
Setelah cukup lama berpelukan meluap kan kerinduan, dua adik kakak itu kini bertukar tempat duduk. Jordan duduk di samping Wira dan Mishy duduk bersama Resy.
"Cerita kan semuanya, jangan satupun ada yang terlewati." Tandas Mishy menuntut penjelasan.
"Kau bisa bertanya pada pria gila di depan mu itu. Dia yang membuat ku tetap hidup hingga sekarang. Kau ingat Mia, dia bekerja pada kami sekarang. Maksud ku sejak kejadian itu, Mia ikut bersama Jordan. Mia yang mengembang serum hasil penelitian ku. Dan di gunakan pada ku sendiri, sungguh senjata makan tuan." Cerita Resy tertawa kecil.
"Maafkan aku nona, aku tak bisa kehilangan nya. Aku mencintai nya sejak awal, namun pengabdian ku pada anda membuat ku berusaha untuk terlihat membenci nya. Aku memalsukan kematian nya, peti jenazah itu kosong. Maaf kan aku nona, kau boleh marah padaku." Jelas Jordan harap-harap cemas.
"Cih! Sudah menikahi kakak ku diam-diam kau baru mengatakan nya sekarang." Sungut Mishy kesal.
"Sudah lah, kenapa kau sangat kesal pada nya. Suami ku sudah meminta maaf padamu bukan? Lihatlah perutku ini, jangan membuat kedua anakku kehilangan ayah mereka." Ujar Resy mendrama.
"Kembar? Wow, gen kita ternyata luar biasa kak." Ujar Mishy bangga.
"Itu di sana benih ku sayang, ada dua jika kau lupa." Protes Wira mengarah tatapan nya pada dua kereta bayi di sudut lain ruangan.
"Ya, itu benih mu. Tapi hampir saja mereka tak jadi hadir di dunia ini karena seorang ayah yang menolak kehadiran anak nya sendiri." Sindir Mishy membuat Wira terkekeh salah tingkah.
"Itu karena aku takut kehilangan mu sayang, aku lebih baik tak memiliki keturunan jika benih kecambah ku membuat mu sakit." Seloroh Wira mengerling sang istri.
Mishy mencebik, suami nya selalu takut jika dirinya kembali mengandung.
"Katakan kenapa baru sekarang kau menemui ku kak? Pasti bukan hal yang sepele bukan? Aku tau bagaimana sifat keras kepala mu." Tanya Mishy penuh selidik.
Resy menatap suami sejenak sebelum akhirnya bercerita tentang putra kebanggaan mereka. Mishy mengepalkan kedua tangan nya erat. Pantas saja sang anak menggelontorkan dana tak sedikit beberapa bulan yang lalu. Rupa nya anak itu menggunakan uang nya untuk membeli sebuah pulau.
__ADS_1
"Tak ku sangka, anak yang ku besar kan dengan kasih sayang. Tega melakukan hal serendah itu pada seorang gadis tak berdosa. Dan dengan tanpa beban malah ingin menikahi wanita lain." Desis Mishy menahan amarah nya.
"Miguel akan menikah?" Sela Resy menatap Wira bergantian. Wira hanya mengangguk membenarkan ucapan sang istri.
"Siapa nama calon menantu mu itu?" Tanya Resy lagi.
"Ck! Aku tak sudi memiliki menantu sejenis wanita pengerat. Kedua bayi ku bahkan sering di capit oleh jari lentik wanita Siluman itu." Sergah Mishy menggebu-gebu.
"Kedua bayi lucu mu itu sering di cubit oleh gadis itu? Sungguh jahat sekali, aku penasaran ingin berkenalan dengan nya." Ujat Resy menyeringai penuh rencana.
"Apa di tempat tinggal mu ada televisi? Aku khawatir kau juga tak memiliki nya mengingat Jordan lebih suka menulis surat dari pada menghubungi ku menggunakan telepon." Uajr Mishy kembali menyindir.
"Ck! Tentu saka kami punya, kau pikir kami tinggal di goa." Sungut Resy tak terima.
"Mana ku tau? Mungkin saja kalian tinggal di goa drakula." Sahut Mishy tersenyum mengejek.
Resy tertegun , kini dia mulai mengerti sedikit alur cerita yang terjadi. Senyum misterius nya membuat Mishy tak rela jika tak di libatkan dalam rencana dan rahasia yang sang kakak ketahui.
"Katakan sesuatu yang kau ketahui kak? Aku tak rela jika putra kita menikah dengan wanita Siluman itu. Apa lagi ada wanita lain yang tengah mengandung cucu kita. Dan wanita yang sangat aku kehendaki untuk menjadi bagian dari keluarga besar kita." Tuntut Mishy menatap sang kakak penuh selidik. Dia tau luas nya ide cemerlang di dalam otak licik sang kakak.
