.
Tok tok tok
Klek
"Maaf tuan, makan siang anda sudah siap. Biar saya yang menjaga nona, ini waktu nya pemberian obat." Ujar seorang perawat yang juga merangkap sebagai seorang pelayan di villa tersebut.
"Aku tidak lapar Mia, dan berhenti lah memanggil ku tuan. Kau tau aku tak suka panggilan itu." Jordan menatap tajam pada rekan seperjuangan nya.
Mia tersenyum simpul, "aku bekerja pada mu Jo, sudah sepatut nya aku memanggil mu demikian. Makan lah, kau butuh tubuh yang sehat untuk terus merawat nona. Semoga saja racikan serum itu berhasil, untung tidak semua nya terbakar. Jadi masih bisa aku kembangkan." Ujar Mia menerawang jauh.
Flashback
Dengan mengemudi bak orang kesetanan, Jordan tiba di apartemen Resy yang sudah terlihat di kerumuni banyak mobil pemadam juga mobil ambulan dan mobil polisi. Belum termasuk warga yang menonton layak nya menonton film laga.
"Bertahan lah nona, jangan menghukum ku dengan ini. Aku tak suka..." Gumam Jordan berlari menapaki anak tangga menuju unit Resy di lantai 4.
Setiba nya di sana seorang wanita berusaha memadamkan api dengan memukul kan syal nya.
"Tuan lekas tolong wanita itu, dia terluka...aku menusuk nya dengan pisau dapur..." Ujar si wanita sambil menangis ketakutan.
__ADS_1
Jordan menerobos masuk dan mendapati api sudah melalap pipi kiri Resy, bergegas Jordan mengangkat tubuh Resy lalu membawa nya keluar. Wanita tadi kembali dari apartemen di seberang dengan taplak meja basah.
"Bungkus tubuh nya dengan ini..." Ujar nya bergetar. Jordan melakukan nya, rambut Resy yang terbakar sebagian terlihat menempel di tengkuk wanita itu. Jordan melepaskan nya perlahan, dan meninggalkan luka mengkelupas di sana.
"Aku akan membawa nya ke rumah sakit, urusan kita belum selesai!" Kecam Jordan matap bengis wanita yang mengaku telah menusuk Resy. Pisau itu masih menancap sempurna di perut wanita itu.
Setiba di rumah sakit, Resy mendapatkan pertolongan pertama. Dan Jordan menutup akses bagi siapapun untuk mengetahui kondisi terkini Resy. Hingga saat wanita itu tersadar meski sangat lemah, Resy meminta agar Sum-sum tulang belakang nya segera di ambil. Dia khawatir hanya milik nya saja yang cocok, sangat sulit untuk mencari donor tersebut meski uang mu bergudang-gudang.
Setelah nya Resy kembali tak sadar kan diri, dokter menyatakan wanita itu kritis. Jordan mulai mengatur siasat, memanipulasi kematian Resy agar keluarga nya tak lagi berharap. Resy hanya memiliki 7 persen harapan hidup. Dia memutuskan untuk merawat Resy hingga waktu itu tiba, sebagai penebusan dari dosa nya yang pernah menyiksa wanita itu sedemikian rupa fi masa lalu.
Dan terkahir pertemuan mereka, dia melontar kan kata-kata yang menyakiti hati wanita itu dengan begitu kejam. Tanpa tau wanita itu tengah memperjuangkan sesuatu yang besar untuk semua orang.
Flashback end
"Bangun lah nona, tuan Jordan telah melakukan hal besar untuk menebus segala kesalahan nya di masa lalu. Apa kau tau nona, tuan Jordan jatuh hati pada tahanan nona muda nya. Namun pria itu sangat konsisten dan setia. Mengabaikan rasa yang tumbuh tanpa di minta dengan cara bersikap ketus pada anda. Jordan pria malang itu bahkan menolak banyak wanita karena perasaan nya. Namun dedikasi nya pada nona Mishy, membuat nya menutup pintu hati nya agar tak semakin jauh terperosok dalam kubangan cinta nya pada anda"
Celotehan Mia rupa nya mampu membuat alam bawah sadar Resy tergerak. Jari telunjuk wanita itu bergerak meski sekedar reflek. Dan Mia menyadari nya, wanita itu lekas memeriksa tanda fital Resy. Senyum nya mengembang sempurna.
"Selamat datang kembali nona, tuan Jordan akan sangat senang anda telah menemukan jalan pulang." Gumam Mia pelan, tak terasa air mata nya menetes. Setahun ikut bersama Jordan tak membuat nya menyesal. Kini usaha nya telah menunjukkan kemajuan yang pesat, meski serum itu adalah milik Resy namun Mia lah yang mengembangkan formula nya.
🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹
__ADS_1