
Setelah dia tiba di gerbang depan perumahan kontrakan Debby, Desta memberitahu bahwa dia akan menunggu di sana, lalu dia melihat keluarganya Debby sedang masuk ke dalam sebuah bus kecil, sepertinya mereka akan kembali ke Malang, pikir Desta.
Tak lama kemudian, Debby pun menghampiri taksi yang ditumpangi Desta, dan mereka bergegas untuk pergi karena sekarang sudah jam setengah 5 sore, dan benar saja, hujan pun membasahi kota itu dengan sangat lebatnya.
“Untung kita naik taksi” ucap Debby.
“Mmm..” Desta menganggukkan kepalanya mengiyakan omongan Debby.
“Aku penasaran akan jadi seperti apa pesta itu nantinya” ujar Desta yang terlihat tidak bersemangat.
“Hei ayolah, tidak mungkin seburuk itu” Debby mencubit pipi Desta untuk membuatnya kembali bersemangat.
“Haha, kau memang sangat bisa membuatku lupa dengan kecemasanku..! Baiklah kita lihat saja nanti” ucap Desta merespon tindakan Debby.
Pukul 6 lebih 5 menit dan mereka pun tiba di gedung pesta, beruntung gedung itu memiliki lobby yang beratap, sehingga para tamu tidak akan kehujanan.
Mereka pun masuk ke dalam gedung dan segera melihat dekorasi yang bertuliskan “Selamat datang para alumni SMP Negeri 69 Kota Palembang di acara reuni akbar angkatan tahun 2004”.
__ADS_1
“Wah, aku kira kau tidak akan datang..!” itu adalah Gibran, Debby dan Desta hanya tertawa kecil melihat kedatangannya.
“Bontet, semangat ya..!” Debby meninggalkan Desta dengan alasan untuk mengambil minuman dingin.
“Tega sekali kau Deb” Desta menangis dalam hatinya karena harus menghadapi Gibran sendirian, dia melihat Debby dari kejauhan sedang memberinya semangat.
“Wah wah, bukankah ini Desta si culun?” ucap seorang pria paruh baya yang terlihat sangat berkelas dengan dandanannya yang serba mewah.
Itu adalah Anton, teman satu kelasnya yang suka membully dan juga salah satu orang yang menyukai Debby.
Sementara Anton mengalihkan perhatian Gibran, Desta pelan-pelan mundur dan menghilang dari pandangan mereka berdua.
“Huh, terima kasih Anton, jasamu tidak akan pernah aku lupakan..!” ucap Desta dalam hati.
Desta langsung menuju Debby yang sedang mengambil minuman dingin.
“Deb, aku rasa pesta ini tidak buruk juga” Desta perlahan-lahan mulai merubah pandangannya tentang reuni, karena sejauh ini dia tidak melihat satupun teman-temannya yang memamerkan kekayaannya, mungkin karena yang datang baru 20 orang dari total 45 orang.
__ADS_1
“Tapi kita lihat saja sampai pesta ini selesai” meskipun begitu, Desta tidak ingin sepenuhnya mempercayai bahwa reuni kali ini bukanlah seperti pesta reuni lainnya.
Waktu sudah menunjukkan jam 7 malam dan akhirnya orang yang ditunggu-tunggu sudah sampai.
Dia yang mengadakan pesta ini dan juga yang membayar semua biaya agar pesta ini bisa diadakan, dia adalah Gilang.
Seingat Desta, Gilang adalah anak orang kaya yang memiliki sifat buruk seperti orang kaya pada umumnya, dia sangat suka memamerkan harta kekayaannya dan hanya ingin bergaul dengan golongan orang kaya saja.
Namun dengan diadakannya pesta reuni ini dan dia yang menjadi bintang utamanya, desta merasa mungkin saja dia sudah sedikit berubah, karena yang diundang pasti tidak semuanya golongan orang kaya.
Apalagi dari dulu Gilang menganggap Desta orang yang sangat miskin karena berangkat dan pulang sekolah dijemput hanya menggunakan sepeda onthel, sedangkan dia selalu menggunakan mobil mewah.
Hal itu membuat Desta mempercayai asumsinya itu, bahwa Gilang mungkin sudah sedikit berubah.
Semua orang berdiri dan menyambut kedatangan Gilang dengan meriah hingga ada yang berteriak, “Gilang, menikahlah denganku..!”, namun Gilang hanya tersenyum kecil dan terus berjalan menuju meja utama.
“Semuanya, terima kasih sudah menghadiri pesta reuni ini..! Aku tidak bisa mengungkapkan betapa senangnya aku melihat kalian semua setelah bertahun-tahun tidak berjumpa, untuk itu mari kita bersulang dengan harapan ke depannya akan menjadi baik lagi dan dapat mempererat hubungan kita semua” Gilang mengucapkan pidato yang sangat bagus hingga semua orang termasuk Desta dan Debby mengangkat gelas minumnya untuk bersulang.
__ADS_1