
Jam berlalu dengan cepat, tak terasa malam pun hampir tiba dan waktu sudah menunjukkan jam 5.30 sore.
Desta sudah berada di jalan menuju kediaman keluarga Sony untuk acara makan malamnya.
“Aku yakin Brandon akan datang di acara malam ini” ucap Desta kepada Jefrey.
Dia mengajak Jefrey untuk bergantian menyetir ketika pulang nanti, karena acaranya kali ini malam hari, dia hanya ingin berjaga-jaga agar bisa beristirahat selama perjalanan pulang nanti.
“Jika memang dia datang, apa yang akan tuan muda lakukan?” tanya Jefrey.
“Tidak ada, aku hanya akan mengabaikannya jika dia mulai berbicara yang aneh-aneh, karena belum waktunya aku memberitahukan tentang kebangkrutan dia” ucap Desta sambil tersenyum licik.
“Haha, aku sangat kasihan dengan bocah itu..! Bagaimana dia bisa sampai berani menyinggung tuan muda, bahkan hampir mencelakai Anda? Sungguh tidak sayang nyawa..!” ucap Jefrey sambil mendengus dingin.
__ADS_1
“Entahlah, mungkin karena dia pikir menjadi seorang bos di perusahaan kecil dan pacar anak dari seorang pengusaha terkaya nomor 2 di Jakarta sudah membuatnya merasa begitu besar kepala” jawab Desta sambil menaikkan bahunya.
“Haha, dasar bocah bodoh..!” ucap Jefrey dan mereka membahas segala hal selain acara malam ini disepanjang perjalanan agar tidak mengantuk, karena kediaman Sony terbilang jauh dari apartemen Desta.
2 jam an kemudian, mereka pun tiba di sebuah rumah besar dengan pagar yang terbuka dengan otomatis, sebuah pos satpam, dan taman yang luas.
“Wah, rumah ini besar juga..! Suatu hal yang sudah seharusnya dari orang terkaya nomor 2 di Jakarta..!” ucap Jefrey dengan tatapan kagum yang luar biasa.
Karena waktu sudah menunjukkan jam 7 lebih 56 menit, Jefrey mempercepat laju mobilnya untuk menurunkan Desta di depan lobby rumah Sony, dan Desta pun bergegas turun lalu masuk ke dalam rumah setelah disambut oleh 2 pengawal rumah Sony.
“Tuan muda, aku merasa terhormat sudah dikunjungi oleh Anda” ucap Sony yang langsung menghampiri Desta setelah dia masuk ke dalam ruang makan keluarga yang sangat besar.
Sudah terdapat beberapa orang yang duduk, Brandon, Cindy, Della, dan juga istrinya Sony.
__ADS_1
Brandon dan Cindy menatap Desta dengan tatapan kebencian, mereka tidak menyapa ataupun memberikan senyum kepadanya.
“Hehe, sepertinya mereka sangat kesal” gumam Desta dalam hati.
“Paman, aku kan sudah minta agar tidak menyambutku berlebihan seperti ini” ucap Desta dengan suara yang sedikit dikencangkan.
“Ya ayah, untuk apa kau menyambut orang seperti itu?” teriak Cindy, dan Sony pun langsung berbalik melihat ke arah Cindy dengan tatapan kesal dan berniat untuk memarahinya tapi ditahan oleh Desta.
“Sudahlah paman, aku paham kenapa dia bersikap seperti itu padaku” ucap Desta sambil tersenyum kecil lalu melihat ke arah Cindy.
“Cindy bukan? Dan kau Brandon? Mana temanmu yang satu lagi? Tidak kau ajak juga ke sini?” tanya Desta.
Namun Brandon menjawabnya dengan sinis dan ketus “Huh, bukan urusanmu..!” ujar Brandon.
__ADS_1
Sony benar-benar kesal dengan kelakuan Cindy dan Brandon kepada Desta, dia tidak berani melihat ke mata Desta karena takut jika Desta akan sangat marah.
“Haha, ya sudah kalau begitu tidak usah berlama-lama, ayo segera makan saja karena aku sudah sangat lapar” ucap Desta santai.