Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Kisah Nina


__ADS_3

“Dia sedang berada di luar, tapi katanya sebentar lagi akan pulang, apakah kau mau menunggunya?” ucap wanita itu tanpa menaruh rasa curiga sedikitpun kepada Desta.


“Boleh, aku akan menunggunya kalau begitu” jawab Desta dengan senyuman kecil.


“Kalau begitu silakan masuk, aku akan membuatkanmu minuman dulu” jawab wanita itu.


“Mmm, terima kasih, maaf sudah merepotkan” ucap Desta, lalu dia segera masuk dan duduk di sofa panjang di ruang tamu.


“Hmm, kakaknya tidak terlihat jahat, atau jangan-jangan dia tidak mengetahui yang sudah dikerjakan oleh Boris?” gumam Desta dalam hati dan tak lama kemudian wanita itu kembali dengan membawa cangkir yang berisi teh hangat dan disuguhkan kepada Desta.


“Silakan diminum” ucapnya.


“Terima kasih...” Desta terhenti karena tidak mengetahui nama kakaknya Boris karena dia tidak terfokus kepadanya.


“Nina, namaku Nina” ucap wanita itu sambil tersenyum kecil.


“Mmm, terima kasih kak Nina” ucap Desta dan mereka pun mengobrol seperti seorang teman dekat.

__ADS_1


Desta mengetahui kondisi Nina yang cacat seperti itu disebabkan oleh sebuah pukulan dengan pipa baja oleh salah satu suruhan orang yang bernama Sudrajat yang mana sudah berurusan dengan Boris karena keterikatan hutang yang saat itu dia tidak mampu bayarkan.


Boris meminjam uang kepada kepala Sudrajat sebesar 100 juta rupiah untuk operasi Nina saat itu karena memang kedua orang tuanya sudah tiada dan dia harus menjadi tulang punggung keluarganya dengan bekerja serabutan sebagai kuli bangunan.


Namun karena Sudrajat ini adalah seorang rentenir, pinjaman yang seharusnya 100 juta rupiah, berbunga hingga menjadi 250 juta rupiah.


Boris tidak mampu membayarnya kembali dan pinjamanannya pun sudah melewati batas waktu yang diberikan oleh Sudrajat, maka kaki Nina pun dipatahkan oleh orang suruhan Sudrajat sebagai peringatan, tapi Sudrajat memberikannya pilihan agar bisa melunasi hutangnya.


Sejak saat itu Boris bekerja menjadi bawahan Sudrajat untuk membayarkan hutangnya, karena dinilai mampu dan sangat presisi, Boris pun menjadi penagih hutang yang andal dan tidak pernah gagal dalam setiap pekerjaannya.


Namun, Sudrajat tidak ingin melepaskan Boris dengan cara menambahkan jumlah bunga hutang yang dipinjam Boris hingga menjadi 1 miliar rupiah dan mengancam untuk membunuh Nina jika dia tidak menurut.


Tentu saja Boris tidak terima dengan perlakuan Sudrajat kepadanya, dia pun akhirnya merencanakan pembunuhan terhadap Sudrajat waktu itu, tapi walaupun Nina mengetahui niat dan alasannya, dia masih tetap ingin menghentikan Boris.


Boris tidak mau mendengarkan Nina, karena dia benar-benar sudah muak untuk menyakiti orang lain, tapi karena Sudrajat sudah sangat keterlaluan, dia pun tidak bisa memaafkannya.


Sehari sebelum Boris melancarkan rencananya, dia berpesan kepada Nina untuk bersembunyi di rumah yang sekarang mereka tempati ini, karena sebelumnya mereka masih tinggal di sebuah rumah kecil sebelum akhirnya Boris membeli rumah yang sekarang ini dan itu juga secara diam-diam agar tidak dapat dilacak oleh Sudrajat dan komplotannya.

__ADS_1


Nina tidak lagi bisa menghentikan Boris yang sudah membulatkan tekadnya dan dia hanya bisa berdoa atas keselamatan Boris.


Setelah seminggu tidak pulang ataupun memberi kabar, Boris pun akhirnya pulang dengan luka sayatan di dekat matanya dan terlihat sangat sehat.


“Sejak saat itu aku tahu bahwa Boris sudah menyelesaikan urusannya dengan Sudrajat dan kami sudah hidup dengan tenang sampai saat ini, kurang lebih sudah lebih dari 3 tahun sejak kejadian itu” ucap Nina yang mengakhiri ceritanya.


“Hmm, syukurlah jika memang sudah terselesaikan” ucap Desta sambil memegang dagunya yang memahami keadaan Boris saat ini yang berbeda dengan cerita Nina yang mengatakan bahwa dia tidak ingin menyakiti orang lain lagi.


“Tapi nyatanya dia malah ingin membunuhku” gumam Desta yang mengutuk dalam hati.


Tak lama kemudian terdengar suara langkah dari luar rumah dan suara seorang pria yang memanggil Nina “Kak aku sudah pu..” pria itu terhenti setelah melihat Desta yang duduk di sofa dekat dengan tempat duduk Nina.


“Ah Boris, kau sudah pulang, ini ada temanmu yang sudah dari tadi menunggumu..!” ucap Nina sambil tersenyum kepada Boris.


“Kau..!” ucap Boris yang melihat Desta dengan tatapan kebingungan.


“Hei bro..!” ucap Desta degan senyuman jahat kepada Boris.

__ADS_1


__ADS_2