Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Reuni para mantan


__ADS_3

"Jadi bagaimana kisahmu selama menikah dan punya seorang kecebong cantik ini, Ras?" sontak Rasty tertawa renyah, tak ada yang berubah, wanita itu selalu kocak sedari dulu. Roy tak henti-hentinya menatap wajah ceria Rasty yang dia sadari sangat dia rindukan itu.


Sedangkan yang di maksud dengan kecebong merengut di ujung sofa di samping Roky. Enak saja, dia sudah secantik itu malah di sebut kecebong oleh sahabat sang ibu.


"Hidup ku berjalan datar saja tapi aku bahagia bisa membuat kecebong pemarah itu menjadi putri ku yang cantik dan cerdas. Suamiku meninggal ketika aku mengandung nya. Dan aku memutuskan untuk tak menikah lagi, apa lagi tau jika kekasih yang ku tinggal menikah telah menikahi sahabat ku dan hidup bahagia." Rasty melirik sang mantan yang nampak gugup di hadapan sang anak.


"Jadi bibi Rasty inilah yang di maksud oleh mama? jika bibi Rasty adalah wanita yang sangat di cintai oleh papa, benar begitu pa?" Roy seperti tersedak biji durian. Pria itu mendelik tak suka pada sang anak yang malah tergelak melihat reaksi ayah nya.


"Astaga! jadi ini adalah reunian pertemuan para mantan...ya ampun, mama hebat sekali. Aku tak menyangka, papa punya mantan kekasih secantik ini. Sama cantik nya dengan mendiang mama. Mama pasti bahagia melihat reunian kecil ini." Ucap Nathan tulus.


Dia tau kisah kedua orang tuanya, termasuk wanita di depan nya itu. Foto wanita itu bahkan masih tersimpan rapi di album foto di rumah nya. Ibu nya lah yang menyimpan nya.


Rasty dan sang ibu adalah sahabat ketika sekolah di desa, dan Rasty adalah kekasih ayah nya waktu itu. Namun wanita itu di jodohkan oleh orang tua nya dengan anak lurah di desa nya saat belum genap berusia 17 tahun. Ayah nya yang kecewa memilih merantau ke kota dengan berbekal ijazah SMP, dan surat pindah ke SMA di kota tujuan nya. Sang ibu menetap di desa hingga lulus SMA.


Hingga akhirnya kembali di pertemuan di bangku kuliah. Setahun kemudian mereka menjalin kasih hingga akhirnya menikah. Wajar jika anak Rasty lebih tua jauh dari pada anak sang mantan dan para teman-teman nya. Wanita itu melahirkan di usia baru beranjak 18 tahun. Suami nya meninggal karena kanker usus, untuk itu keluarga nya memaksa Rasty menikahi Bagus agar bisa meninggalkan keturunan. Mengingat Bagus hanya anak tunggal dan keluarga Rasty kebetulan berhutang banyak pada sang kades.


Tak ada pemaksaan memang, Rasty memilih setuju saat melihat sendiri kondisi Bagus yang saat itu tengah di rawatan di rumah sakit kabupaten. Pria tampan itu tergolek lemah di atas ranjang rumah sakit. Hati nya tak tega dan mereka menikah seminggu setelah bagus membaik. Namun pernikahan yang mulai menumbuhkan benih di rahim nya, berakhir hanya dalam waktu 7 bulan.

__ADS_1


Bagus memilih menyerah pada rasa sakit yang di derita nya. Meninggalkan istri yang sangat dia cintai sejak mereka kecil. Rasty tentu saja berduka, rasa nyaman dan perhatian tulus dari Bagus telah mencuri sebagian hati nya.


Kembali ke saat ini, Roy terlihat semakin terpojok oleh ledekan sang anak.


"Bagaimana bisa kau mengenal Rosy, Ras? bukan kah kau tak melanjutkan sekolah mu setelah menikah..." tanya Roy penasaran.


"Kau lupa aku berteman dengan istri mu? aku mengenalnya dari istri mu, wanita bodoh itu bahkan dengan bangga memamerkan wanita ini sebagai mantan kekasih mu. Dan betapa kau sangat mencintai nya, aku hampir saja menaruh semangkuk sambal ke dalam kuah bakso nya karena kesal." Cerocos Rosy menggebu-gebu.


