
“Haduh, orang-orang ini pasti dari kalangan elite semua, jadi saat melihat penampilan seseorang yang biasa saja langsung mereka hujat, aku jadi kasihan dengan pemikiran mereka” gumam Desta sambil menepuk dahinya.
“Oke, ini aku bayar dengan kartu ATM, genapkan saja menjadi 7 miliar untuk bonus para juru masak yang sudah bekerja keras untuk melayani kami tadi..!” ucap Desta dengan santai.
Tentu saja semua orang kembali mencibirnya.
“Sombong sekali dia, sepertinya baru saja mengenal uang banyak ya?”
“Huh, kalau hanya 7 miliar sih aku juga bisa membayarnya”
Semua orang terus mencibirnya, dan itu membuat Desta semakin ingin cepat-cepat meninggalkan restoran itu.
“Haduh, restoran bagus tapi pengunjungnya para elite yang tidak bisa menjaga sikap” gumam Desta yang menggelengkan kepalanya.
“Terima kasih tuan, pembayaran Anda sudah kami terima dan ini tanda terimanya” ucap pelayan yang tadi dengan menyerahkan selembar kertas bukti pembayaran Desta.
__ADS_1
“Mmm, kalau begitu aku akan segera pergi dari sini, terlalu banyak emak-emak rumpi di sini” ucap Desta pelan di telinga pelayan tersebut.
“Robert, aku akan pergi sekarang, terima kasih atas pelayanan kalian, restoran ini memang yang terbaik di kota ini..!” teriak Desta dan semua juru masak termasuk Robert sendiri merasa senang karena dikatakan seperti itu.
Tidak seperti para tamu yang lain yang mendengarnya, mereka sibuk mencibir Desta hanya karena penampilan yang tidak sama dengan mereka yang terlihat mewah dan anggun.
Akhirnya Desta meninggalkan restoran itu dan berencana untuk membeli sesuatu sebelum kembali ke rumah sakit.
“Hmm, bagusnya aku beli apa ya?” gumam Desta sambil mengitari pasar oleh-oleh dan camilan tradisional.
“Ada yang bisa aku bantu tuan?” ucap pemilik toko yang menghampiri Desta.
“Aku sedang mencari barang-barang antik peninggalan kerajaan majapahit, apakah di sini menjual barang seperti itu?” jawab Desta yang menjelaskan niatnya.
“Wah, kebetulan tinggal 2 barang yang tersisa, perisai dan tombak ini saja tuan, 2 barang ini sudah cukup langka di komunitas pemburu barang peninggalan kerajaan majapahit” ucap pemilik toko.
__ADS_1
“Hmm, tombak dan perisai ya? Sepertinya kurang menarik bagiku, kalau begitu apakah ada sesuatu yang bisa menarik perhatianku selain kedua barang itu paman?” tanya Desta penasaran karena dia melihat sepertinya ini adalah toko barang antik terbesar di sekitaran sini, jadi menurutnya paling tidak pasti ada satu atau dua barang yang bisa menarik perhatiannya.
“Ah untuk hal itu, bagaimana jika guci dan batu giok peninggalan dinasti song, kedua barang ini juga termasuk barang langka yang populer dan cukup terjangkau harganya..! Oh iya, perkenalkan namaku Benny, boleh aku tahu nama Anda siapa?” ucap pemilik toko memperkenalkan dirinya.
“Oh, namaku Desta, senang berkenalan denganmu paman” jawab Desta.
“Baiklah, kalau begitu apakah Anda tertarik dengan kedua barang ini tuan?” tanya Benny.
“Aku sih sebenarnya hanya ingin mencari peninggalan kerajaan majapahit, tapi mungkin aku akan tertarik jika mengetahui sejarah dinasti song sebelumnya” ucap Desta yang mulai tertarik dengan kedua barang itu, karena gucinya memang terlihat sangat tua dan unik, belum lagi batu giok yang diukir sangat indah dengan warna hijau yang cerah.
“Boleh aku tahu harga untuk kedua barang ini berapa paman?” tanya Desta.
“Untuk guci harganya 12 juta, dan untuk batu giok harganya 8 juta, jadi, total keduanya jadi 20 juta saja tuan, aku memang ingin menjual barang ini terlebih dahulu karena mereka sudah di sini lebih dari 4 tahun dan itu adalah waktu yang sangat lama untuk penjualan barang antik yang belum laku” ucap Benny dengan jujur.
“Memangnya harga belinya berapa sebelumnya?” Desta menaikkan alisnya penasaran.
__ADS_1
“Waktu aku membelinya dengan harga total 50 juta rupiah tuan, dan sekarang akan aku berikan dengan harga 20 juta rupiah saja” jawab Benny dengan senyum pengharapan Desta akan membeli kedua barang tersebut.