
Setelah 20 pukulan telak mengenai wajah, pria kekar itu pun tumbang dengan wajah yang memar yang diakhiri dengan tendangan yang membuatnya terlempar sejauh 2 meter dan terbaring tak berdaya dan kedua tangan yang patah.
Semua orang menjadi ketakutan melihat keganasan Desta saat menghadapi pria itu, tak sedikitpun dia memberi kesempatan untuk membalas.
“Ah, kau sudah tumbang? Padahal aku baru saja ingin pemanasan” ucap Desta dan kembali bersikap biasa.
Tak lama kemudian ada suara teriakan dari arah belakang Desta.
“Brandon..!” itu adalah Cindy yang segera menghampiri Brandon yang tengah terbaring di lantai.
“Siapa yang melakukannya?” teriak Cindy yang menangis melihat keadaan pacarnya.
Dan semua orang pun menunjuk ke arah Desta yang sedang duduk santai dan menyantap sisa seafoodnya tadi.
“Kau..! Kau orang yang membawa motor di parkiran tadi, atas dasar apa kau melakukan ini pada Brandon?” tanya Cindy dengan nada yang sangat kesal.
“Kau tanyakan saja pada pacarmu itu..! Entah apa yang ada di pikirannya tiba-tiba menjatuhkan piringku, padahal aku kan sedang makan, dan lagi aku tidak kenal dengannya” jawab Desta dengan mulut penuh.
“Mana mungkin..! Satpam..!” teriak Cindy yang sudah terlanjur kesal, ingin menyuruh satpam yang sudah tiba bersamanya tadi untuk membekuk Desta.
“Haduh, inilah kenapa aku juga tidak suka dengan wanita yang pikirannya dangkal sepertimu, apa kau pikir satpam yang seperti itu bisa membekukku?” ucap Desta sambil menunjuk ke arah pengawal Brandon yang dia tumbangkan tadi.
Satpam itu pun jadi ragu untuk menjalankan perintah Cindy, pengawal yang begitu kekar saja bisa dikalahkan seperti itu, apa lagi dia yang hanya satpam dengan perut buncitnya.
“Apa yang kau tunggu? Cepat tangkap dan hukum dia..!” teriak Cindy kepada satpam tersebut.
“Baik nona” dengan ragu-ragu satpam itu menjawab dan berjalan perlahan mendekati Desta.
“Kau mau coba?” tanya Desta dengan tatapan tajam ke arah satpam itu dan membuatnya terdiam kaku tak bergerak satu langkah pun.
“Sialan, perasaan apa ini? Rasanya seperti sedang melihat ke arah iblis, aura yang dimilikinya sama sekali tidak biasa” gumam satpam itu dan akhirnya dia tetap memaksakan untuk melangkah mendekati desta.
Tak lama kemudian, terdengar lagi suara teriakan seorang wanita yang menghentikan keributan tersebut.
__ADS_1
“Kak Della, orang kurang ajar ini sudah memukuli Brandon sampai seperti ini, lihatlah..!” teriak Cindy mengadu kepada Della yang berjalan dari arah ruang VIP.
Della melihat Brandon yang masih terbaring tak berdaya di pangkuan Cindy, lalu dia melihat ke arah Desta yang sedang asyik makan seafood lalu dia pun tersenyum geli.
Dia memang sudah paham sifat Brandon yang sangat suka meremehkan orang lain yang dia pikir lebih hina darinya, dan dia pun yakin suatu saat Brandon akan menerima akibatnya yang ternyata hari ini adalah waktunya.
“Kak Della, cepat lapor pada ayah agar si bajingan tidak tahu diri ini segera dibereskan” teriak Cindy sambil menunjuk ke arah Desta.
“Hoo, aku ingin tahu apakah ayah kalian berani melakukan itu padaku” ucap desta dengan suara yang keras.
Sontak semua orang terkejut mendengarnya, memangnya apa latar belakang Desta hingga berani berkata seperti itu kepada Sony si orang terkaya nomor 2 di Jakarta dan juga orang yang terhormat.