"Dan kau berhasil memasukkan saos pedas sebotol penuh ke dalam kuah baksoku, kan? dasar wanita sadis menyebalkan!" sungut Rasty mengenang awal pertemuan mereka yang tak biasa waktu itu.


"Benar. Sebenarnya penanam saham waktu itu adalah mendiang mertuaku. Hanya saja beliau mengatasnamakan putra nya yaitu ayah nya Andin. Dan sekarang Andin lah pewaris dari saham tersebut, aku tak mau ikut campur. Bagi ku bisa makan dan memberikan pendidikan yang cukup bagi anak ku itu sudah lebih dari segala nya. Harta bisa di cari, tapi kasih sayang dalam hubungan anak dan orang tua itu mutlak tak tergantikan. Aku tak ingin anakku tumbuh mengenal harta dari pada cinta." Terang Rasty bijak.


"Kau benar, kau pandai mendidik anakmu walau sendirian. Aku bangga padamu, maaf atas saos sambal waktu itu. Aku hanya kesal, kau ku pandang sebagai calon pelakor waktu melihat sikapmu yang menurut ku terlalu genit dan ceplas-ceplos. Rupa nya kau bisa jadi teman yang menyenangkan, sayang Sania tak bisa ikut berkumpul malam ini. Wanita karir itu sibuk mengikuti seminar medisnya di Surabaya." Timpal Rosy panjang lebar.


Roky dan Harland sudah mengenal Rasty, karena wanita itu pernah beberapa kali mengikuti rapat pemegang saham sebelum akhirnya di serah kan pada sang anak sepenuh nya.


Di ruang keluarga itu, terjadi lah obrolan mengulik banyak hal, dua insan memisahkan diri ke taman belakang. Duduk bersanding di kursi goyang, memandang sang bulan yang sedang tersenyum simpul diatas langit malam.

__ADS_1


"Pasti Resy sedang uring-uringan karena kau tidak pulang malam ini. Pengantin wanita mu alamat kesepian tak berteman." Seloroh Mishy dalam dekapan Nathan.


"Biarkan saja, ini lah hukuman nya karena sudah berani bermain curang. Aku tak ingin terjebak lagi untuk kesekian kalinya. Aku sudah berpesan pada Heru untuk mengunci saja pintu gerbang karena aku dan papa tak akan pulang malam ini." Tutur Nathan tak peduli.


"Heru?" tanya Mishy heran, dia baru mendengar nama itu.


"Pekerja baru di rumah, kata papa baru ada dua minggu ini. Keponakan pak Jamal dari kampung, dulu bekerja di Malaysia sebagai buruh bangunan. Pulang dua bulan yang lalu ketika ibu nya meninggal, dan baru ikut bekerja di rumah dua minggu yang lalu." Papar Nathan sesuai yang dia ketahui dari sang mertua.


Mishy mengangguk-angguk paham, dia pernah melihat pemuda hitam manis di rumah sang paman ketika pernikahan Resy waktu itu. Dia pikir salah satu tamu undangan, karena terlihat rapi dengan hem batik dan celana kain. Terlalu tampan untuk ukuran seorang yang pernah bekerja sebagai buruh bangunan menurut nya. Pria itu terlihat sangat sopan dan penyayang. Dia tak sengaja melihat Heru menggendong seorang anak salah satu tamu waktu itu karena berebut ingin di gendong sang ayah.


Dan Heru langsung menawarkan diri untuk menggendong salah satu nya.


"Dia terlihat seperti pria yang baik, aku harap dia betah bekerja di bawah tekanan bibi Sela seperti pak Jamal." Tukas Mishy prihatin.


"Kau benar sayang, melihat wajah ibu dan anak itu rasanya lebih baik memutar langkah menuju jurang, dari pada berhadapan dengan keduanya. Sama-sama malapetaka." Balas Nathan terdengar menahan geram. Mishy tertawa renyah mendengar kalimat kesal sang kekasih.


🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹

__ADS_1


__ADS_2