
“Haha, lucu sekali, kau masih saja membual..!” Brandon tertawa terbahak-bahak dan menganggap ucapan Desta barusan hanyalah sebuah lelucon.
“Hehe, iya mungkin aku hanya membual” ucap Desta, tadinya dia ingin langsung memberitahukan, namun setelah dipikirkan kembali, akhirnya Desta menundanya untuk nanti.
“Cih, benar-benar sampah..!” ujar Brandon dan dia akhirnya memutuskan untuk pergi dari ruang makan.
“Sialan, kau tidak akan lolos dari ini..!” teriak Cindy dan dia pun mengejar Brandon pergi.
Della hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua orang tersebut, sungguh mereka tidak tahu sedang berurusan dengan siapa.
“Tuan muda, aku harap Anda mengampuni kelakuan anakku, mulai hari ini aku akan melarangnya berhubungan dengan Brandon” ucap Sony dengan suara yang bergetar.
“Haha, tidak usah khawatir paman, aku tidak terlalu memikirkannya, sudahlah..!” Desta memang tidak terlalu memikirkan perbuatan mereka berdua, terlebih lagi karena Desta tahu bahwa Brandon sudah tidak punya apa-apa lagi dan dia masih belum mengetahuinya, hal itu juga yang membuatnya sangat tenang dan tidak mengambil tindakan apapun setelah disiram oleh Cindy dan dihina oleh Brandon.
__ADS_1
“Tapi tuan muda, aku sekarang sudah tidak punya muka di hadapan Anda..! Anakku benar-benar sudah membuat sebuah kesalahan fatal, setelah ini aku akan menghukum berat dia” ucap Sony.
“Paman, sudahlah..! Aku tidak mempermasalahkannya, lagi pula tujuanku ke sini kan untuk mengobrol denganmu paman, jadi, lupakan saja kejadian tadi..!” ucap Desta sambil menyeruput minuman dingin, dan mengelap wajahnya yang basah oleh siraman dari Cindy tadi.
“Tolong ambilkan baju untuk tuan muda Desta..!” ucap Sony kepada Della.
“Baik ayah” jawab Della dan dia pun segera berdiri lalu pergi ke lantai atas untuk mengambilkan pakaian ganti.
“Paman, aku ingin mengatakan sesuatu” ucap Desta.
“Aku dan paman Sebastian telah menyelidiki dalang yang menyuruh seseorang untuk mencelakaiku beberapa hari yang lalu, aku yakin paman Sony pasti sudah melihat bangkai sepeda motor yang habis terbakar di sebelah pos satpam saat di gedung pesta bukan?” ujar Desta.
“Ah, jadi itu milik tuan muda? Siapa yang berani berbuat seperti itu?” Sony sangat penasaran siapa yang berani mencari gara-gara dengan Desta, sepertinya mereka tidak mengetahui seberapa kuat latar belakang Desta.
__ADS_1
“Nanti paman juga akan tahu” sambung Desta sambil tersenyum kecil.
Sony yang melihat itu menjadi semakin penasaran, tapi dia tidak ingin menanyakannya lagi karena Desta sendiri sudah berkata demikian.
“Baiklah kalau begitu aku pamit dulu paman, terima kasih untuk perjamuannya, dan sampaikan juga terima kasihku untuk Della” ucap Desta, dan dia pun segera berjalan ke luar dengan pakaian yang basah kuyup.
“Tuan muda, setidaknya pakailah baju ini agar Anda tidak masuk angin” teriak Cindy yang mengejar ke pintu depan saat dia melihat Desta akan pergi.
“Hehe, terima kasih dan maaf sudah merepotkanmu..! Tapi aku tidak tahu kapan bisa mengembalikannya, jadi, aku rasa tidak usah saja” ucap Desta yang menolak pakaian kering yang sudah dibawakan oleh Della.
Della pun memasang wajah cemberut dan menggembungkan pipinya.
“Ya ampun, kenapa dia membuat ekspresi seperti itu?” gumam Desta yang terpesona untuk sesaat tapi langsung sadar karena dia ingat Debby.
__ADS_1
“Kalau begitu Paman, Della, aku pergi dulu..!” Desta tetap tidak memakai baju yang sudah diambilkan oleh Della dan dia pun segera pergi ke parkiran untuk menemui Jefrey yang sudah menunggunya.