
Desta dan yang lainnya ikut bertepuk tangan.
“Para tamu undangan yang terhormat, silakan menikmati hidangan yang sudah kami sediakan” Sebastian mempersilakan para tamu untuk menyantap makanan.
Semua makanan yang ada di sana adalah makanan kelas atas yang tidak akan didapatkan di restoran-restoran murah.
“Wah, ini baru makanan berkelas” ucap Desta yang kemudian ikut mengantri di barisan.
Namun ketenangan Desta seketika terusik saat dia melihat kehadiran Denis yang sedang berjalan ke arah barisannya.
“Hei kau, mau apa kau di sini? Apakah kau juga ingin mendaftar di tahap kedua karena kau pasti tidak lolos di tahap pertama kan?” ucap Denis dengan nada yang sedikit bangga, dia mengira Desta mengatakan tes seleksinya sangat sulit karena dia tidak lolos tahap pertama, dan akan mengikuti tahap kedua nanti.
“Ah tidak, aku hanya kebetulan lewat di sini dan karena aku lapar, jadinya aku mampir saja sebentar untuk mencicipi makanan kelas atas di sini” ucap Desta yang menjawab sembarangan dengan santainya.
“Dasar tidak tahu malu, kau tidak sepertiku yang datang karena aku sudah menjadi bagian dari Heir Group, kau pasti terkejut kan?” Denis berkata dengan sombongnya.
“Hoo, selamat deh kalau begitu..! aku tidak mungkin bisa menjadi manager sepertimu” jawab Desta dengan nada tak acuh dan tetap mengambil makanan yang tersedia.
__ADS_1
“Cih, dasar orang yang tidak tahu malu, datang hanya untuk makan gratis” Denis kembali mengucapkan hal yang sama, tapi Desta tetap tidak mempedulikannya.
Akhirnya Denis pergi ke sisi lain untuk mengambil minuman dingin, dan Desta akhirnya bisa bernafas lega karena Denis tidak memaksakan keberuntungannya jika dia sampai memprovokasi Desta.
“Bos, apakah ada masalah?” Febrianto dan Debby datang menghampiri Desta setelah melihatnya seperti dimarahi oleh Denis.
“Ah tidak ada, aku hanya fokus dengan makanan yang ingin kuambil” jawab Desta santai.
“Feb, bagaimanapun situasinya aku ingin acara ini berjalan dengan tenang, jangan sampai ada keributan..! kau cukup melihat dan makan dengan santai saja..!” tegas Desta dan Febrianto merunduk mengiyakan ucapan Desta, lalu dia pergi berkeliling untuk mencicipi makanan yang ada.
Debby keheranan dengan sikap yang diberikan Febrianto kepada Desta, dan mengapa dia memanggil Desta dengan sebutan bos.
Desta menarik nafas panjang dan ingin menceritakan semuanya kepada Debby, bagaimanapun Debby akan menjadi istrinya, dia tidak boleh menyembunyikan apapun darinya.
“Dia adalah pengawalku yang kuangkat setelah pasukan yang dikirimkan Herman untuk menyerang Gloria aku jatuhkan” jawab Desta.
“Hah? Gloria pernah diserang? Kenapa aku tidak mengetahui kabar ini?” tanya Debby penasaran.
__ADS_1
“Ya mungkin karena memang tidak sempat terjadi apapun pada gedungnya, jadi aku anggap tidak terjadi apapun, walaupun beberapa satpam menjadi korban pemukulan, tapi mereka tidak mengalami cedera parah kok” jawab Desta menjelaskan kejadian yang sebenarnya.
“Tapi kenapa kau mengangkatnya sebagai pengawal? Apakah kau benar-benar membutuhkan perlindungannya?” Debby tahu Desta pandai berkelahi, jadi dia berpikir bahwa Desta tidak akan membutuhkan pengawal.
“Ya, setelah aku pikir, aku memang membutuhkan seorang pengawal yang tangguh” jawab Desta.
“Ya sudah, aku percaya semua yang kau lakukan adalah keputusan yang menurutmu terbaik untuk ke depannya” ucap Debby yang mempercayakan semuanya kepada Desta.
“Tenang saja, aku bisa dipercaya kok” ucap Desta sambil menepuk dadanya, lalu Debby kembali berkeliling untuk mengambil hidangan yang lainnya.
Desta sudah selesai mengantri dan akan menikmati hidangan yang diambilnya, dia pun kembali ke tempat duduk yang sebelumnya untuk menyantapnya dengan tenang.
“Wah, makanan ini tidak kalah dari masakan di d’Coins” ucap Desta saat menyantap daging lobster yang dimasak dengan saus pedas manis yang sangat menggugah selera.
Desta memperlambat tempo mengunyah makanannya karena melihat Denis yang mendatangi Sebastian dengan senyuman yang dipaksakan.
“Ah, paling-paling dia hanya akan berusaha menjilat paman Sebastian dan membuatnya merasa dekat dengan paman” Desta menduga hal itu karena Denis memang terlihat seperti itu dimatanya.
__ADS_1
Dia melihat Denis dan Sebastian berbincang dan tertawa, entah apa yang mereka bicarakan, paling-paling hanya hal umum dan menyanjung kehebatan Sebastian saja menurutnya.