
Herman hanya tertawa mendengar ucapan seperti itu, dia ingin tahu apa yang membuatnya berani mengatakan hal itu kepadanya, dia hanyalah mantan satpam dan kini seorang karyawan biasa.
"Lalu apa kau merasa dirimu pantas untuk Debby, kau hanya seorang gelandangan" tegas Herman dengan tatapan menghina.
"Oh, berarti kau mengatakan Debby seorang gelandangan juga? Kan aku bekerja di tempat yang sama dengannya" jawab Desta tersenyum kecil.
"Eh itu, aku.. Ah sudahlah, yang jelas kau adalah seorang gelandangan bagiku..!" Desta tertawa terbahak-bahak melihat tingkah laki-laki konyol ini.
"Kau bahkan tidak bisa membalas perkataanku, betapa bodohnya otakmu itu..!" Desta menunjuk kepala Herman.
"Kau..!" Herman kehabisan kata-kata dan hanya bisa menatap dengan penuh kebencian terhadap Desta.
"Oke, kalau kau merasa lebih baik dariku, aku ingin tahu kau punya apa hingga berani bilang aku tidak pantas untuk Debby?" tantang Herman.
"Ah tidak, aku tidak bisa dibandingkan denganmu yang seorang bos besar dan memiliki segalanya" jawab Desta santai dan menggelengkan kepalanya.
"Aku hanya ingin bilang, kau itu adalah sampah yang sebenarnya, dan aku adalah pacarnya Debby, jadi berhentilah bermimpi untuk mengejarnya..! Aku kasihan padamu" Desta kemudian berdiri dan berjalan kembali ke mejanya untuk menghabiskan sisa makanannya.
Amarah Herman menjadi meledak-ledak, dia memukul meja dan berteriak "Kau itu hanya seorang gelandangan, apa yang membuatmu begitu percaya diri, hah?" dan Herman membuat semua orang di dalam restoran itu melihat ke arahnya.
Karena sudah terlalu emosi, Herman tidak mempedulikan lagi semua orang yang menatapnya.
__ADS_1
"Bagus, dia masuk ke perangkapku..! Hehe, memang kalau orang bodoh mudah sekali terpancing" Desta bergumam sambil tersenyum kecil.
Dia memang sengaja memancing emosi Herman dan membuatnya mengamuk, dengan begitu dia bisa memukulnya dengan alasan membela diri, tidak akan membuatnya terlihat seburuk itu di hadapan Anna.
"Ah aku tiba-tiba terpikir ide yang lebih bagus" Desta merencanakan sesuatu yang agak jahat.
"Bagaimana kalau, aku lebih tampan darimu dan aku punya Debby, sedangkan kau hanya seorang bos keledai yang hanya bisa membuat seorang wanita menangis" ucapan Desta membuat Herman bertambah emosi karena Desta memanggilnya bos keledai, sedangkan Anna hanya bisa terdiam.
Desta melihat Robert yang hendak menghampiri untuk membantunya, namun dia mengisyaratkan agar tidak bertindak apapun sebelum dia berikan arahan.
"Aku hanya..." belum sempat Desta menyelesaikan omongannya, sebuah tinju melayang ke arah wajahnya.
Namun untuk menjalankan rencana yang agak jahatnya, dia berpura-pura terkena pukulan Herman dan menghantamkan wajahnya ke meja lalu menjatuhkan dirinya ke lantai.
"Herman, kau benar-benar sudah keterlaluan..! Kau memang sampah yang sebenarnya..!" teriak Debby yang sangat marah dan langsung menolong Desta.
Robert yang melihatnya akhirnya mengerti maksudnya, dan dia akan menunggu tanda dari Desta untuk beraksi.
"A-aku tidak, dia hanya..." Herman memang tidak merasa mengenai wajahnya Desta, dia akan menjelaskan yang sebenarnya kepada Debby tapi itu sudah tidak mungkin lagi.
Anna hanya bisa terdiam, dia tidak bisa membantu Herman karena dari sisi manapun, dialah yang bersalah karena sudah memukul Desta.
__ADS_1
Desta memberikan isyarat pada Robert dan akhirnya dia datang mendekati mereka.
"Apa yang terjadi?" Robert pura-pura tidak tahu.
"Orang itu, dia memukulku hanya karena aku mengatakan aku lebih tampan darinya..!" Robert tersenyum kecut saat mendengar ucapannya itu, ternyata Desta bisa membuat lelucon seperti itu.
Lalu Robert membantu Desta berdiri dan melihat ke arah Herman dan berkata, “Aku adalah manager di restoran ini, tolong tinggalkan tempat ini sekarang juga..! Aku tidak ingin kau membuat takut tamu-tamuku yang lain” Robert menatap tajam kepada Herman dan mengusirnya.
“Ternyata orang ini sangat pandai berakting” gumam Robert dalam hatinya.
“Baiklah, aku akan pergi dari sini, tapi aku tidak akan membayar tagihanku jika kau tidak mengusirnya juga” Herman menunjuk ke arah Desta dan berniat membuatnya diusir juga dengan mengancam tidak akan membayar tagihan makanannya.
“Tidak perlu kau bayar..! Aku yang akan menanggung tagihanmu” ucap Robert dan kemudian memanggil petugas keamanan untuk menyeretnya keluar.
“Hah..! Aku bisa berjalan sendiri, jangan sentuh aku dengan tangan kotor kalian” ucap Herman menghindari petugas keamanan yang akan menyeretnya.
“Kau... Aku akan mengingat ini” Herman menunjuk ke arah Desta dan segera pergi meninggalkan restoran dengan perasaan dendam.
“Hehe, terima kasih pak manager, kau datang disaat yang tepat” ucap Desta sambil tersenyum licik, dan Robert hanya mengangguk pelan lalu segera kembali ke belakang.
Rencana agak jahatnya berhasil dilakukannya tanpa membuat dirinya memukul Herman dan terlihat buruk di hadapan calon mertuanya.
__ADS_1