“Wah, jangan-jangan dia pemilik dari Heir Group yang sudah menjadi perusahaan terbesar nomor 1 di Jakarta”
“Jika dia memang pemiliknya, otomatis dia menjadi orang terkaya nomor 1 di Jakarta, jadi mungkin itu yang membuatnya begitu sombong”
“Tapi, mana mungkin orang sekaya itu berpenampilan seperti itu, coba saja lihat bajunya yang murahan itu..! Paling-paling juga tidak lebih dari 5 juta saja”
Semua orang pun mulai bergosip sampai mencemooh Desta dengan penampilan yang sederhananya itu, dan keributan itu pun memenuhi seluruh aula utama dan menjadi seperti pasar yang sangat ramai.
“Haduh, bocah ini tidak tahu sedang berurusan dengan siapa” Della yang sudah tahu identitas Desta yang sebenarnya dari Sony, hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku adiknya yang seperti itu.
“Mmm, silakan saja” ucap Desta tanpa menoleh sedikitpun dan tetap melanjutkan makannya.
Bukannya ikut marah, Della malah benar-benar mengagumi sikap Desta yang begitu tenang dan dia menganggapnya sangat tampan dan kuat karena bisa melumpuhkan pengawal Brandon yang dia pikir sangat mengerikan itu, terlebih lagi kasta yang dimiliki Desta berada jauh di atas keluarganya.
“Siapa pun yang mengetahuinya pasti akan segera tergila-gila padanya” gumam Della dalam hati dan dengan tidak sadar wajahnya sudah memerah saat melihat Desta.
Tak beberapa lama kemudian, suara Sony yang dikenali oleh semua orang pun terdengar dan sontak semuanya menoleh ke arahnya.
Sony menengok ke arah Desta yang sedang makan di stand seafood dan membelakanginya, jadi, dia tidak tahu bahwa itu adalah desta, lalu dia berjalan ke arah Cindy yang sedang memangku Brandon yang masih terbaring di lantai.
“Ayah, orang tidak beradab itu yang sudah melakukan ini semua” ucap Cindy sambil menunjuk ke arah Desta.
__ADS_1
“Aku ingin ayah memberinya pelajaran agar dia tidak bisa bertindak seenaknya” sambung Cindy, dan Della pun hanya diam untuk mengamati situasi yang sepertinya akan sangat menarik ini.
“Haha, kau tadi berlagak begitu sombong bukan? Sekarang tuan Sony sudah datang dan kau bahkan tidak berani menoleh ke arah tuan Sony” teriak salah seorang tamu yang geram melihat tingkah Desta yang menurutnya sangat arogan.
“Bocah, mana bualanmu yang tadi kau banggakan hah?” sambung tamu tersebut.
“Haha, kali ini pasti kau akan tamat” gumam Brandon yang sudah mulai tersadar saat mendengar suara Sony tapi dia masih berpura-pura tidak berdaya.
“Hmm, aku ingin tahu siapa yang sudah berani mengacau di pestaku” ucap Sony yang meninggikan suaranya dan bersiap untuk menghajar Desta.
Namun saat Sony sudah berada dekat dengan Desta, dia menghentikan langkahnya dan menelan ludahnya dengan tatapan yang ketakutan.
“Hoo, jadi paman Sony juga ingin memberikanku pelajaran?” suara yang dikeluarkan dari mulut Desta membuat Sony tidak bisa mengatakan apapun.
Namun Desta tidak bergeming sedikitpun dan tetap melanjutkan makannya yang sedikit lagi habis.
“Ayah, kenapa kau diam saja? Cepat beri dia pelajaran demi anakmu ini” teriak Cindy, tapi ucapannya sama sekali tidak didengarkan oleh ayahnya.
Sony hanya berdiri mematung dan terlihat sangat ketakutan seperti sedang mendengar suara bisikan hantu di telinganya.
“Tu-tuan muda” ucap Sony pelan untuk memastikan bahwa itu benar-benar Desta.
“Yo, apa kabar paman?” Desta akhirnya selesai makan dan berbalik melihat ke arah Sony.
Yang terjadi berikutnya benar-benar membuat semua orang geger dan tidak bisa berkata apapun.
“Tu-tuan Sony? apa yang terjadi?”
“Siapa pemuda itu?”
“Tuan Sony..”
“Tuan Sony merundukkan kepalanya dan memberi hormat kepada pemuda itu? Apa yang terjadi di sini?”
__ADS_1
Semua orang benar-benar dibuat pusing memikirkan dan menerka-nerka apa dan siapa Desta sebenarnya,
“Tuan muda, tolong maafkan kelancangan anak-anakku, mereka masih polos dan tidak tahu apapun” ucap Sony yang masih tertunduk ketakutan.