Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Ayo Bermain


__ADS_3

“Tapi?” Debby dan yang lainnya serentak bertanya.


“Tapi aku harus membuat Debby sebagai jaminan untuk meminjam, jika aku tidak bisa membayar, maka Debby akan diambil oleh mereka untuk dijadikan pekerja untuk melayani para tamu mesum di sana, dan jika aku tidak bisa mengembalikan uang mereka dan jika Debby tidak mau, maka Lia yang akan menjadi target mereka” Anna tidak bisa menahan air matanya ketika mengatakan itu semua, dia merasa sudah menjadi sampah yang paling sampah di dunia ini.


“Tapi aku tidak tahu jika mereka akan memukuli Lia hingga seperti ini, dan aku yakin mereka tidak akan berhenti sampai di situ, aku yakin mereka akan mengincar keluarga ini satu per satu hingga aku mengembalikan uang mereka atau pun menjadikan Debby sebagai pekerja di sana” Anna menangis menyesal dan menutup wajahnya, dia tidak lagi sanggup untuk menampakkan wajahnya di depan keluarganya.


“Ibu, aku tidak menyangka kau bisa sebodoh itu hanya karena ingin hidup dalam kemewahan” Debby melihat Anna dengan tatapan yang penuh dengan kebencian, begitu pula dengan Retno, dari semua orang, dialah yang paling tidak percaya dengan apa yang dikatakan dengan Anna.


“Anna, teganya kau..!” Retno ingin menampar wajah Anna tapi dia hentikan karena dia sudah bersumpah tidak akan melakukan kekerasan apapun terhadap keluarganya, jadi dia hanya bisa diam dan berdiri untuk keluar dari ruangan itu.


“Maafkan aku” Anna masih terus menangis menyesal.


Desta tidak mengatakan apapun dan langsung bergegas keluar dari ruangan untuk menemui orang yang melakukan penganiayaan kepada Lia.


“Desta, apapun yang ingin kau lakukan, lakukanlah sampai tuntas..!” Debby berkata dengan nada yang sangat kesal dan berharap Desta bisa segera menyelesaikan masalah ini, lalu setelah itu dia akan berurusan dengan ibunya.


“Tenang saja, aku tahu yang akan kulakukan..!” jawab Desta dan segera pergi dari situ dan menuju alamat yang diberikan oleh Sebastian dengan menggunakan taksi.


“Uang harus diganti dengan uang, bukan dengan fisik, aku akan membuat mereka menyesal karena sudah menginginkan Debbyku untuk melayani tamu mesum” Desta sudah sangat panas dan siap untuk menghancurkan mereka semua.

__ADS_1


Tak berapa lama, Desta sudah tiba di alamat yang dimaksud, namun karena jalan untuk masuk ke dalam sangat sempit, akhirnya dia memutuskan untuk berjalan kaki hingga ke dalam.


Dia berjalan menelusuri gang sempit itu dan menemukan banyak rumah kontrakan yang kosong hingga akhirnya dia berhenti di depan sebuah rumah kontrakan kecil yang sesuai dengan lokasi tujuannya.


“Tok tok” Desta mengetuk pintu rumah.


“Krek” pintu itu terbuka dan melihat seorang anak perempuan kecil yang berumur sekitar 8 tahun yang menyapanya.


“Om cari siapa?” tanya anak itu.


“Ayahmu ada?” jawab Desta sambil merunduk dan mengusap kepalanya.


Tak lama ayah dari anak itu muncul dan benar saja, Desta mengenali wajah itu karena dia adalah pelaku pemukulan kepada Lia, wajahnya cocok dengan foto dan video rekaman yang dia terima.


“Kau Suwandi?” tanya Desta.


“Kau siapa?” Suwandi melihat Desta dari ujung kaki hingga ke ujung kepala dan menyuruh anaknya masuk ke dalam rumah.


“Namaku Desta, dan aku tunangannya Debby..!” jawab Desta dengan senyuman jahatnya.

__ADS_1


“Ah, Debby anaknya Anna? Apa kau ke sini untuk membayarkan hutangnya?” tanya Suwandi sambil tertawa kecil.


“Tidak, aku hanya ingin bermain denganmu..!” jawab Desta yang tetap tersenyum jahat.


“Pergilah, aku tidak ada wak...”


“Buk.. Buk..”


Desta tidak memberikan kesempatan untuknya menyelesaikan ucapannya, 2 pukulan keras ke arah wajah dan ulu hati pun mendarat dan membuatnya kesulitan bernafas.


Istri Suwandi berteriak meminta tolong tapi tidak ada satu orang pun yang datang menolong, sepertinya mereka juga tahu bahwa Suwandi pantas mendapatkannya.


“Kau diamlah, aku tidak suka kebisingan..!” ucap Desta sambil menggenggam kerah baju Suwandi.


“Adik kecil, om ingin bermain dengan ayahmu sebentar ya” Desta tersenyum ramah kepada anak kecil itu agar tidak menakutinya.


“Mmm..” anak itu menganggukkan kepalanya dan tersenyum kepada Desta.


“Kalau begitu ayo kita bermain sebentar..!” Desta menyeret Suwandi pergi dari rumah itu tanpa satu orang pun yang muncul untuk menghentikannya.

__ADS_1


__ADS_2