
“Huh, mungkin memang aku tidak cocok menjadi guru” ucap Desta saat masuk ke dalam mobil miliknya.
“Ya sudahlah, mungkin aku memang lebih cocok menjadi penjaga keamanan, haha” Desta segera menyalakan mesin kendaraannya dan meraih ponsel dari dalam saku celananya untuk menghubungi Andre.
“Bro, sudah lama sekali rasanya aku tidak mendengar kabarmu..! Kau baik-baik saja, ‘kan?” tanya Andre saat telepon tersambung.
“Mmm, aku baik-baik saja..! Dengar, ada yang ingin aku tanyakan padamu..!” nada bicara Desta tiba-tiba berubah serius.
"Ada apa?" nada bicara Andre pun ikut serius.
"Apakah aku ini memang hanya cocok menjadi satpam?" ucap Desta.
"Hah? Kenapa kau bertanya seperti itu?" Andre menaikkan alisnya sebelah kanan.
"Ah tidak ada, lupakan saja..!" ucap Desta lalu mematikan teleponnya.
"Sudahlah, aku cari pekerjaan lain saja, nanti juga pasti aku dapat yang cocok untukku" lalu Desta pun pergi meninggalkan sekolah menuju taman kota yang berada tidak jauh dari kantor walikota Jakarta, dia ingin menyegarkan pikirannya setelah beberapa kejadian yang dilewatinya.
Setelah sampai dan memarkirkan mobilnya, Desta berjalan menuju sebuah kursi taman dan duduk di untuk melihat ke sekelilingnya.
__ADS_1
“Huh, sepertinya ini adalah taman untuk pasangan” Desta melihat kebanyakan dari orang yang berkunjung ke taman ini adalah pasangan kekasih ataupun suami istri.
Meskipun begitu, Desta hanya bisa tersenyum karena suatu hari nanti dia akan mengajak Debby ke sini sebagai pasangan seperti orang-orang di situ.
Tak lama kemudian, ketenangan Desta pun terusik oleh sekelompok orang yang kira-kira berjumlah 5 orang tiba-tiba berdiri di hadapannya dengan memegang pipa baja setiap orangnya sambil memukul-mukulkan pipa tersebut ke tangan.
“Haduh, masalah ini seperti tidak ada habisnya” Desta mengutuk dalam hatinya, dia sangat kesal karena dia sudah dengan susah payah untuk menghibur suasana hatinya, tapi gerombolan orang yang terlihat kesal dengan Desta itu malah datang untuk merusaknya.
“Mau apa?” tanya Desta dengan ekspresi yang datar.
“Kau Desta?” salah seorang dari mereka maju dan bertanya kepada Desta.
“Tidak perlu tahu siapa kami..! Hari ini kau akan menjadi cacat..!” teriak pria yang bertanya tadi, lalu dia langsung mengayunkan pipa baja tersebut ke arah Desta.
Dengan cepat Desta menghindarinya dan berdiri dari kursi taman tersebut.
“Buk.. Buk..” 2 pukulan telak mengenai ulu hati dan wajah pria tersebut hingga membuatnya terjatuh dan pipa yang dipegangnya tadipun diambil oleh Desta.
Keempat orang lainnya terkejut dengan serangan tersebut, mereka tidak menyangka pria yang termasuk salah satu anggota terkuat di kelompok yang berisi 5 orang tersebut harus kalah hanya dengan 2 kali pukulan saja.
__ADS_1
Sebenarnya pukulan tersebut tidaklah asal pukul saja, Desta selalu mengincar ulu hati lawannya untuk melumpuhkan dan menguasai keadaan saat lawannya sibuk dengan nafasnya.
“Ka-kau..! Kurang ajar..!” 4 orang sisanya memukul Desta dengan kemarahan yang luar biasa.
Mereka mengayunkan pipa baja yang dipegangnya secara membabi buta dan merusak fasilitas taman tersebut.
Banyak orang yang melihatnya tidak berani untuk membantu Desta yang mereka anggap sedang terpojok karena kalah jumlah dan akhirnya mereka pun hanya bisa menonton dari jarak yang aman.
“Kenapa? Kalian sudah berempat tapi tidak ada satupun yang bisa mengenaiku dan kalian bilang apa tadi? Ingin mematahkan apa dariku?” Desta terus menghindar dengan mudah setiap ayunan pipa baja yang melayang kepadanya sambil terus menerus memprovokasi mereka.
“Diam kau..! Kau sendiri hanya bisa menghindar, apakah bos benar-benar takut dengan pengecut sepertimu?” teriak salah satu dari tukang pukul tersebut.
“Haha, kalau aku ini pengecut, berarti kalian pecundang dong? Buktinya, salah satu dari kalian sudah tidak bisa berdiri karena kesulitan bernafas, dan kalian sendiri bagaimana? Memukul seorang pengecut sepertiku saja tidak bisa dan kalian masih mengatakan ingin mematahkan kaki dan tanganku?” Desta terus memprovokasi mereka agar semakin marah, dia tahu jika seseorang tidak bisa tenang dalam situasi apapun, hanya kematian yang menunggunya.
“Bajingan..!” dan benar saja, keempat orang tersebut langsung terpancing emosinya dan semakin mengayunkan senjata di tangan mereka dengan semakin liar.
Ada beberapa orang yang merasa kasihan dengan Desta dan akhirnya memutuskan untuk menolongnya, tapi malah terkena pukulan dari keempat orang tersebut yang menyebabkan orang tersebut pingsan karena luka di kepalanya.
Melihat hal itu, Desta langsung mengubah niatnya dan menggenggam pipa baja yang ada di tangannya dengan kuat, dia langsung menyerang keempat orang tersebut dalam satu serangan agar mereka tidak sampai melukai orang yang tidak sengaja membantunya.
__ADS_1
“Huh, ternyata kalian sangat lemah” Desta menepuk-nepuk telapak tangannya dan melihat ke arah orang yang dipukul oleh preman tadi.