"Seharus nya wanita yang Miguel benci adalah calon istri nya sendiri. Namun aku senang, karena dengan kecerobohan nya, membuat gadis baik-baik mengandung keturunan seorang Sanders Pratama. Bayangkan jika itu adalah wanita siluman seperti perkataan mu. Bisa-bisa runyam segala nya." Mishy menatap sang kakak semakin serius dan penuh keingintahuan yang begitu besar.
"Jelaskan dengan rinci kak, Clara adalah anak dari rekan bisnis perusahaan kita. Bagaimana bisa ada sangkut paut nya dengan orang yang pernah terlibat dalam kisah kelam kakak." Cecar Mishy semakin di balut rasa penasaran.
"Kau akan tau nanti adikku, sekarang aku belum bisa menjelaskan nya dengan detail. Aku pun masih mencari tau kebenaran mutlak nya. Bukankah jika ingin mendapatkan tangkapan besar kita harus mempersiapkan umpan yang tak main-main? Aku punya rencana lain, dan sebelum pernikahan itu terjadi. Aku akan pasti kan jika putra bodoh kita akan menangis darah dalam penyesalan nya." Mishy mengangguk paham meski masih di landa rasa ingin tahu.
__ADS_1
Namun mengingat siapa kakak mya di masa lalu, dia percaya Resy punya segudang rencana ajaib yang mampu membawa sang anak Kembali ke jalan yang benar.
"Jadi kau masih akan bersembunyi? Padahal aku sudah akan mengatakan tentang mu pada keluarga kita. Kau tau? Paman selalu menangis diam-diam karena merindukan mu. Bibi Andin sering bercerita pada mama tentang paman. Untung ibu tiri mu itu sangat mencintai paman, sehingga selalu menjadi pelipur lara untuk pria tua itu." Cerita Mishy dengan wajah sendu.
"Aku juga merindukan nya, namun belum saat nya aku kembali. Persiapkan saja pernikahan yang megah untuk putra kita, dan tentu saja dengan calon menantu yang kita restui." Kekeh Resy menahan sesak nya kerinduan yang sama pada sang ayah juga keluarga lain nya.
"Tentu saja kak, apa calon menantu kita baik-baik saja. Bagaimana kehamilan nya? Apa dia mengalami mabuk kehamilan? Kini aku mengerti kenapa Miguel sering meminta hal aneh belakangan ini. Rupa nya Tuhan sedang menghukum putra kita itu dengan ikut merasakan ngidam. Sayang sekali dia tak merasakan mual muntah yang parah." Cerocosan Mishy membuat Wira dan Jordan menggeleng kepala.
Begitu niat nya wanita itu mendoakan sang anak mengalami bagian terpenting dari seorang wanita hamil tanpa perasaan.
"Kandungan nya baik, cucu kita perempuan. Terlihat sangat menggemaskan, aku akan mengirim foto nya pada mu. Aku memotret nya ketika sedang melakukan ultrasonografi. Astaga! Aku ingin cepat-cepat menjadi seorang nenek." Ujar Resy terlihat sangat antusias.
Begitu pula Mishy yang kini wajah nya terlihat berbinar penuh rona kebahagiaan.
"Aku ingin berkunjung ke kediaman mu kak, please. Paling tidak Charlotte merasa telah mendapatkan dukungan keluarga kita. Akan lebih baik dia mengetahui nya sekarang, jika dia tau lebih dulu aku khawatir Charlotte akan kabur karena menyangka kita berkomplot dengan Miguel untuk menahan nya di rumah mu." Resy menatap sang suami meminta pendapat, Jordan mengangguk setuju.
"Baiklah, kalau begitu kami tak perlu menginap. Aku juga khawatir meninggalkan nya terlalu lama. Chaca sering mengigau tengah malam, itu tak baik untuk kesehatan mental juga bayi nya. Gadis malang itu harus selalu di temani dan di beri dukungan sebenar nya. Namun untuk kembali pada keluarga nya, dia masih takut akan di ketahui oleh Miguel. Sungguh gadis yang malang. Aku bahkan sudah menyukai nya sejak pertama kami menemukan nya di kabin itu. Dan sekarang semakin menyayangi nya." Ungkap Resy menerawang.
"Baiklah, sayang Kembali lah ke hotel. Ambil beberapa keperluan kita dan anak-anak, kita akan berkunjung ke goa drakula." Resy mendengus kesal mendengar kalimat sang adik, membuat Mishy tertawa kecil lalu kembali memeluk sang sepupu tercinta.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...Segini dulu ya guys, othor akan come back tomorrow🙏🙏🤗🤗...
__ADS_1
...Jangan lupa dukungan kalian di setiap bab nya😘😘...
...Luv yuu epribadeeehhh, pembaca yang bijak dan murah hati, rajin menebar semangat dan kebaikan untuk menyemangati othor receh ini 💝🤍💝🤍💝 ...